Mohon tunggu...
Ire Rosana Ullail
Ire Rosana Ullail Mohon Tunggu... irero

Book Sniffer.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

5 Waktu Terburuk Bertemu Mantan dan Cara Menghadapinya

12 Februari 2020   22:37 Diperbarui: 16 Februari 2020   21:05 581 13 2 Mohon Tunggu...
5 Waktu Terburuk Bertemu Mantan dan Cara Menghadapinya
Sumber: unsplash.com/@charliefoster

Memiliki mantan memang sedikit menyusahkan. Sering berkomunikasi dibilangnya belum move on, tidak menghubungi bilangnya masih sakit hati. Dianggap teman biasa tidak bisa, dianggap spesial, sudah bukan haknya.

Apalagi jika sekarang kita sudah memulai hubungan yang baru dengan orang lain, perkara mantan akan menjadi lebih sensitif. Terlebih bagi wanita. 

Mereka bisa mendadak ngambek tanpa mengucap sepatah katapun. Usut punya usut ternyata karena kita tanpa sengaja bertemu dengan mantan di jalan.

Padahal niatnya sekadar basa basi dan say hello untuk pantas-pantasan, tapi pasangan kita ngambeknya kok betulan. 

Sudah begitu, segala hal akan melebar ke mana-mana, yang dibilang kita masih ada rasalah, punya niat balikanlah, mantan terindahlah. Ck ck, ada-ada saja alasan seseorang untuk cemburu.

Apapun itu selama kita punya mantan, kita akan selalu dikejutkan dengan pertemuan-pertemuan tak terduga dengan mereka. Adakalanya bahkan tanpa sengaja bertemu di saat-saat yang bisa dibilang kurang tepat. 

Seorang penasihat dan pakar hubungan bersertifikat David Bennet berpendapat bahwa momen bertemu dengan mantan memunculkan berbagai emosi dan emosi sering kali merupakan reaksi yang mendalam dan kuat sehingga tubuh tidak selalu bisa menjelaskan atau mengendalikan secara rasional (msn.com)

Lalu kapan saja waktu terburuk ketika kita bertemu mantan dan bagaimana sebaiknya kita bersikap?

Pertama, ketika mantan datang membawa sebuah kertas di tangannya. Ya benar! Maksud saya itu, undangan pernikahan. Saat paling canggung bertemu mantan adalah ketika ia menyampaikan sendiri undangan pernikahannya. 

Lebih canggung lagi kalau kita masih ada rasa, pasti akan sulit untuk bereaksi. Ingin tersenyum bahagia, tapi kok hati teriris-iris, ingin menangis tapi malu dan takut ketahuan kalau masih ada rasa.

Bagi sebagian orang kondisi ini tentunya tidak mudah. Dan banyak dari mereka justru terjebak situasi dengan memasang mimik yang cenderung terlihat dibuat-buat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x