Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bendera Putih dalam Covid-19, Idealnya Seperti Apa?

20 Juli 2021   18:59 Diperbarui: 21 Juli 2021   07:48 469
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi bendera putih. Kiri, di Malaysia. Sumber :  malaysiakini.com. Tengah, di Belgia : blogspot.com. Kanan di Garut : detik.com

White Flag di sini bukan salah satu grup band rock terkenal di Amerika Serikat, bukan juga salah satu lagu dinyanyikan Dido penyanyi terkenal Inggris atau lainnya.

White Flag atau bendera putih adalah simbol yang diakui dunia internasional tentang penyerahan diri, damai dan negosiasi seseorang, sekelompok atau satu kumpulan organiasai.

Mereka yang mengibarkan bendera putih tidak dibenarkan menembak (bawa senjata). Oleh kerenanya mereka yang membawa atau memasang atau memperlihatkan bendera putih seharusnya dilindungi karena mereka "mengakui" dipihak yang lemah dan bersedia menyerah diri.

Pengakuan internasional tentang hal itu ditulis dalam perjanjian Den Haag 1899 dan direvisi pada 1907.  

 Pada perang dunia pertama dan ke dua (PD 1 dan PD 2) penerapan tentang hal itu pada umumnya telah berlaku dan telah berjalan dengan baik meskipun di sana-sini masih ada yang tidak menggubrisnya karena alasan tertentu.

Simbol bendera putih  telah lama ada, sebut saja sejak jaman dinasti Han (220 SM hingga  20 SM) ketika tentara kerajaan menerima dan menghormati tentara musuh dan warga yang mengibarkan bendera putih.

Sampai kini bendera putih masih digunakan sebagai simbol yang mengandung beberapa makna disebutkan di atas termasuk dugunkan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kini terlihat orang-orang memasang bendera putih seperti di Malaysia dan Garut (Indonesia) meskipun  (di garut) dengan tambahan embel-embel emoji tertentu tapi yang tampak secara umum adalah bendera putih.

Pesan yang terkandung dalam bendera putih di Malaysia dan Garut adalah sama yakni butuh bantuan atau pertolongan.

Pertolongan itu bisa macam-macam, bisa saja butuh  bantuan para medis, butuh bahan pangan dan kebutuhan pokok mungkin juga butuh pemulihan ekonomi secara umum melalui permohonan penolakan PSBB, PPKM dan lain-lain sejenis itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun