Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Besar, ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Bukan Kutukan Sinophobia Italia Merona Akibat Corona, Ini Sebabnya

22 Maret 2020   12:30 Diperbarui: 22 Maret 2020   12:53 254 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Kutukan Sinophobia Italia Merona Akibat Corona, Ini Sebabnya
The military stands guard outside Milan's cathedral © Reuters via Ft.com edisi 28/2/2020

Warga Italia yang terpapar  akibat baru pulang dari China sangat sedikit sekali jumlahnya. Faktanya wabah corona menerjang Italia melebihi negara asalnya (China) karena warga Italia kurang membatasi kegiatan publik, padahal di dalam program pencegahan telah tercanum beberapa hal yang harus dihindari, salah satunya adalah kurangi atau tidak keluar rumah selama beberapa hari.

Susahnya menciptakan kesadaran warga Italia telah diakui oleh PM Italia,. Akibatnya, pemerintah Italia bertindak tegas mengenakan denda 206 euro bagi warga yang keluar rumah untuk tujuan selain bekerja dan berbelanja sejak 10/3/2020 lalu.

Sejak diberlakukan denda keluar rumah hingga 18/3/2020bayangkan saja, 51.892 orang telah didenda. Sementara itu 1.126 ditahan karena memberi informasi palsu (berbohong) pada Polisi tentang alasan keluar rumah dan Sebanyak 195 toko juga telah dikenakan denda. Selain itu 29 toko telah dipaksa tutup menurut sumber The Lccal edisi 20/3/2020.

Hikmah dari Sikap Warga Italia untuk Kita

Dari sini kita dapat memetik pelajaran bahwa dilarang keluar rumah pada penyebaran endemik adalah salah satu menurunkan sebaran inkubasi virus (Corona misalnya). Dilarang berkumpul secara dekat di tempat umum misal tempat ibadah untuk waktu tertentu BUKAN berarti melarang orang beribadah karena tujuannya (secara ilmiah) untuk menurunkan serangan endmik dan mencegah inkubasi virus lebih banyak terhadap korban baru.

Dilarang keluar rumah termasuk ke pasar modern dan pasar tradisional selama waktu tertentu bukan berarti membuat susah karena tidak ada kebutuhan pokok, karena di pasar tradisional paling banyak kuman berjangkit. Dalam kondisi seperti ini potensi menyebarnya virus bisa sangat banyak.

Pemerintah kita tidak perlu mengenakan denda seperti susahnya pemerintah Italia mengatur warganya. Tetapi para pemuka masyarakat, tokoh masyarakat, alim ulama, pemuka agama sebaiknya melihat cara ini dengan arif bijaksana, bukan melakukan provokatif, sebab mampu menekan mudharat lebih besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x