Mohon tunggu...
Ire Rosana Ullail
Ire Rosana Ullail Mohon Tunggu... Administrasi - irero

Content Writer | Sosial Budaya | Travel | Humaniora | Lifestyle | Bisnis | Sastra | Book Sniffer | Bibliophile | Bibliomania | Tsundoku | email : irerosana@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Sebuah Cerita Pahit dari Film "Women from Rote Island"

23 Februari 2024   08:24 Diperbarui: 24 Februari 2024   01:39 1234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film Women from Rote Island. Sumber: Tangkapan layar Youtube Bintang Cahaya Sinema

Film ini menyisakan rasa getir yang tak berkesudahan. Bukan sekadar film, isu kekerasan seksual yang diangkat dalam "Women from Rote Island" lebih dari sekadar fiksi. Bahkan isu ini masih bergentayangan bebas ke setiap sudut daerah di negeri ini tanpa terkecuali.

Sosok yang menarik iba penonton itu bernama Martha. Ceritanya Martha pulang dalam keadaan depresi pasca merantau menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal di negeri Jiran.

Bukannya semakin membaik setelah kembali ke kampung halaman, Martha justru banyak mengalami kekerasan seksual dan diskriminasi bahkan harus dirantai karena dianggap gila dan membahayakan oleh masyarakat sekitar.

Penderitaan enggan sekali beranjak, dalam kondisi kaki dirantaipun Martha harus diperkosa dan hamil oleh sosok yang hingga separuh film masih dirahasiakan.

Tak hanya itu, Bertha, adik perempuan Martha satu-satunya tiba-tiba hilang tanpa jejak. Jawaban kemana si Bertha  rupanya justru semakin menambah jumlah penderitaan yang harus keluarga itu pikul.

Sang sutradara Jeremias Nyangoen sengaja menghadirkan sosok Martha untuk menggambarkan kenyataan yang dialami para TKW ilegal dari daerah Nusa Tenggara Timur.

Menurut informasi yang Jeremias dapat, dari 150 TKW yang berangkat, 100 kembali dengan peti mati sementara sisanya mengalami depresi.

Di film ini pelecehan seksual digambarkan tersebar secara murah meriah. 

Seorang pemuda menggesekkan kemaluannya ke Orpa (Ibu Martha) ketika berbelanja di pasar. Seorang pemuda lain mengintip rok dan menempelkan tangannya ke payudara Martha ketika ia terjatuh dari pohon.

Murah sekali! Seolah segala hal semacam itu lumrah terjadi dan dianggap barang becandaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun