Mohon tunggu...
Ade Miftahul Arif
Ade Miftahul Arif Mohon Tunggu... Official Account

Tak ada rintangan yang tak bisa dilewati

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Generasi Kebanggaan Indonesia

25 Januari 2021   12:23 Diperbarui: 25 Januari 2021   12:54 77 0 0 Mohon Tunggu...

Saya merupakan salah seorang yang memiliki kesederhanaan dalam bidang ekonomi. Tentu saja karena hal itu saya lebih banyak menerima dibanding memberi. Salah satu  yang saya terima dari negri ini ialah pendidikan. Bersyukur berkat bantuan ini, melalui KIP Kuliah saya mampu merasakan kuliah di Universitas Negri hingga lulus nanti dengan gratis, dan hal tersebut merupakan amanah bagi diri saya dan telah banyak mengajarkan kepada saya tentang arti pemberian bagi sesama.

        Ini menjadi tanggung jawab bagi diri saya untuk membalas dan berbagi atas apa yang saya peroleh selama ini. Kesempatan yang saya peroleh saat ini, tak lepas dari dukungan orang-orang di sekitar saya. Semua kebaikan yang saya dapat merupakan pemberian dari Allah SWT. Atas karunia-Nya saya bisa melewati semua rintangan dalam hidup saya hingga saat ini. Juga tak henti-hentinya saya berterima kasih pada mereka yang selalu memberikan hal-hal baik pada diri saya khususnya kepada kedua orang tua saya.

        Namun di samping itu, tak mudah rasanya bagi diri saya untuk mendapatkan beasiswa yang diberikan oleh negri ini. Banyak rintangan terjal yang saya lalui untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah bahkan hingga saat ini saya masih terus berjuang untuk mempertahankan hal itu. Melalui proses panjang tersebut menjadi pengalaman berharga bagi saya yang tak akan pernah saya lupakan.

        Tak ada rintangan yang tak bisa dilewati, itulah motto hidup saya. Kata-kata itu yang selalu saya ingat dalam diri saya untuk menggapai cita-cita saya. Karena saya tau, setiap masalah dan rintangan yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya. Sesungguhnya Allah menguji hambanya sesuai dengan kempuannya. Kita harus melewati proses yang panjang, dengan segala halangan dan rintangan di dalamnya. Tetapi apabila kita melakukan semua itu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, Insya Allah kita akan mendapatkan hasil yang terbaik. Teringat janji Allah "man jadda wa jada" ( barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil ). Itu juga yang menjadi salah satu motivasi saya untuk mewujudkan cita-cita saya.

        Meskipun dalam keadaan ekonomi keluarga yang tidak mendukung, tetapi hal itu tidak menjadi alasan saya untuk tidak melanjutkan pendidikan saya. Banyak juga celaan dari orang-orang sekitar ketika mendengar saya kuliah di Perguran Tinggi Negeri. Mereka beranggapan bahwa saya hanya bisa mengandalkan orang tua untuk kuliah. Karena seperti yang mereka ketahui, bahwa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri itu tidak memungkinkan
mahasiswanya untuk bisa kuliah sambil bekerja layaknya Perguruan Tinggi Swasta. Tapi, saya akan membuktikan kepada mereka bahwa kebenarannya tidak seperti itu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar saya bisa kuliah tanpa terlalu menyusahkan kedua orang tua saya dan untuk mencapai cita-cita saya untuk mengabdi kepada negara. Saya selalu mencari peluang setiap program beasiswa yang ada dan saya juga mengisi waktu luang saya dengan melakukan beberapa kegiatan yang bisa membantu saya untuk bekal kuliah.

        Orang Tua saya selalu bepesan kepada saya dan saudara-saudara saya, bahwa saya dan saudara-saudara saya harus menjadi orang sukses. Oleh karena itu, bagaimanapun keadaannya mereka selalu berusaha semampu mereka untuk membantu anak-anaknya dalam mewujudkan cita-citanya.

        Saya merupakan salah satu siswa yang berprestasi di sekolah. Saya memiliki beberapa prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Mulai di tingkat sekolah, hingga tingkat nasional. Di sekolah, saya selalu mendapatkan peringkat dikelas, prestasi itu saya dapatkan sejak saya duduk di kursi Sekolah Dasar. Di sekolah juga saya selalu dipercaya untuk menjadi perwakilan siswa di sekolah untuk mengikuti berbagai kegiatan perlombaan. Dan pada tahun 2019, saya menjadi juara 1 Graphic Design Technology tingkat kabupaten untuk kemudian melanjutkannya di tingkat provinsi. Selain itu, saya juga selalu megikuti kegiatan dan lomba-lomba di bidang non akademik. Saya sering menjuarai perlombaan tingkat Nasional atau Jabodetabek LKBB Paskibra. Pada tahun 2018, saya di percaya oleh kecamatan untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera.

        Setelah lulus SMK, saya di terima di Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN Banten) melalui jalur PCMB. Saya memilih jalur PCMB karena sebelumnya saya tidak mengikuti semua jalur masuk PTN. Pada saat itu saya berfikir untuk bekerja saja. Namun kenyataan pahit mengajarkan saya untuk terus melanjutkan perjuangan mencari Ilmu di Perguruan Tinggi. Ketika saya melihat kesempatan terakhir itu, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan saya dan Alhamdulillah Allah masih memberi saya kesempatan.

        UIN SMH Banten adalah salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang ada di daerah saya, dan dengan diterimanya saya di UIN Banten ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk saya dan orang tua saya. Di UIN, saya mengambil Fakultas Syariah prodi Hukum Keluarga Islam. Alasan saya mengambil Hukum Keluarga Islam ini, karena saya ingin membela kebenaran dihadapan hukum sesuai dengan ajaran agama Islam. Saya bisa memanfaatkan ilmu yang saya miliki untuk membantu banyak orang.

        Cita-cita saya untuk bisa mengabdi kepada negara akan saya wujudkan dengan berprofesi menjadi Pengacara nanti. Karena saya tau, hukum yang tidak adil adalah bagian dari spesies kekerasan. Karena hanya ada satu keadilan esensial yang memperkuat masyarakat, dan satu hukum yang menetapkan keadilan ini. Hukum ini adalah alasan yang benar, yang merupakan aturan sebenarnya dari semua perintah dan larangan. Siapa pun yang mengabaikan hukum ini, baik tertulis maupun tidak, tentu tidak adil dan jahat. 

Akhir dari hukum bukanlah untuk menghapuskan atau menahan, tetapi untuk memelihara dan memperbesar kebebasan. Karena di semua negara makhluk yang diciptakan, sadar hukum, ketika tidak ada hukum tidak ada kebebasan. Akan tetapi, hal yang perlu di khawatikan sekarang ini adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya berlaku adil terhadap hukum. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN