Abdullah Puja
Abdullah Puja

Wong Ndeso...\r\nTuhan itu ada dan terasa serta logis..

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana

Hakikat Ibadah Puasa

13 Mei 2018   16:31 Diperbarui: 13 Mei 2018   16:43 596 1 0

Repost : LAILATUL QADAR

Ramadhan tinggal tersisa beberapa hari lagi....  Apakah kali ini kita melaksanakan Ibadah Puasa seperti halnya tahun-tahun sebelumnya ?

Ataukah lebih baik dari tahun sebelumnya ?

Atau kita tidak tahu dan tidak mengerti sama sekali hanya mengikuti dan menggugurkan kewajiban saja ?  

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa baik secara materil maupun secara spirituil...  

Bulan ini adalah bulan yang seharusnya dapat membawa perubahan pada setiap insan yang melaksanakan Ibadah Puasanya....  

Secara materil dalam bulan ini, banyak sekali hal-hal yang sangat diistimewakan baik segi pangan, papan maupun sandang, sehingga banyak yang dikumpulkan pada bulan-bulan sebelumnya dihabiskanya pada bulan ini, seolah tiada hari lagi setelah bulan ini, begitu sangat antusiasnya baik yang biasa melakukan tradisi mudik ataupun tidak.  Ini merupakan Fenomena yang berulang setiap satu tahun sekali...  

Demikian juga secara spirituil, banyak sekali kegiatan-kegiatan ibadah Umat tidak seperti pada bulan atau hari biasanya....  

Namun sangat disayangkan banyak sekali yang memang tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan yaitu mendapatkan Lailatul Qadar...  

Padahal Lailatul Qadar itu adalah inti atau klimaks dari rangkaian Ibadah Umat, mengapa demikian ?  

Lailatul Qadar itu suatu anugerah yang sangat dibutuhkan oleh kita, yang dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang akan di berikan pada malam-malam ganjil setelah 20 malam melaksanakan Ibadah Puasanya..  

Mengapa Lailatul Qadar adalah klimaks daripada Ibadah kita ?  

Tidak ada lagi suatu bentuk lain anugerahnya yang dijanjikan NYA secara yang real / nyata sangat terasa(bagi yang sering introspeksi diri) selain Lailatul Qadar.  

Secara real dan nyata ialah ketika melaksanakan Puasa setelah 10 hari, seharusnya kita sudah tidak merasa tergoda lagi dengan berbagai macam dan bentuk asupan makanan-minuman yang ada maupun tidak ada(terhidang). Ditambah 10 hari lagi kita sudah tidak lagi   memiliki rasa amarah, iri dengki, kecewa dll, karena secara tidak langsung kita menahan dan mengelolanya.  

Kedua tahap tersebut di atas bisa didapat hanya dengan berpuasa hakekat (Puasa yang betul-betul Puasa)  Setelah 20 hari terlampaui tentunya kita berpuasa dalam keadaan ketentraman tingkat tinggi dan pada saat ketentraman itulah anugerahnya Lailatul Qadar akan datang dan diterima oleh kita.  

Berupa apakah Lailatul Qadar yang dijanjikan tersebut ?  

Anugerah tersebut adalah berupa pembersihan hati dan akal fikir.  Akal fikir dan hati perasaan adalah suatu tempat dimana syethon bekerja, Bekerjanya akal fikir dan hati tersirat dalam sifat pribadi manusia, mindset atau pola pikir kita di dukung dengan hati kita merupakan cikal bakal dari tingkah laku, solah polah yang akan diaplikasikanya dalam setiap sisi berkehidupan, setiap langkah manusia dalam cara menyikapi hidup di dunia ini baik maupun buruk.  

Demikian juga dengan keimanan, kesabaran, ketawakalan dll kita itu, tergantung dari isi pikir dan hati kita.  

Oleh karenanya sangatlah penting hati dan fikir kita itu bersih dan yang benar-benar dapat membersihkan hati dan fikir kita hanya Tuhan Yang Maha Esa yaitu melalui Ibadah Puasa, karna ibadah selain puasa adalah intinya hanya pemeliharaan kebersihan hati dan fikirnya saja.  

Bagaimanakah ketika kita berkehidupan dengan akal fikir dan hati yang bersih ?  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3