Adi Bermasa
Adi Bermasa Swasta

Aktif menulis, pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Umum Koran Padang, Redpel & Litbang di Harian Umum Singgalang, sekarang mengabdi di organisasi sosial kemasyarakatan LKKS Sumbar, Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, dll.

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Tanpa Gembar-gembor, "Wanita Islam Sumbar" Punya 148 Lembaga Pendidikan

20 Mei 2018   21:43 Diperbarui: 20 Mei 2018   22:39 231 0 0
Tanpa Gembar-gembor, "Wanita Islam Sumbar" Punya 148 Lembaga Pendidikan
KETUA DDII Sumbar, DR. H. Badrul Mustafa, didampingi Sekretaris H. Mazwar Mas'ud, memimpin rapat di gedung dakwah Srigunting Airtawar, Padang. (FOTO: DOK PRIBADI)

Tanpa gembar-gembor, ternyata Wanita Islam (WI) Sumatra Barat yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Bhakti Wanita Islam (YPBWI) sudah punya lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, sampai SMP sebanyak 148 unit yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Sumatra Barat. Terbanyak lokasi lembaga pendidikan Islam yang dimotori YPBWI itu berada di kawasan masyarakat kelas menengah ke bawah, dhuafa, dan rawan kemiskinan.

YPBWI termasuk keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia didirikan tokoh Islam terkemuka H. Mohammad Natsir setelah beliau 'menghirup udara bebas' dari tahanan pemerintahan rezim Orde Lama. Di Sumbar, beridirnya DDII maupun YPBWI dimotori oleh Pak Natsir bersama Buya Dt. Palimo Kayo dan mendapat sokongan penuh di masa pemerintahan Gubernur Harun Zain Dt. Sinaro bersama tokoh Islam ketika itu, seperti H. Hasnawi Karim, Hasan Beyk, Zaidal Bahauddin, dan lainnya. DDII sesuai dengan kiprahnya fokus pada kegiatan dakwah melalui mimbar sementara Wanita Islam fokus pada pengembangan pendidikan Islam modern.

Dalam rapat bersama DDII dengan Wanita Islam yang dilaksanakan Minggu silam (29/4/2018) di sekretariatnya, Jalan Srigunting, Airtawar, Kota Padang, Sumatera Barat, disepakati untuk lebih memaksimalkan beragam program kerja di bidang dakwah, pendidikan dan pengkaderan. DDII sesegeranya membenahi kepengurusan organisasi, aset, dakwah ke pelosok, terutama kawasan rawan kemiskinan. Khusus pengurus kota dan kabupaten yang sudah habis priode kepemimpinanya agar segera dibenahi. Terkait munculnya ajaran yang diduga sesat atau radikal, diusahakan meredamnya bersama lembaga pemerintahan dan ormas Islam lainnya.

Rapat yang dipimpin Ketua DDII Sumbar, DR. H. Badrul Mustafa bersama Sekretaris H. Mazwar Mas'ud tersebut juga membicarakan pemanfaatan gedung dakwah bertingkat empat secara maksimal untuk pembinaan kader muda calon intelektual Islam setingkat mahasiswa. Semua biaya yang timbul diusahakan dari lembaga zakat milik DDII berupa LAZIS yang sudah terbentuk dari tingkat nasional sampai ke daerah.

Khusus lembaga pendidikan yang dikelola Wanita Islam dengan jumlah murid ribuan siswa tersebut diupayakan terus meningkatkan keilmuan gurunya sesuai dengan kemajuan pendidikan. Begitu juga kesejahteraan gurunya. Bagaimanapun, semua guru di lingkungan YPBWI sudah teruji loyalitasnya. Maklum, selain mengabdi, guru-guru itu adalah pejuang tangguh yang menghadapi misi 'minhum', terutama di pelosok pedalaman seperti Mentawai, Pasaman Barat, Dharmasraya, dan kawasan lainnya.

Selain terus serius membina lembaga pendidikan Islam, YPBWI Sumatra Barat yang diketuai Ir. Rusdati Ruslan, alumni Unand tersebut, juga aktif melaksanakan pelatihan kader calon pemimpin. Dalam waktu dekat segera dilakukan kegiatan pelatihan diikuti sekitar 60 mahasiswi utusan dari berbagai kampus di Sumatra Barat.

"Tanpa gembar-gembor, kita rutin melaksanakan pengkaderan, Namun, berkaitan dengan pendidikan, sebagian bangunannya masih terbilang sederhana. Untuk itu, kami selalu menunggu dan berusaha menghubungi 'keluarga Islami' untuk terus berpartisipasi mensupport usaha mulia bhakti Wanita Islam demi kesejahteraan warga negeri ini di dunia dan masuk sorga di akhirat," ucap Rusdati Ruslan. *