Mohon tunggu...
achmad soheh
achmad soheh Mohon Tunggu... Konsultan - Strategic Partnership Development Officer

Pakdome adalah sebuah program yang mengedepankan konsep ekosistem logistik dalam negeri. Dimana tujuan dari program ini adalah untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri yang ada di Indonesia, sehingga program ini mensinergikan 5 komponen bisnis yang ada dalam ekosistem tersebut : Kementerian ( pusat dan daerah), Perhimpunan / Asosiasi UMKM, Corporate/ Perusahaan, Perusahaan Logistik Dalam Negeri dan Kantor Agen/Cabang yang di miliki Abang Express ( sebuah perusahaan yang bergerak dalam jasa pengiriman ekspor dan impor di Indonesia )

Selanjutnya

Tutup

Financial

Potensi Ekspor Indonesia dalam Perspektif Bisnis dan Ekonomi Indonesia Tahun 2023

28 November 2022   12:03 Diperbarui: 28 November 2022   13:09 312
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagi sebuah negara, keberadaan ekspor bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan  potensi bisnis dan ekonomi sebuah  negara. Sehingga bisa di katakan bahwa keberadaan ekspor bisa menjadi salah peluang dan potensi dalam menambah pendapatan bagi negara dalam satu periode waktu akuntansi. 

 

Kondisi itulah yang membuat Indonesia sebagai yakin bahwa perkembangan dan pengembangan aktivitas ekspor Indonesia semakin meningkat. Hal itu bisa kita lihat dari kondisi ekspor yang salama  ini telah terjadi :

  • Pendapatan atau capaian nilai ekspor   yang ada di Indonesia pada semester I tahun 2022 besarnya bisa mencapai US$26,09 miliar. Kondisi itu jelas memperlihatkan adanya peningkatan sebesar 40,68% di banding tahun 2021. Sedangkan untuk nilai ekspor non migasnya sendiri juga terus mengalami penigkatan, hingga di semester I nilainya bisa mencapai angka US$24,56 miliar atau naik 41,89 persen.
  • Pendapatan yang terjadi selama semester 1 tahun 2022 nilainya juga sudah cukup signifikan.  Dimana besarnya total ekspor berada di angka US$141,07 miliar. Angka tersebut menunjukan adanya peningkatan dari kondisi yang ada di tahun 2021 dengan periode yang sama sebersar 37,11%.  Untuk total pendapatan ekspor non ekspor adalah sebesar US$133,31 miliar atau sebesar 37,33% di semester I tahun 2021.
  • Dari beberapa komoditi atau produk yang memiliki kondisi terbaik adalah seperti : Komoditi Lemak dan Minyak Hewan sebesar US$2.538,9 juta ( naik 300,66 %), sementara  untuk komoditi lainnya  naiknya dari Komoditi Non  Migas untuk industry pengolahan produk   naik 25,82 %, sector Pertanian, Kehutanan dan Perikanan ada kenaikan sebesar 13,19% dan terakhir ekspor hasil Pertambangan  dan lainnya yang  naik  cukup tinggi yaitu 107,19 %.
  • Secara tujuan negaranya sendiri, hingga memasuki semester I tahun 2022 adalah urutannya (1) Negara Tiongkok sebesar US$5,09 Miliar  (2) Negara India US$2,53 Miliar dan Amerika sebesar US$2,46 Miliar dengan kontribusi yang bisa di berikan untuk negara adalah 41,06 %  (3) Ekspor ke negara Asean dan Uni Eropa   yang terdiri dari 27 negara bisa mencapai total pendapatan sebesar US$5,08 Miliar dan US$1,68 Miliar.

3 Prioritas Dukungan Pemerintah untuk Aktivitas Ekspor bagi Indonesia 

 

sumber : Badan Pusat Statistik
sumber : Badan Pusat Statistik

Dengan melihat dan mempertimbangan potensi yang ada di sektor ekspor Indonesia. Maka demi tercapainya tujuan target ekspor maka pemerintah dengan mengacu pada beberapa kebijakan yang ada memberikan 3 hal yang dapat mempermudah aktivitas ekspor :

  •  Indonesia terus meningkatkan Kerjasama dan networking bisnis dengan beberapa mitra datang yang akan bisa meningkatkan performance bisnis yang ada di Indonesia dalam konteks aktivitas ekspor.
  • Diantara beberapa mitra dagang yang ada di Indonesia, maka kita bisa prioritaskan  berdasarkan kondisi yang ada saat ini . Dimana beberapa negara itu adalah : hingga semester I tahun 2022  India dengan nilai US$1,90 miliar, Amerika Serikat US$1,69 miliar dan Fhilipina US$1,16 miliar.  Untuk komoditas produknya sendiri adalah Minyak hewani/Nabati ada sekitar US$2.538,9 juta .
  • Kedepan ada beberapa produk tujuan ekspor yang akan terus di kembangkan oleh pemerintah seperti misalnya : Produk Kendaraan Bermotor dan Bagiannya, kenapa karena produk ini bisa memberikan kontribusi positif yang cukup bagus hingga mencapai angka per Juni 2022 sebesar US$4,96 miliar.

Tidak heran dengan begitu banyaknya hal positif yang bisa di berikan oleh aktivitas ekspor Indonesia hingga semester I tahun 2022 kita akan  bisa melihat bahwa memang ekspor Indonesia saat ini dan kedepan akan  bisa menjadi salah satu sector bisnis yang memiliki prospek yang bagus untuk terus di kembangkan.  Sehingga  bisa di katakan bahwa apapun kondisinya, yang jelas saat ini dan kedepan Indonesia  harus terus meningkatkan ekspornya demi tercapainya peningkatan devisa  untuk negara.

Saatnya Integrasi Pelaku Ekspor/Impor Indonesia demi Peningkatan Kualitas 

 Ada 5 kelompok pelaku yang terlibat baik secara langsung ataupun  tidak dengan aktivitas ekspor dan impor Indonesia.  Dimana ke-5 kelompok tersebut memang saling terkait dan memiliki perannya masing-masing sesuai dengan job deck yang di berikannya :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun