Mohon tunggu...
Abah Kabayan
Abah Kabayan Mohon Tunggu...

Wong cilik yang bukan penggemar hoak

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Ini Baru Pemimpin Rakyat yang 'Mantul', Tahu Betul yang Diinginkan dan Dibutuhkan Wong Cilik

25 Februari 2019   12:39 Diperbarui: 25 Februari 2019   13:51 108 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Baru Pemimpin Rakyat yang 'Mantul',  Tahu Betul yang Diinginkan dan Dibutuhkan Wong Cilik
Foto sumber: Detik.com

Pada hari  Minggu (24/2), di acara Konvensi Rakyat yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor,  calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kebangsaannya. Ada banyak hal yang diungkap oleh mantan Walikota Solo yang terkenal sederhana itu dalam pidato kebangsaannya. Salah satunya adalah tambahan  program pro kerakyatan andai Jokowi kembali jadi nakhoda republik.

Tambahan program program kerakyatan itu berupa kartu-kartu yang akan diperuntukkan benar-benar untuk rakyat. Kartu yang sangat dibutuhkan rakyat. Ada tiga kartu yang akan diluncurkan begitu Jokowi kembali memimpin. Tiga kartu itu adalah Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kuliah, dan Kartu Sembako.

" Ini kartu yang benar-benar mantul buat rakyat, bukti Jokowi itu memperhatikan rakyat kecil," kata Michael F Umbas, Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) menanggapi tiga kartu pro rakyat Jokowi, di Jakarta, Senin (24/2).

Bagi Umbas, tiga kartu yang akan diluncurkan nanti jika Jokowi kembali jadi nakhoda republik, bukti bahwa mantan Gubernur itu adalah pemimpinnya wong cilik. Pemimpin yang selalu memikirkan rakyat kecil. Ini tak heran memang, karena Jokowi adalah pemimpin yang berasal dari kaum jelata. Sehingga hatinya pun, peka terhadap apa yang dirasakan orang kecil.

"  Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Jokowi terhadap arus bawah, rakyat bawah yang menjadi representasi dirinya. Alhasil dibuktikan dengan program-program pro rakyat yang tepat," kata Umbas.

Michael F Umbas, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi. Foto dok.pribadi
Michael F Umbas, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi. Foto dok.pribadi
Umbas menambahkan, Jokowi lahir dari keluarga sederhana. Bahkan, pernah merasakan pahit getirnya bagaimana jadi orang kecil yang kerap dihimpit kesulitan hidup. Rumahnya pernah digusur. Jokowi bukan orang yang lahir dari keluarga orang kaya. Bukan anak pejabat. Apalagi anak menteri. Atau mantu petinggi negeri. Karena itulah, ketika ia dipercaya jadi pemimpin, ia tahu betul apa yang dirasakan kaum jelata. Orang -orang yang sering disebut wong cilik. Ini yang kemudian, termanifestasi dalam setiap kebijakannya. Termasuk tiga kartu baru yang akan diluncurkan nanti jika terpilih.


"  Kebijakan berbagai kartu ini manifestasi jawaban dari problematika dan romantika hidup Pak Jokowi ketika beliau pernah hidup susah, mengalami ketimpangan, dan himpitan hidup, memiliki ayah tukang jual bangku di pasar, tinggal di bantaran sungai dan pernah digusur," kata Umbas.

Jokowi lanjut Umbas, pemimpin yang memberi solusi. Tanpa banyak jargon dan retorika yang menggebu-gebu, Jokowi memberi jawaban nyata. Bukan pidato yang meledak-ledak. Tapi kerja yang dirasakan oleh banyak orang.

" Ya atas dasar itulah sosok Jokowi menjadi pemimpin yang ingin menjadi solusi, menjawab semua persoalan-persoalan rakyat miskin, arus bawah dan kaum marginal atau kaum marhaen menurut Bung Karno," ujar Umbas yang juga Wakil Ketua Rumah Aspirasi Rakyat #01 tersebut.

Kartu Indonesia Pintar misalnya kata Umbas, adalah kebijakan  untuk menjawab ketakutan akan pendidikan mahal. Sementara Kartu Indonesia Sehat untuk menjawab adagium "orang miskin dilarang sakit". Tak hanya itu, Program Keluarga Harapan atau PKH, tak lain adalah program untuk menjawab kemiskinan struktural yang sulit dientaskan. Lalu ada program Mekaar untuk memberi akses permodalan dan pasar bagi wirausahawan ibu-ibu rumah tangga. Maka kemudian dengan adanya tambahan kartu baru  yakni KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra-Kerja, ini bakal  mengcover banyak kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terjangkau kebijakan.

" Kami,  Arus Bawah Jokowi memberi jempol apresiasi dan ungkapan terima kasih yang tinggi karena negara dibawah kepemimpinan Pak Jokowi sungguh-sungguh hadir. Kebijakan Pak Jokowi Mantul (Mantap Betul) untuk Rakyat," katanya.

Lalu apa tiga tambahan kartu Jokowi yang akan diluncurkan di periode kedua kepemimpinannya itu? Mengutip pernyataan Jokowi di acara konvensi rakyat seperti dilansir Republika.co.id, Kartu Prakerja adalah kartu yang dikeluarkan untuk mendukung  program peningkatan pelatihan bagi  para pencari kerja. Nah, dengan kartu itu, para pekerja bisa mendapat akses untuk mendapatkan berbagai pelatihan  ketrampilan sebelum  mereka masuk ke dunia kerja.

Kata Jokowi, dengan kartu itu, para pencari kerja akan mendapatkan berbagai pelatihan misalnya,  layanan pelatihan koperasi, skilling, re-skilling, upskill. Dan pelatihan ini tak hanya untuk para pencari kerja tapi bagi pekerja ataupun yang mau berganti pekerjaan. Dan untuk mendukung itu, berbagai  balai latihan kerja (BLK) akan didirikan. Salah  satunya BLK komunitas di pesantren-pesantren. Para 2019, ditargetkan akan ada  1000 BLK komunitas. Tahun berikutnya, bisa didirikan hingga tiga ribu BLK komunitas.

Sementara Kartu Indonesia Pintar hingga kuliah, adalah kebijakan untuk memperkuat Kartu Indonesia Pintar yang sudah diluncurkan. Seperti diketahui, KIP sebelumnya diberikan hanya untuk mencover bantuan hingga tingkat SMA/SMK. Tapi dengan KIP hingga kuliah, program ini akan mencover bantuan hingga ke bangku perkuliahan. Dengan peningkatan KIP hingga bangku kuilau,  Jokowi berharap pendidikan anak-anak bangsa dapat terjamin. Sehingga anak-anak bangsa yang selama ini sulit untuk kuliah, bisa sekolah hingga ke bangku perguruan tinggi. Sedangkan kartu sembako murah adalah kebijakan untuk  memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) dan program rastra yang telah dijalankan selama ini.


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x