Mohon tunggu...
Adi Setiawan
Adi Setiawan Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Ilmiah

Menyalurkan Karya Tulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Adakan Wisuda Akbar, Ponpes Darul Quran Surakarta (DQS) Sukses Cetak Puluhan Penghafal Al-Quran

20 Juni 2022   15:46 Diperbarui: 20 Juni 2022   16:26 1505
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sabtu, 18 Juni 2022, Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta ( DQS ) sukses mengadakan Wisuda Akbar. Acara istimewa yang berlangsung di Gedung Wanita Surakarta ini mewisuda sebanyak 248 santri. Dari jumlah tersebut, 22 santri di antaranya adalah hafizh dan hafizhah 30 juz, 3 santri hafizh 25 juz, 7 santri hafizh 20 juz, 39 santri hafizh 15 juz, 76 santri hafizh 10 juz, dan 92 santri hafizh 5 juz, selain mewisuda para penghafal Al-Qur'an acara ini juga mewisuda sebanyak 150 santri kelas 9 yang dinyatakan lulus dari SMP Daarul Qur'an Colomadu.

Mengutip dari daaquso.idbahwa Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta merupakan pondok pesantren yang memadukan program Tahfizh Qur'an, Pendidikan Formal SMP Skillfull Oriented, serta Tarbiyah. Bernafaskan Ahlusunnah wal Jamaah Asy'ariyyah , berfiqih mengikuti empat mazhab fiqih ( Mazhab Syafii, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dan Mazhab Hambali ).

Adapun acara Wisuda Akbar diawali dengan kirab dan dilanjutkan dengan pembacaan Ayat-ayat suci oleh santri Muhammad Lutfi dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Daarul Quran. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan Khotmil Quran juz 30 oleh para Khotimin dan Khotimat.

Setelah acara tersebut, dilanjutkan sambutan dan pemaparan program Pesantren oleh Pimpinan Dewan Asatidz Pondok Pesantren Daarul Qur'an Surakarta ( DQS ) yang disampaikan oleh Al-Mukarrom KH. R. Ahmad Muhamad Mustain Mustain, S.H., M.H., M.A Al Hafidz, dalam paparannya, Kyai Muda berumur 30 tahun ini mengatakan,

" Pesantren DQS memiliki 3 program penting, pertama Program Tahfidz yaitu menghafal Al-Qur'an 30 juz dengan Mutqin, kedua Program Tarbiyyah yang terakomodir dalam MDTA ( Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Awaliyyah ) dan MDTW ( Madrasah Diniyyah Wustho ), adapun kitab kuning yang dikaji di Madrasah antara lain Alfiyyah Ibnu Malik, Mutammimah Syarah Jurumiyah, Fathul Qorib syarah Taqrib, Bulughul Maram, Arbain Nawawi, Siroh Nurul Yaqin dan lain-lain. Adapun yang ketiga Program Kesantrian yaitu diterapkannya program pemupukan adab, akhlakul kariman dan pembiasaan Bahasa Arab dan Inggris secara Intensif yang dibimbing oleh para lulusan Timur Tengah."

Dokpri
Dokpri
"Adapun dalam rangka penguatan rohani, Dzikir yang istiqomah wajib dibaca para santri antara lain Dzikir Ratib Al Haddad, Wirdul Latif, Maulid Al barjanji, Surat Al Waqiah dan Surat Al Mulk." Pungkas Ulama muda yang juga Dosen di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta ini. 

Acara dilanjutkan penampilan parade murottal Khotimin 30 Juz yang membaca Al-Qur'an dengan Qiro'ah Sab'ah yang diwakili oleh santri putri Rahmadina Vita Jannah dan santri putra Muhammad Lutfi. Setelah selesainya acara tersebut, acara berikutnya adalah prosesi wisuda Tahfidz dan wisuda sekolah oleh Yayasan, Dewan Asatidz dan Pimpinan Lembaga kepada sebanyak 248 santri, yang mana tiap wisudawan mendapatkan ijazah, Syahadah dan toga.

Acara selanjutnya adalah Sambutan Ketua Yayasan Darul Quran Surakarta yaitu Drs. HM. Adib Aji Putra, dalam sambutannya pengusaha sukses di Solo ini mengatakan: "Yayasan Daarul Qur'an Surakarta disingkat DQS merupakan lembaga yang mandiri. 

Tidak berafiliasi, tidak menjadi cabang dan tidak berada di bawah lembaga (Yayasan) manapun. Kami memiliki prinsip kemandirian dalam menjalankan dan mengembangkan lembaga ini. Sejak berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, kami menata organisasi kelembagaan, merumuskan visi dan misi, membangun pondasi lembaga dan mengembangkannya hingga memiliki beberapa Cabang di wilayah Solo Raya ini. 

Kami merangkul para aghniya', para dermawan, para donatur, para alim ulama, lembaga swasta dan lembaga pemerintah sehingga terjalin hubungan yang erat dan saling menguatkan." Kata cucu Ulama Besar Solo Al Maghfurllah KH. Abdul Mannan pendiri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun