Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Besar, ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Selfie Terakhir Anggota DPR 2014-2019

1 Oktober 2019   01:22 Diperbarui: 1 Oktober 2019   09:48 152 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selfie Terakhir Anggota DPR 2014-2019
Selfie Terakhir anggota DPR 2014-2019 bersama ketua. Sumber Foto ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Hari Senin bukan saja hari paling menakutkan bagi sejumlah pekerja (karyawan atau pegawai atau aparatur) tapi juga berlaku pada anggota Dewan yang harus mengakhiri kiprahnya di panggung rakyat yang diberi nama Dewan Perwakilan di pusat, provinsi hingga kabupaten.

"I don't like Monday" mengandung konotasi negatif betapa hari Senin adalah hari yang menjemukan menghampiri sejumlah pekerja. Beberapa orang memperjelasnya menjadi "I hate Monday!"

Perasaan itu menghampiri sejumlah anggota DPR RI saat harus menjalani hari terakhir melaksanakan sidang Paripurna periode 2014 - 2019. Diantara anggota Dewan yang "pergi" momen sidang terakhir itu mirip sebuah acara perpisahan untuk satu periode ke depan atau beberapa periode bahkan untuk selamanya.

Lima tahun berkiprah di DPR apa yang telah mereka torehkan pada negara dan bangsa dibandingkan untuk partai dan sponsor? Setengah-setengah (fifty-fifty, 50% - 50%) atau seberapapapun tentu hati nurani anggota Dewan yang tahu. Dari luar pagar masyarakat sebagai katalisator dan dinamisator DPR dapat melihat tingkah polah, lagak, langgam dan gaya anggota DPR terpilih 2014 - 2019.

Tak sanggup mengurai banyaknya peristiwa kontroversialnya anggota DPR pada tulisan ini. Beberapa saja masih hangat dalam ingatan adalah :

  • Kasus korupsi dari "Bawang Merah sampai Bawang Putih" terjadi pada belasan anggota DPR.
  • Kasus jual beli jabatan hingga mencuri dana bantuan terjadi pada sejumlah anggota DPR
  • Kasus terima suap terjadi pada beberapa anggota DPR
  • Kasus terbitnya Surat Izin usaha pembangunan (IUP) menjerat beberapa anggota DPR.
  • Operasi Tangkap Tangan terjadi pada sejumlah anggota DPR adalah fakta betapa gesitnya dan cerdiknya anggota DPR dengan dalih atas nama kesejahteraan bangsa dan negara telah memperkaya dirinya dan koleganya.
  • Aksi anggota DPR itu tambah menyesakkan dada ketika melihat kepiawan mereka bersilat lidah dalam adu argumen pada sidang Dewan Kehormatan DPR. Sesuatu yang secara kasat mata telah jelas sebab dan akibatnya masih dibela mati-matian oleh segelintir anggota Dewan atas nama Dewan Kehormatan Anggota DPR.
  • Aksi anggota DPR diperparah lagi oleh munculnya oknum-oknum yang bersembunyi di balik atas nama rakyat tapi memperoleh tugas dari partainya untuk mengkondisikan, menjembatani dan melahirkan RUU tertenu hingga disahkan menjadi UU sesuai dengan order yang diperoleh Partai pengusungnya.
  • Belum selesai. Aksi tidak dewasa bahkan kekanakan diperlihatkan sejumlah anggota Dewan dengan tidak menghadiri sidang penting. Ironisnya ketika membahas anggaran mereka sampai berbusa-busa bahkan air botol mineral sampai mikropon melayang tidak bikin merasa bersalah, tapi bikin malu rakyat yang menonton.

Itulah "sumbangsih" atau kado anggota DPR 2014 - 2019. Maha karya mereka kekanakan lebih banyak merugikan ketimbang bermanfaat. Kado terakhir dan sangat tidak indah adalah pengesahan RUU Revisi kedua UU KPK disahkan oleh anggota DPR periode 2014 - 2019 pimpinan Fahri Hamzah yang pensiun dari pentas rakyat pada periode selanjutnya.

Tidak banyak yang simpati dan mengucapkan terimakasih pada mereka meskipun pasti ada yang berpikir sebaliknya. Oleh karenanya tidak banyak yang merasa kehilangan selain mengucapkan "Selamat jalan" untuk selamanya bagi anggota DPR yang telah mencederai amanat rakyat. Diulangi agar tidak salah penempatan : Bagi anggota DPR yagn telah mencederai amanat rakyat (besar atau sekecil apapun).

Sejarah telah berulang dan sering berulang. Anggota DPR telah pergi silih berganti terutama pasca Reformasi tabiatnya bagaikan layang lepas dari talinya atau bagaikan singa lepas dari kandangnya. Jadi tidak banyak harapan pada anggota DPR RI baru terpilih. 

Potensi perangai-perangai di atas berpeluang sangat besar terjadi dan terulang kembali karena partai dan sponsor membuat anggota DPR menjadi liar dan tak terkendalikan hingga periode kapanpun selama Partai masih menerima oder dalam menggalang RUU dari hulu sampai hilir.

Bagi yang telah pergi dari Senayan mungkin tidak akan terjangkiti lagi perasaan "I dont like Monday." Jika belum ada pekerjaan yang cocok paling berganti menjadi "I hate Monday," tidak enak menganggur dari anggota Dewan. 

Sanjungan dan pujian diterima selama menjadi anggota DPR ternyata palsu ketika melihat kenyataan dalam masyarakat tidak ada yang peduli meski sebagai mantan anggota DPR.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x