Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru - Guru.

Guru profesional Bahasa Jerman di SMA Kristen Atambua dan SMA Suria Atambua, Kab. Belu, Prov. NTT.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Cahaya Bulan Purnama di Tanggal 10 September 2022 Bersaing dengan Cahaya Terang Venus

10 September 2022   22:35 Diperbarui: 1 Oktober 2022   20:55 357 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cahaya Venus dan Bulan purnama di 10/9/2022 (Sumber gambar: Dokpri).

Di tempat saya tinggal (Belu-NTT), Bulan purnama pada Tanggal 10 September 2022 Jam 20.30 Wita terjadi secara tidak biasa karena cuaca malam tiba-tiba berawan sehingga tidak mendukung pemandangan Bulan purnama.

Langit malam tiba-tiba dipenuhi awan tebal. Awan menutup langit sejak Jam 19.00 Wita malam sehingga bulan tidak dapat dilihat dengan baik. Langit penuh awan hitam dan tampaknya agak mendung. Padahal daerah saya masih ada dalam musim kemarau. 

Barulah sekitar Jam 20.30 Wita, langit malam perlahan terbuka dengan satu-dua gumpalan awan masih ada di sekitar Bulan purnama. Tentu, adanya awan adalah kejadian yang tak diinginkan karena para penikmat Bulan purnama inginkan langit bersih tanpa awan agar dapat menikmati Bulan purnama dengan baik.

Kejadian awan tebal di Tanggal  10 September 2022 malam ini adalah peristiwa alam biasa menjelang perubahan arah angin Muson. Seperti diketahui bahwa wilayah Indonesia pada periode bulan Oktober-April setiap tahun sedang dilanda angin muson Barat. 

Sedangkan periode bulan Mei-September adalah angin muson Timur. Jadi pada bulan September saat ini adalah saat-saat terakhir bertiup angin muson Timur. Nantinya mulai bulan Oktober akan bertiup angin muson Barat.


Selain awan tebal menutup langit malam 10/9/2022, Bulan purnama kali ini terjadi di mana bulan berada dekat dengan cahaya planet Venus. Cahaya kuat planet Venus bagaikan sebuah ataraksi fenomenal alamiah pada bulan September 2022 di langit malam. 

Sudah selama 9 bulan ini, Venus telah berada di cakrawala malam sepanjang tahun 2022. Venus ada di langit malam sejak Januari 2022 sampai dengan September 2022. 

Tidak setiap Bulan purnama adalah gerhana bulan. Bulan memiliki efek misterius kuat terhadap kehidupan manusia, hewan dan alam. Asumsi pembentukkan bulan adalah bahwa bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. 

Pada saat bulan terbentuk 4,5 miliar tahun lalu, Bumi baru saja berumur 50 juta tahun. Diasumsikan bahwa planet Bumi kita dihantam oleh benda angkasa luar dengan massa sama dengan planet Mars. Tabrakan itu membentuk bulan.  

Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan