Mohon tunggu...
A1_Bierliana Rieska
A1_Bierliana Rieska Mohon Tunggu... Bierliana Rieska Wahyuni

Belajar Ikhlas

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pandemi Belum Berakhir, Kuliah Daring Makin Pusing

17 Juni 2021   11:25 Diperbarui: 17 Juni 2021   11:43 29 1 0 Mohon Tunggu...

Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut hingga saat ini, ditambah dengan munculnya mutasi varian baru dari virus ini yang semakin menambah laju penyebaran. Bagaimana tidak, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang kurang disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, baik itu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, bahkan menghindari kerumunan.

Virus yang diklaim sebagai Corona Virus Disease (Covid-19) ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina. Selanjutnya menyebar ke seluruh bumi dan negara-negara lain termasuk Indonesia. Adanya Covid-19 ini menyebabkan segala aktivitas di luar rumah menjadi terhambat. Berbagai kebijakan dari Pemerintah pun mulai diterapkan sebagai bentuk upaya guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu kebijakan Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan menerapkan "Work From Home", yaitu kerja dari rumah. Tidak hanya bekerja dari rumah, bahkan sekolah juga dari rumah. Begitupula dengan para mahasiswa yang harus menjalani kuliah secara daring atau dikenal dengan KulOn (Kuliah Online).

Pada awal diterapkannya kuliah online ini banyak mahasiswa yang merasa senang, banyak alasan yang membuat mahasiswa senang dengan kebijakan yang satu ini. Karena tidak perlu berangkat pagi ke kampus, bisa kuliah sambil rebahan, bahkan di dilakukan dengan hal lainnya. 

Selain itu juga, mahasiswa dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Biasanya proses belajar mengajar berupa presentasi dilakukan secara tatap muka, kini mahasiswa mulai memanfaatkan kecanggihan teknologi. Banyaknya platform-platform yang digunakan dalam membantu proses kuliah daring ini yaitu, zoom, google meet, google classroom, E-learning, dan masih banyak lagi.

Namun seiring berjalannya waktu perkuliahan daring ini, mahasiswa mulai merasakan banyaknya kendala-kendala. Awalnya mahasiswa berpikir dengan perkuliahan daring ini lebih santai dibandingkan dengan perkuliahan biasanya atau offline. Banyak yang dikeluhkan oleh mahasiswa saat perkuliahan daring ini berlangsung, mulai dari tugas yang selalu beranak pinak, kondisi jaringan yang tidak mendukung dikarenakan wilayah atau daerahnya masih terpelosok, tidak efektif dan efisien, serta kurang mampu memahami materi yang diajarkan.

Berdasarkan dari pengalaman saya sendiri, tentunya perkuliahan offline sangat berbeda dengan perkuliahan daring saat ini. Saya sendiri lebih memilih perkuliahan offline, selain dengan adanya keluhan-keluhan diatas, menurut saya sangat susah untuk melakukan kuliah daring terlebih lagi kuliah praktikum. Dimana kuliah praktikum menuntut kita untuk memahami serta mempraktikkan secara langsung, tetapi dengan adanya perkuliahan daring saat ini kelas praktikum pun digantikan dengan pengerjaan laporan praktikum. Disini kita mendapatkan materi praktikum, tetapi masih tidak bisa untuk mempraktikkan skill yang kita miliki, terutama jika jurusan yang diambil memiliki banyak sekali praktikum contohnya seperti fakultas ilmu kesehatan.

Selain banyak dampak negative dari perkuliahan daring ini, juga terdapat dampak positif yang ditimbulkan, seperti memahami dan mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi ke hal yang positif, dapat mengulang materi yang direkam, mahasiswa lebih kreatif, tempat dan waktu perkulihan fleksibel, dan masih banyak lagi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x