Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru - Guru.

Guru profesional Bahasa Jerman di SMA Kristen Atambua dan SMA Suria Atambua, Kab. Belu, Prov. NTT. The Winner of Topik Pilihan Kolaborasi Kompasiana "Era Kolonial: Pengalaman Mahal untuk Indonesia yang Lebih Kuat" dan Peraih The Best Konten Pada Kompetisi Klasmiting Kompasiana Periode Juli-September 2022.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Lima Bukti Matahari Melakukan Rotasi Diferensial yang Rumit

17 September 2022   06:38 Diperbarui: 17 September 2022   21:20 76 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Matahari (Sumber foto: Dokumen pribadi).

Pusat Tata Surya kita, Matahari,  ternyata bukan benda angkasa luar yang tak bergerak sama sekali. Di abad 17,  penyair besar Jerman Friedrich Schiller menulis sebuah balada indah tentang Matahari. Ia menulis: "Bola api tanpa jiwa berputar, Helios mengarahkan kereta emasnya dengan tenang"

Di abad ini, para fisikawan Jerman mengingatkan umat manusia terhadap apa yang sudah dipikirkan penyair besar Jerman Schiller dalam gaya bahasa sastra bahwa Matahari adalah bola api yang dapat berputar. 

Schiller, sama seperti Goethe memahami Matahari sesuai apa yang dialami umat manusia di Bumi saat itu. Orang-orang sezaman Schiller dan Goethe tidak tahu banyak apa yang dilakukan Matahari, mereka lebih condong berpendapat bahwa Matahari itu tak bergerak sama sekali. 

Para fisikawan Jerman, khususnya dari Institut Max-Planck, mendasari penelitian mereka terhadap Matahari dari apa yang sudah ditulis Schiller. Akhirnya para fisikawan menemukan bahwa ternyata Matahari berputar dengan sendirinya dengan cara yang jauh lebih rumit dari Bumi. Terdapat 5 bukti bahwa Matahari berputar dengan cara yang rumit, yaitu:

(1). Gradien suhu ekstrem antara lapisan inti Matahari dengan lapisan terluar Matahari menyebabkan rotasi diferensial jauh lebih rumit dari Bumi. Gradien suhu ekstrem juga ada di luar lapisan Matahari setebal 200.000 km. Di dalam inti Matahari, pada suhu 15,6 juta derajat Celcius, gas Hidrogen diubah ke gas Helium. Dalam proses ini, sejumlah energi yang tak terbayangkan dilepaskan dalam bentuk radiasi, yang sebagian besar diserap dalam perjalanan ke lapisan luar.

(2). Perbedaan suhu bagian dalam Matahari yang tinggi dengan bagian permukaan Matahari yang relatif "lebih dingin" (hanya 5.500 C) menyebabkan turbulensi yang kuat pada lapisan di antaranya. Kita dapat memahami ini dengan melihat kondisi cuaca di Bumi. Di Bumi, perbedaan suhu yang ekstrem menyebabkan perbedaan kondisi cuaca yang ekstrem. 

(3). Turbulensi di Matahari menciptakan rotasi kompleks dari Matahari. Rotasi diferensial bertanggung jawab untuk membalikkan polaritas medan magnet Matahari setiap 11 tahun dalam siklus matahari.

(4). Bagian inti Matahari juga berputar dengan rotasi yang memiliki asal berbeda. Matahari terbentuk dari awan gas yang sudah berputar. Rotasi Matahari telah ada setelah pembentukan Matahari.

(5). Matahari berputar di sekitar pusat Bima Sakti bersama dengan seluruh sistem planet sekitar sekali setiap 220 juta tahun. Selain itu, Matahari juga melakukan perjalanan orbit melalui bidang cakram galaksi Bima Sakti setiap 62 juta tahun sekali.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan