Achmad Humaidy
Achmad Humaidy Freelance Writer

I'm a blogger, challenger, and entertainer* My IG: @me_eksis , My Twitter: @me_idy , www.blogger-eksis.my.id

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Selalu Ada Perempuan Hebat di Balik Sosok Tentara yang Kuat

16 April 2018   16:12 Diperbarui: 16 April 2018   21:53 2736 6 1
Selalu Ada Perempuan Hebat di Balik Sosok Tentara yang Kuat
Salah satu adegan dalam Film Jelita Sejuba

Siapakah kini pelipur lara,

Nan setia dan perwira ....

Siapakah kini pahlawan hati,

Pembela bangsa sejati ....

***

Inisiator ide cerita sekaligus produser eksekutif, Krisnawati membuka press conference Film Jelita Sejuba dengan menceritakan kejadian awal yang memberinya inspirasi sehingga berani memproduksi film ini. 

Ada kisah seorang sahabat TNI yang gugur saat latihan gabungan Angkatan Darat dan Angkatan Udara di Kepulauan Natuna, Riau pada tahun 2017 lalu. Dibalik tragedi itu ada ketegaran dari sosok istri tentara yang membekas dan membuat rumah produksi Drelin Amagra Pictures meluncurkan film pertamanya.

Tragedi silam membuat produser, Marlia Nurdiyani berpikir bahwa dibalik kegagahan para prajurit, ada kegetiran para istri yang setia mendampingi suami meski jarak sering memisahkan.

Dari pengalaman tersebut, Ia mengajak Jujur Prananto sebagai penulis skenario untuk menerjemahkan kisah ke dalam bentuk audio visual. Ada pesan dan kesan terakhir yang diberikan saat seorang prajurit berangkat tugas dan meninggalkan istri serta anaknya.

Sharifah (Putri Marino) jatuh cinta dengan seorang prajurit bernama Jaka (Wafda Saifan Lubis). Mereka berkomitmen atas nama cinta untuk menjalankan kehidupan rumah tangga bersama. Hanya saja, Jaka sebagai suami sekaligus prajurit harus memprioritaskan bela negara dibanding istrinya yang sedang mengandung anak pertama.

Kisah cinta Sharifah dan Jaka penuh liku. Ayah Sharifah (Yayu Unru) lebih setuju jika Sharifah menikah dengan Nazir (Harlan Kasman) anak dari saudagar kaya di kampungnya. Begitu juga adik Sharifah, preman kampong yang bernama Farhan (Aldi Maldini) justru sering terlibat perkelahian dengan Jaka.

Tapi, takdir sudah menyatakan bahwa Sharifah dan Jaka memang berjodoh. Tak butuh pacaran lama, Jaka melamar Sharifah dan mereka pun menikah karena ada tragedy yang merestui hubungan suci mereka.

Lika-liku cinta tak hanya ada saat masa pertemuan. Ketika menjalin rumah tangga, ada dinamika yang mewarnai pergulatan hati antara suami, istri, dan anak. 

Sharifah harus belajar memendam rindu setiap kali Jaka bertugas ke luar kota bahkan luar negeri. Andika (Yukio) terus menanyakan kabar ayahnya yang sedang bertugas sebagai tentara.

Bagai pesisir Sejuba yang dihiasi batu-batu besar nan cantik menanti mentari esok hari, Sharifah dan Andika selalu menunggu kepulangan dari belahan jiwa yang tunduk pada negara.

Sharifah selalu setia mendampingi Jaka
Sharifah selalu setia mendampingi Jaka
Di balik perjuangan seorang tentara yang bekerja untuk bangsa, ada seorang istri yang senantiasa menunggu di rumah. Para istri tidak serta merta mengabarkan kepada suami tentang keresahan atau kekhawatiran yang nanti bisa mengganggu konsentrasi para prajurit dalam bekerja mengabdi untuk negara. Plot cerita menarik sehingga mampu disorot lampu utama sebagai kisah resah di Natuna.

Jujur Prananto, penulis skenario Jelita Sejuba. Ia mampu menulis kisah Sharifah yang mencintai kesatria negara dengan sangat manis. Ada kisah cinta saat perkenalan dan setelah pernikahan, saat menjalani kehidupan dalam bahtera rumah tangga ala tentara. Menjadi istri seorang tentara membuat Sharifah harus kehilangan sosok kepala keluarga.

Sang sutradara, Ray Nayoan, mencoba memahat adegan sesuai slogan "lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam tugas". Prioritas utama seorang tentara ditampilkan karena lebih mendahulukan kepentingan negara dibanding berkorban untuk istrinya.

Ada kisah sederhana tentang kekuatan cinta yang bersatu dalam bakti terhadap negara hingga menggugah hati siapa saja yang menontonnya.

Hanya Ray masih terlalu patuh dalam adegan yang seharusnya bisa digarap lebih esensial. Kisah patriotik Jaka saat memenuhi tugas dari negara belum terungkap jelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2