Mohon tunggu...
widyapwkuniversitasjember
widyapwkuniversitasjember Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Halo

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Program Pemerintah untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

12 Oktober 2022   19:34 Diperbarui: 12 Oktober 2022   19:43 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Indonesia termasuk ke dalam negara berkembang. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia adalah masalah kemiskinan. Indonesia berada di peringkat ke-4 setelah India, Nigeria, dan Bangladesh sebagai negara penyumbang orang miskin terbanyak di dunia. Hal tersebut sangat memprihatinkan, walaupun BPS mengatakan bahwa tahun ini kemiskinan di Indonesia sudah mengalami penurunan, tetapi fenomena kemiskinan di Indonesia tetap tergolong tinggi. Kemiskinan merupakan suatu kondisi pada seseorang atau kelompok yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dalam kehidupan. Kemiskinan menunjukkan keadaan serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh orang miskin tersebut, melainkan karena tidak bisa dihindari dengan kekuatan yang dimilikinya Masalah kemiskinan di Indonesia sendiri bisa dikatakan cukup memprihatinkan. Dibuktikan dengan sekitar 24,79 juta orang yang digolongkan miskin di Indonesia.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengutakaran bahwa masalah kemiskinan ini masih menjadi masalah serius yang dihadapi pemerintah Indonesia. "Masalah kemiskinan masih tetap menjadi persoalan serius yang akan kita hadapi. Penanggulangan kemiskinan yang dilakukan melalui berbagai kegiatan ekonomi secara luas dan program-program yang diarahkan untuk secara khusus mengentaskan kemiskinan telah menghasilkan penurunan jumlah orang miskin, walaupun dengan laju penurunan yang relatif lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada bulan September 2011 jumlah orang miskin mencapai 12,36 persen. Angka itu berada di dalam range sasaran," ucap Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana saat siaran persnya kepada okezone, Selasa (3/1/2012).

Beliau menegaskan masalah kemiskinan tidak selalu sama dengan masalah pengangguran. "Keduanya berkaitan, namun tidak selalu dalam arah yang sejalan, misalnya kemiskinan selalu meningkat karena pengangguran meningkat, atau sebaliknya," ucapnya.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan bahwa pengangguran adalah fenomena yang menonjol di perkotaan, tetapi untuk fenomena kemiskinan adalah fenomena yang menonjol di perdesaan. Perbedaan kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan sangat tinggi, begitu pula perbedaan kemiskinan antar provinsi.

Kemiskinan menjadi masalah serius di hampir seluruh negara di dunia termasuk negara Indonesia. Kemiskinan tetap serta akan selalu dipandang sebagai masalah yang serius bagi negara-negara di dunia, khususnya negara berkembang. Kemiskinan tidak hanya merujuk pada dimensi ekonomi saja. Kemiskinan yakni masalah multidimensi artinya kemiskinan tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga menjadi salah satu permasalahan nasional. Penyebab timbulnya kemiskinan berasal dari dalam dan dari luar penduduk miskin. Penyebab dari dalam diantaranya rendahnya kualitas sumber daya manusia dan sikap individu tersebut. Sedangkan penyebab dari luar adalah keterbatasan sumber daya alam, tatanan sosial dan kelembagaan dalam masyarakat, kebijakan pembangunan, kesempatan kerja yang terbatas dan persaingan yang menyebabkan terpinggirnya penduduk miskin.

Hal ini berarti kemiskinan salah satunya disebabkan oleh perkembangan ekonomi yang disusun oleh pemerintah gagal untuk dilaksanakan. Oleh sebab itu, Pemerintah harus mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah kemiskinan ini. Pemerintah selalu mengusahakan yang terbaik agar Indonesia dapat terlepas dari masalah kemiskinan yang terus meningkat. Pemerintah membentuk program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia salah satunya dengan membentuk suatu program yang diberi nama Program Keluarga Harapan (KPH). Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan sosial bersyarat dari Pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Tujuan umum dari program ini adalah untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM serta akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial dalam rangka meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin. Penerima PKH disebut dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program KPH sudah dilaksanakan sejak tahun 2007. Program Keluarga Harapan dibentuk untuk menjadi center of excellence dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang ada di Indonesia. Proses pelaksanaan program ini memerlukan langkah yang pasti dan matang untuk mencapai keberhasilan. Hal ini juga mengacu pada banyaknya provinsi dan penduduk yang Indonesia.

Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dilaksanakan di Kabupaten Tuban. Terdapat 11 kecamatan di kabupaten Tuban yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), yakni kecamatan Tambakboyo, Jenu, Jatirogo, Singgahan, Parengan, Bangilan, Kenduruan, Rengel, Grabakan, Widang dan Kecamatan Tuban. Ada sebanyak 10.793 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) tinggal di 11 kecamatan tersebut. Di kecamatan Jenu sendiri terdapat 1.239 RTSM yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdiri dari 17 desa. Berkaitan dengan hal tersebut implementasi Program Keluarga Harapan Program (PKH) yang terdapat di desa Beji ini didasarkan atas kondisi dari masyarakat terkait masalah pemenuhan kebutuhan hidup yang masih kurang. Dari data yang diperoleh dari 17 desa, jumlah penerima program berjumlah 1031.

Desa Beji menjadi desa di kecamatan Jenu yang paling banyak mendapat bantuan yakni sekitar 130 RTSM yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), selain itu juga masyarakat Beji penduduknya relatif bermata pencaharian sebagai nelayan, hal itu merupakan kelompok miskin karena masyarakatnya hanya mengandalkan nafkah dari alam sehingga penghasilan yang didapat tidak stabil, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan karena masyarakat lebih dominan memprioritaskan kebutuhan sehari hari dari pada mementingkan arti kesehatan dan pendidikan itu sendiri. Program keluarga harapan (PKH) yang terdapat di desa Beji ini didasarkan pada tingginya jumlah rumah tangga miskin. Program Keluarga Harapan (PKH) mensyaratkan peserta PKH untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan agar dapat meningkatkan taraf kesehatan secara optimal. Sasaran atau Penerima bantuan PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun berada pada lokasi terpilih. Penerima bantuan adalah Ibu dan/atau ibu hamil/nifa atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan.

Dalam pelaksanaannya target pelaksana program keluarga harapan (PKH) di desa Beji terdiri kondisi sosial ekonomi RTSM setelah mendapatkan program keluarga harapan (PKH) ini mengalami perubahan, taraf pendidikan anak-anak RTSM yakni adanya kualitas pendidikan berupa keaktifan untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas dan balita dibawah 6 tahun dari RTSM. Dibuktikan dengan adanya partisipasi aktif peserta untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, dan terpenuhinya akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi RTSM. Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa setiap tahunnya jumlah peserta PKH di desa Beji mengalami penurunan. Hal ini membuktikan dengan adanya bantuan PKH tersebut setidaknya akan mengurangi angka kemiskinan. Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari RTSM melalui bantuan khusus di bidang pendidikan dan kesehatan diharapkan masyarakat miskin di desa Beji Kecamatana Jenu menjadi semakin sejahtera.

Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Yang mana Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut diberikan kepada masyarakat miskin di wilayah kabupaten Tuban. Dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut diharapkan masyarakat yang kurang mampu dapat merubah keadaan perekonomiannya menjadi lebih baik dan sejahtera.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun