Mohon tunggu...
Achmad Siddik Thoha
Achmad Siddik Thoha Mohon Tunggu... Pengajar dan Pegiat Sosial Kemanusiaan

Pengajar di USU Medan, Rimbawan, Penelusur dan Peneliti Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengelola Komunitas Pohon Inspirasi, Perawat Komunitas Kongkrit, Aktivis Relawan Indonesia untuk Kemanusiaan dan Penulis Buku KETIKA POHON BERSUJUD. Follow @achmadsiddik

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan featured

Menanam Pohon, Membangun Taman di Surga

20 Februari 2012   02:43 Diperbarui: 11 Januari 2019   21:51 0 9 6 Mohon Tunggu...
Menanam Pohon, Membangun Taman di Surga
dokpri

Seorang pengembara telah berjalan berbulan-bulan untuk mencari inspirasi hidup. Dia sudah mengunjungi banyak tempat di bumi ini. Bila ada pemandangan alam yang menarik atau kegiatan manusia yang dia anggap bermanfaat, dia sempatkan berhenti dan menggali informasi.

Suatu ketika, sang pengembara datang pada tujuh orang yang sedang membangun menanam bibit pohon. Sang pengembara kemudian bertanya pada orang pertama,

“Apa yang Bapak kerjakan ?” Jawab penanam pertama dengan muka datar, “lihat saja sendiri, saya sedang apa.”

Kemudian sang pengembara beralih pada penanam kedua dan melontarkan pertanyaan yang sama. “Saya sedang membuat lubang tanam,” jawab penanam kedua tanpa senyum sedikitpun

Pada penanam ketiga, sang pengembara juga mengungkapkan pertanyaaan serupa. Lalu dengan senyum tipis penanam ketiga menjawab, “Saya menanam bibit pohon”

Ketika sang pengembara beralih ke penanam ke emapat, dia mendapat jawaban dengan senyum lebar, “Saya sedang membangun taman”

Penanam kelima menyambut pertanyaan dengan senyum yang begitu manis dan kemudian menjawab, “ Saya sedang membangun sebuah kehidupan baru”

Penanam keenam menyambut kehadiran pengembara dengan ramah, senyum dan kemudian memberikan jawaban, “Saya sedang membangun taman saya di Surga”

Akhirnya sang pengembara tiba pada penanam ketujuh yang sibuk bekerja. Saat pertanyaan yang sama terlontar, senyum lebar dan wajah berseri penuh kegembiraan dari penanam ke tujuh mengiringi jawaban yang terucap, “Saya sedang membangun sebuah kehidupan baru dan taman saya di Surga”

Sang pengembara telah mendapatkan inspirasi hidup yang sangat berharga dari tujuh penanam bibit pohon itu.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x