Mohon tunggu...
Adinda Lutfiana
Adinda Lutfiana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Manusia harus pandai bersyukur

Rasulullah SAW bersabda: تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ) Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Wujudkan Pesantren GO Digital dengan E-Goverment

22 Januari 2022   21:08 Diperbarui: 23 Januari 2022   17:17 46 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia tempat para santri mendalami dan sekaligus mengamalkan ilmu agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, dengan bimbingan kiai atau para ustadznya sebagai "model" (suri tauladan) sehingga pesantren bisa dipandang sebagai "laboratorium-sosial" bagi penerapan ajaran agama Islam.

Pesantren sendiri adalah tempat belajar para santri. Pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bambu. Atau ada pula yang menyatakan terminologi 'pondok' berasal dai bahasa arab "fundoq" yang berarti hotel atau asrama. Seperti diketahui, pondok pesantren dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan Islam juga berfungsi sebagai tempat penyiaran agama Islam dimana para santri (santriwati/santriwan) dididik untuk bisa hidup dalam suasana yang agamis, sehingga pondok pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan moral/perilaku bagi masyarakat umum.

Pondok pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi. Menurut data dari Kementrian Agama RI, pada tahun 2020 jumlah pesantren tercatat sebanyak 28.194 dengan 5 juta santri mukim. Jika ditotalkan dengan santri yang tidak mondok di ke pondok pesantren dan sebaliknya serta taman-taman pendidikan Al-Qur'an dan madrasah, maka jumlah santri di Indonesia diperkirakan mencapai 18 juta orang dengan kurang lebih 1,5 juta tenaga pengajar.

Kemajuan teknologi yang semakin pesat menimbulkan berbagai macam pengaruh bagi kehidupan di masyarakat, salah satunya dalam lingkungan pesantren. Hal ini dapat dilihat dari dinamika sistem pendidikan di pesantren yang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren tentunya tidak serta merta menutup mata akan kemajuan teknologi hanya demi mengikuti adat leluhur yang sudah ada.

Dalam tradisi pesantren terdapat kaidah yang dapat diresapi sebagai pinjakan untuk dapat diaplikasikan oleh pesantren sebagai lembaga pendidikan yang merespon adanya tantangan dan kemajuan teknologi. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Noo (dalam Damanhuri, Mujahidin, & Hafidhuddin, 2013) pada kaidah yang berbunyi, " Al- Muhafadzatu 'ala al-qadim as-ashalih wa al-akhzu bi al-jadid al-ashlah", artinya: "melestarikan nilai-nilai Islam lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik. Hal ini berarti pesantren patut memelihara nilai-nilai tradisi yang baik sembari mencari nilai-nilai baru sesuai dengan konteks zaman agar tercapai akurasi motodologis dalam mencerahkan peradaban bangsa".

Adanya kemajuan teknologi bagi pesantren ini memang belum sepenuhnya digunanakan dengan baik, apalagi pesantren yang sistem pendidikan masih menggunakan model tradisional. Pandemi Covid-19 saat ini membuat pesantren dihadapkan pada berbagai masalah terutama pada proses pembelajaran yang terhenti karena keterbatasan akses digital baik dari sisi pesantren maupun dari sisi santri dan tenaga pengajar. Melanjutkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), maka seluruh pesantren di Indonesia pun serentak melaksanakan pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi.

Untuk itu, sebelumnya para ustadz dan ustadzah di pesantren dituntut untuk mengajarkan tentang kemajuan teknologi kepada para santri, agar para santri bisa melek akan kemajuan peradaban serta membuat pesantren menjadi lebih modern dan meningkatkan kemampuan individual para santri itu sendiri.


Daftar Pustaka :

www.kemdikbud.go.id

pusdiklat.kemdikbud.go.id

jabarprov.go.id

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan