Mohon tunggu...
Adi Supriadi
Adi Supriadi Mohon Tunggu...

HR Manager In a Japanese company, Live In Jakarta, Born in Ketapang City, West Kalimantan. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan Belajar Di Ma'had Al Imarat Bandung, Jawa Barat dan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat. "Hidup Berarti Dengan Berbagi, Sekali Berbagi Sesudah Itu Mati" (Assyarkhan) Haddad Assyarkhan / Adi Supriadi, Pin BB : 5990D42A Phone/WA : 081513629467 , Phone/SMS : 089648981244 , Twitter : @assyarkhan , Facebook : www.facebook.com/assyarkhan , Youtube : www.youtube.com/assyarkhan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Soal Kasus Freeport, Rizal Ramli Jangan Kebanyakan Bacot!

6 Desember 2015   01:52 Diperbarui: 6 Desember 2015   08:10 0 10 27 Mohon Tunggu...

[caption caption="Rizal Ramli (www.intriknews.com)"][/caption]Oleh : ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

Twitter : @assyarkhan

Salah Satu Menteri Jokowi teraneh dan tercatat pernah dimiliki Indonesia adalah Rizal Ramli, Apa aja yang sedang berkembang di komentari, apapun itu, cek saja berita sejak menjabat menteri sampai hari ini, tapi semuanya serba tidak jelas karena sebenarnya inti dari semua itu tidak lain dan tidak bukan sekedar numpang nama dari setiap yang hot.

Dalam kasus Freeport Papa Minta Saham misalnya, Rizal Ramli menyatakan sangat mengetahui siapa biang kerok kisruh antara Sudirman Said dengan Setnov, Jika memang tau kenapa hanya komentar saja, sama saja dengan pencitraan yang selalu dikritisinya selama ini.

Komentar-komentar Bombastis selalu datang dari Rizal Ramli, seperti jika Freeport diambil alih Indonesia akan membuat Rupiah menguat terhadap Dollar, 2000 Rupiah / Perdollar, Jika memang begitu kenapa tidak dilakukan, jangan kebanyakan bicara, langsung kerjakan saja.

Jika memang Rizal Ramli mengetahui detail inti permasalahan yang ada kenapa tidak langsung saja datang ke KPK atau Ke Kepolisian, tetapi berkoar-koar terus di Media.

Kalo memang Jokowi biang keroknya sebut saja, atau takut dipecat jadi menterinya? Jika memang JK biang keroknya sebutkan saja, atau takut nggak dikasih order bisnis (jika ada)? Jika memang Luhut Panjaitan Biang Keroknya sebut saja, Atau takut dibuat hilang sama Luhut akibat operasi intelijennya? Jika memang masih takut ya jangan koar-koar.

Jangan sampai Rizal Ramli menjadi menteri haus Publisitas, Berkoar tak kelar, yang ada bertengkar. Kalo nanti Rizal Ramli ternyata biang keroknya adalah ASING, Ya Sudahlah dari zaman dulu juga orang tau jika semua kisah Freeport itu adalah Asing. Ada pilihan untuk Rizal Ramli, Mau jadi Menteri atau Pengamat, Jika mau jadi Menteri ya tuntaskan masalah bangsa ini dengan kerja bukan bicara, tetapi jika mau jadi Pengamat, jangan terlalu indah mimpinya khawatir lupa bangun atau tidak bangun lagi.

Jakarta, 6 Desember 2015

ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Hadad Assyarkhan