Mohon tunggu...
Adi Prayuda
Adi Prayuda Mohon Tunggu... Dosen - Seorang dosen, penulis, dan murid meditasi

Seorang Dosen Ekonomi di Universitas Islam Al-Azhar Mataram, yang juga merupakan pemandu meditasi di Santosha Emotional Healing Center. Penulis berbagai buku self development dengan pendekatan meditasi (Jeda).

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Memahami Makna Decluttering dan Efek Dahsyatnya bagi Kebahagiaan

4 Desember 2022   16:38 Diperbarui: 4 Desember 2022   18:29 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: fostersignaturehomes.com

Secara gampangnya, decluttering artinya menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang dibutuhkan. Jadi, decluttering adalah sebuah seni menata dan mengurangi timbunan barang, seni beres-beres rumah, tapi bukan beres-beres biasa yang hanya menyapu atau mengepel. Decluttering membutuhkan atau mengasah kemampuan kita dalam memilih dan mengambil keputusan terkait barang-barang apa saja yang masih perlu ada di rumah atau tempat tinggal kita saat ini.

Kenapa decluttering ini penting bagi kebahagiaan kita? Dalam kehidupan nyata, banyak orang yang merasa lebih bahagia ketika hanya memiliki barang-barang yang mereka suka dan masih dibutuhkan. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 2500 orang dari berbagai negara mengungkapkan bahwa 87% dari mereka lebih bahagia saat memiliki lebih sedikit barang dibanding ketika mempunyai lebih banyak barang. Mereka merasa lebih bebas serta tidak terbelenggu dengan berbagai macam tuntutan gaya hidup akibat arus deras kapitalisme.

Semakin banyak barang, kita akan semakin terikat. Nah, keterikatan ini meningkatkan rasa takut kehilangan sesuatu yang dimiliki. Decluttering yang mengarah kepada gaya hidup minimalis mengajarkan kita semua untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki yang sudah tidak memiliki fungsi lagi dengan penuh kerelaan, serta membebaskan diri kita dari rasa takut berlebih. Tidak ada gunanya menyimpan baju dan celana yang tidak lagi cukup, mengoleksi sepatu dan tas yang sangat jarang kita pakai, atau membiarkan radio atau televisi yang tidak lagi bisa diperbaiki teronggok di sudut ruangan.

Dengan decluttering, kita jadi tau mana saja barang-barang yang masih bernilai bagi kita, baik itu dari segi fungsi maupun emosi. Dengan hanya menyisakan barang-barang tersebut di rumah, kita dikelilingi oleh hanya barang-barang yang membuat kita bahagia. 

Tempat tinggal kita jadi lebih punya banyak ruang. Dan ruang secara fisik memiliki arti keleluasaan atau kebebasan secara emosi. Kita jadi semakin paham bahwa kebahagiaan tidak semata-mata karena kita memiliki banyak barang, tapi karena ada cukup ruang bagi kita untuk bisa menikmati hidup ini dengan hal-hal yang kita sukai.

Efek dahsyatnya dari decluttering selain meningkatkan kebahagiaan sebagai konsekuensi dari berkurangnya rasa takut adalah efisiensi waktu. Kita tidak lagi terjebak untuk membereskan barang-barang yang tidak lagi penting bagi hidup kita. Kegiatan beres-beres bisa jadi lebih menyenangkan, lebih sederhana, dan hemat waktu serta energi. Dengan begitu, kita jadi punya banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal lain yang produktif. Hidup menjadi lebih teratur. Kreativitas juga lebih mudah muncul ketika segala sesuatunya tampak menyenangkan.

Dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan, kita telah menciptakan ruang kosong yang baru. Ruang kosong itulah yang membuat kita terbebas dari claustrophobia -- rasa ketakutan luar biasa pada ruang yang tertutup dan sempit -- serta memungkinkan kita untuk bernapas lebih lepas. Ketika pernapasan lancar, pasokan oksigen ke otak ikut lancar dan seluruh fungsi tubuh dapat berjalan optimal.

So, sudah begitu banyak hal-hal positif yang dipaparkan terkait efek dahsyat decluttering bagi hidup kita. Tunggu apa lagi? Lihat kamarmu sekarang. Lihat barang-barang apa saja yang masih perlu ada di kamar kita: Mana yang sudah tidak berguna dan bisa dibuang; mana yang masih bagus, namun sangat jarang kita gunakan, sehingga bisa didonasikan; mana yang masih memiliki nilai emosi yang tinggi, entah itu karena diberikan oleh orang-orang tertentu atau didapatkan dengan cara yang tidak mudah, jadi masih cukup layak berada di kamar kita. Selamat beberes, ya. (*)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun