Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Penulis

Novel terbaru: Kita, Kata, dan Cinta (Diva Press, 2019). Twitter: @1bichara; IG: @khrisnapabichara Pepuja Hati: @amelwidyaa

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Mengoreksi Tulisan Pak Rektor

21 April 2019   13:24 Diperbarui: 21 April 2019   13:41 517 17 12
Mengoreksi Tulisan Pak Rektor
Dokumentasi Pribadi

Jika tulisan mahasiswa yang sedang bimbingan skripsi dicoret-coret oleh dosen pembimbing, itu lazim terjadi. Beda perkara kalau tulisan Pak Rektor yang dikoreksi.

Coba simak gambar berikut.

Dokpri
Dokpri

Berdasarkan gambar tersebut, tampak jelas betapa lemahnya Pak Rektor dalam urusan tulis-menulis. 

Pilihan kata asal-asalan, bahasa gado-gado, tanda baca semrawut, serta komposisi kalimat yang amburadul. Untung saya bukan mahasiswa beliau. Kalau saja saya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Kebangsaan RI, beliau sudah pasti saya protes habis-habisan. 

Pilihan Kata yang Menggemaskan

Mari kita ulik satu demi satu pilihan diksi Pak Rektor.

Konprensi. Kata keliru ini tertera di judul. Lengkapnya: Konprensi Pers Indonesia Menang. Entah dari mana Pak Rektor memungut kata ini. Sepertinya Pak Rektor malas ke perpustakaan atau tidak punya KBBI. Kata yang tepat adalah konferensi.

Survey. Kata ini kita serap dari bahasa Inggris dengan penulisan survei. Artinya beragam, tergantung konteks situasi atau makna kalimat yang ditaja. Jika berurusan dengan tanah, survei bisa berarti melihat-lihat atau mengukur. Dalam kaitan riset, survei berarti penelitian. Jadi, penulisan yang tepat adalah survei.

Terpercaya. Dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia, konsonan /r/ pada awalan 'ter-' harus diluluhkan apabila bertemu dengan kata dasar yang suku pertama berakhiran /-er/. Contoh: tebersit (terpancar samar-samar), tepermai (paling permai), tepermanai (tiada terbilang). Mengingat kata dasar yang digunakan Pak Rektor adalah 'percaya' maka kata yang tepat adalah tepercaya.

Marjin Of Error. Istilah yang kerap dipakai di dunia statistik ini jelas dipulung oleh Pak Rektor dari bahasa Inggris. Artinya toleransi kesalahan. Penulisannya margin, bukan marjin. Jadi penulisan yang tepat adalah margin of error.

Exit Pool. Sungguh keteledoran yang hakiki tatkala seorang rektor tidak dapat membedakan antara exit pool dan exit poll. Apakah jajak pendapat dilakukan di kolam renang? Kalau di TPS, mestinya exit poll. Padanan yang pas, atas usulan Ivan Lanin, adalah japat keluar TPS.

Sampling Randon. Rasanya mustahil jika beliau tidak tahu penulisan random. Anggap saja salah tik. Akan tetapi, penulisannya gabungan kata juga keliru. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang menggunakan pola DM, bahasa Inggris memakai pola MD. Jadi, seharusnya random sampling.

Memenangkan. Pasangan Prabowo-Sandi ikut dalam Pilpres 2019. Dengan demikian, kata yang tepat adalah menang atau memenangi. Adapun memenangkan berarti "membuat jadi menang". Kata ini ditujukan kepada pihak lain yang membuat seseorang atau sesuatu menjadi menang.

Kontenstansi. Ini kata yang paling membingungkan. Beginilah akibatnya kalau Pak Rektor sok nginggris. Apa arti kata ini, Pak? Konten instansi? Kontestasi? Baiklah, barangkali kata yang ingin Pak Rektor gunakan adalah kontestasi.

Menata Rilis yang Berantakan

Selain ketakcermatan menggunakan istilah asing, Pak Rektor juga terlihat kedodoran dalam menggunakan bahasa Indonesia. Bukan hanya pilihan dan penempatan kata, struktur kalimat pun tidak tepat.

Mari kita ulik mulai dari paragraf teras atau pembuka. Dalam rilis yang dilansir oleh Pak Rektor tercantum paragraf teras sebagai berikut.

Dokpri
Dokpri
Perbaikan:

Dokpri
Dokpri
Penggunaan "dari hasil" pada awal kalimat agak rancu karena dapat memacu ketaksaan makna. Perlu disadari bahwa "dari hasil" menandakan makna "sudah ada hasil". Padahal maksud yang diinginkan oleh kalimat adalah "kajian akademis dilakukan berdasarkan standar statistika".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2