Gayahidup

Pijat Bayi, Pengerat Orang Tua dan Anak

14 November 2017   15:18 Diperbarui: 14 November 2017   15:30 210 0 0
Pijat Bayi, Pengerat Orang Tua dan Anak
sumber foto: medguru.lt

Eksisnya baby spa atau pijat untuk bayi menyadarkan orang tua mengenai pentingnya pijat bagi tumbuh kembang sang buah hati. Dulu, baby spa mungkin dilakukan oleh dukun bayi atau dukun pijat tradisional. Para dukun ini dipercaya memahami tubuh bayi dan bagian tubuh mana saja yang perlu dipijat.

Sekarang, fasilitas baby spa sudah sering ditemui, dan bahkan memang disediakan oleh tenaga medis atau bidan.

Tapi, dilansir dari CNNIndonesia, bagi Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI Rosalina Dadan, baby spa ini akan lebih baik bila dilakukan oleh orang tua si bayi.

"Manfaatnya lebih pada (bonding) ikatan antara orang tua dan anak. ASI ibunya juga pasti akan banyak," ujar Ina sewaktu dijumpai usai acara pijat bayi massal pada Selasa, 7 November 2017.

Pijat bayi juga dapat memperbaiki nafsu makan anak, anak tak sulit tidur, dan menjadi lebih ceria. Ina mengingingatkan, untuk mendapatkan manfaat-manfaat ini, pijat bayi harus dilakukan beriringan dengan pemberian asupan makanan yang baik dan imunisasi.

Menurut Ina, orang tua perlu menyisakan waktu setidaknya 10 sampai 15 menit di sela-sela rutinitasnya untuk memijat bayinya. Seraya memijat, dianjurkan untuk mengajak si bayi bicara, menyanyi, atau bercerita meski takkan mendapatkan respon atau bahkan tidak didengarkan.

"Walaupun anak belum dengar, tetapi tetap dicari oleh anak, itu bonding yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak," ia menambahkan.

Pada sambutannya di acara pijat bayi massal yang diselenggarakan di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menuturkan,  "Sentuhan itu baik bagi tumbuh kembang anak. Bahkan saat hamil pun, mengelus itu penting sekali."

Para ibu yang hadir di acara ini ikut mempraktikkan pijat dengan instruksi dari Ina. Salah satunya adalah Loise Prihartini. Sebelumnya, ia hanya memijati Beryl, anaknya, sebulan sekali di tempat pijat khusus bayi.

"Saya jadi tahu kalau memang lebih baik ibunya sendiri yang memijat. Habis ini bakal praktek sendiri," katanya pada CNNIndonesia.com.

Fauziah Sholehah, seorang ibu yang juga hadir, mendapatkan pengetahuan baru mengenai pijat bayi. Ia memang sempat diajari oleh tenaga medis untuk memijat bayi setelah melahirkan anaknya, Nabila. Tapi ia baru tahu bahwa ternyata terdapat pijat bagian wajah yang bisa meringankan sakit pada anak.

"Bedanya, tadi ada pijat di kelopak mata, terus hidung buat ngeluarin ingus waktu anak pilek," jelasnya.

Ia rutin memijat Nabila, bergiliran dengan suaminya. Dari pijat bayi yang dilakukannya ini, banyak manfaat yang dirasakan, seperti kemampuan motorik Nabila yang baik. Bahkan, saat masih menginjak usia lima bulan, anaknya itu sudah menapak lebih stabil dibandingkan bayi seusianya.