Mohon tunggu...
Abdullah Amas
Abdullah Amas Mohon Tunggu... simple
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

simple

Selanjutnya

Tutup

Politik

Golkar yang Tenggelam

18 Juli 2019   18:28 Diperbarui: 18 Juli 2019   18:35 0 0 0 Mohon Tunggu...
Golkar yang Tenggelam
twitter.com/sulaeman

Golkar Yang Tenggelam                               

(Oleh :Abdullah Amas)                                                 

Partai Golkar di beberapa survey nampak kalah oleh Gerindra, disebabkan oleh beberapa faktor padahal ceruk pemilih terbesar parpol adalah partai tengah nasionalis religius ala demokrat, golkar dan gerindra. Faktor pertama adalah mesin organisasi pendukung partai golkar banyak yang tak jalan.

KOSGORO 57 misalkan sudah bagus di bawah kepemimpinan Azis Syamsudin yang memilih dualisme dari Agung Laksono, dengan kegiatan kegiatan masif seperti menghidupkan barisan muda kosgoro yang juga dualisme namun habis gaungnya ketika Azis memilih ishlah dan diberi posisi wakil ketua umum kosgoro dibawah kepemimpinan Agung Laksono, yang lain seperti SOKSI dan MKGR nyaris gaungnya terasa ketika ada hut organisasi itu, sebetulnya ketika masih ada fahd a rafiq organisasi seperti AMPG, Gema MKGR dan lain lain nampak begitu bernyawa. Sekarang seperti Praja Muda Beringin cuma muncul kadang kadang. 

KEDUA, Faktor 212, gesekan pilihan ideologi yang dashyat bahkan sampai seorang kader perempuan pengurus DPP nya pindah dari Golkar ke Partai Berkarya, ketiga adanya Partai Berkarya sedikit banyak menyedot sebagian kader Golkar untuk pindah ke partai yang didirikan mantan kader Golkar Tommy Soeharto, kader Golkar lain yang meraih suara bagus di dapil DI Yogyakarta Titiek Soeharto malah juga ikut pindah ke Partai Berkarya. 

Empat pergantian ketua umum yang berkali kali selama tiga kali nyaris membuat energi Golkar untuk tampil dengan stamina terbaik di pileg 2019 nampak kehabisan energi ditambah faktor kelima kasus korupsi seperti E KTP yang menyeret kader Golkar, juga kasus yang menimpa Idrus Marham mantan sekjen Golkar. 

Kelima faktor ini membuat Golkar memasuki lorong gelap pemilu 2019, ditambah juga faktor terakhir gagalnya Partai Golkar menangkap peluang merebut suara millenial dalam hal ini ketua umum Partai Golkar. Airlangga yang tak selincah era setya novanto yang concren pada pemilih kawula muda yang jumlahnya besar, lihat betapa perhatiannya Setya Novanto pada kegiatan generasi muda. Sosok sosok pemikir Golkar seperti Rizal Ramli, Yuddy Chrisnandy juga Indra J Piliiang kita tunggu barangkali ada gebrakan dari mereka untuk golkar.         

VIDEO PILIHAN