Mohon tunggu...
Abdul sukur
Abdul sukur Mohon Tunggu... mahasiswa

mulai menulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Proses Menjadi Seorang Akuntan di Era Industri 4.0

29 Agustus 2019   11:06 Diperbarui: 29 Agustus 2019   12:39 166 0 0 Mohon Tunggu...

Abdul Sukur, Mahasiswa Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Dosen Pengampu : Sri Dewi Wahyundaru

Email : sridewi@unissula.co.id

            Setiap pekerjaan pasti memliki tuntutan dan tantangan disetiap perkembangan zaman, termasuk profesi seorang akuntan. Menghadapi tantangan diera revolusi industri 4.0 yang ditandai penggunaan teknologi internet dalam semua aspek kehidupan.

            Sebagai gambaran, untuk menjadi akuntan, seseorang harus memiliki keterampilan analisis dan komunikasi untuk memelihara dan memeriksa akun keuangan, laporan tentang kinerja keuangan, mengusulkan solusi untuk hambatan bisnis, mempersiapkan dan menyelesaikan pengembalian pajak.

  • Pastikan sudah mengantongi gelar
  • Gelar sarjana dalam bidang akuntansi atau bidang terkait merupakan persyaratan pendidikan minimum bagi mereka yang berencana menjadi akuntan publik bersertifikat (Certified Public Accountant/CPA). Selain itu, untuk menambah kualitas diri, seorang akuntan publik membutuhkan kursus lanjutan berupa pelaporan keuangan, pajak, audit dan bidang bisnis non-akuntansi lainnya untuk mendapatkan CPA.
  • Pilih spesialisasi
  • Hampir semua akuntan dan CPA memiliki spesialisasi dalam satu, atau lebih bidang praktik. Dua bidang spesialisasi umum adalah akuntansi publik dan akuntansi perusahaan atau bisnis. Sejumlah sub-spesialisasi juga ada, seperti akuntansi lingkungan, audit internal, akuntansi manajerial, dan pajak. Acap kali spesialisasi yang dipilih bertepatan dengan gelar akuntansi diperoleh.
  • Pilih antara Akuntan Publik dan CPA
  • Terdapat perbedaan antara akuntan publik dan CPA. Akuntan publik tidak memiliki sertifikasi, dapat melakukan tugas terbatas tertentu, seperti penyusunan laporan keuangan.
    Sementara, CPA harus memenuhi sejumlah persyaratan khusus, termasuk mendapatkan gelar sarjana, lulus semua bagian dari ujian CPA, dan bekerja untuk sejumlah jam tertentu. CPA dapat melakukan semua tugas yang sama sebagai akuntan publik. Selain itu juga dapat melakukan audit, meninjau laporan, dan mewakili klien sebelum IRS.
  • Melewati Tes CPA
    Ujian CPA ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal, dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Setelah mereka lulus satu bagian, mereka harus berhasil menyelesaikan tiga bagian lainnya dalam waktu 18 bulan.
  • Menambah Pengalaman Kerja
    Sebelum lulus, cobalah untuk magang atau cara lain untuk mendapatkan pengalaman kerja sebagai akuntan.
  • Cari Peluang Pendidikan Berkelanjutan
    Setelah Anda mendapatkan pekerjaan pertama, Anda akan tergoda untuk duduk dan menikmati karier setelah semua upaya keras di kampus. Namun, sebenarnya ini adalah saatnya Anda harus memikirkan langkah berikutnya, karier harus naik. Menghasilkan sertifikasi dalam spesialisasi akuntansi atau gelar master dalam bidang akuntansi dapat membantu meningkatkan karier.
  • Selalu up to date
  • Di era digital dan perkembangan teknologi seperti sekarang, arus informasi berjalan begitu cepat. Jika sebelumnya Anda mengandalkan koran, majalah, atau media elektronik lain, kini informasi seolah berada dalam genggaman. Teknologi internet telah mengubah pandangan seseorang dalam mendapatkan informasi, termasuk dalam dunia akuntansi. Hampir setiap saat selalu ada berita ter-update. Baik di bursa saham, perkembangan ekonomi, dan lain sebagainya.
  • Maka dari itu, profesi seorang akuntan di era digital harus selalu up to date untuk mendapatkan informasi terkini. Terlebih lagi, kini bermunculan inovasi-inovasi baru dalam bidang akuntansi. Hal ini penting untuk menyelesaikan pekerjaan dan menganalisis masalah dengan cepat, tepat, dan akurat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x