Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Teori Kekeringan di Provinsi NTT Menurut Aristoteles

8 September 2021   09:01 Diperbarui: 8 September 2021   09:51 186 5 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Provinsi NTT adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak daerah kering. Daerah-daerahnya hanya memiliki curah hujan yang sedikit sepanjang tahun. Kata 'kekeringan' diidentikan dengan kondisi tanah yang ketiadaan air. Namun di balik kekeringan, terdapat anugerah besar. Daerah-daerah di Provinsi NTT sebenarnya memiliki lebih banyak material berharga daripada daerah-daerah tidak kering.

Buku De generatione et corruptione

Aristoteles dalam bukunya De generatione et corruptione mengatakan, alam yang kering memiliki lebih banyak materi daripada alam yang tidak kering. Buku De generatione et corruption karya Aristoteles berisi hasil penyelidikan Aristoteles tentang hal-hal yang berada di luar objek dengan mengamati objek nyata.

Aristoteles yakin terhadap banyak kontribusi bagi manusia akibat dari 4 elemen penyebab, yaitu: bumi/tanah, air, api dan angin. Segala sesuatu ada melalui 4 penyebab ini. Aristoteles menyelidiki hasil-hasil akibat pertentangan antara 4 penyebab itu, hasilnya: panas, dingin, kering dan lembab. Ia juga mengamati jenis-jenis komposisi yang dibentuk oleh panas, dingin, kering dan lembab di alam. 

Api bersifat panas dan kering, udara bersifat panas dan lembab, air bersifat dingin dan lembab, bumi atau tanah bersifat dingin dan kering. Panas dan dingin bersifat aktif, sedangkan lembab dan kering bersifat pasif. Aristoteles juga mengamati saat air mendidih, penguapan, pembakaran dan perubahan air menjadi udara dan bumi menjadi api.

Bagi Aristoteles, panas dan dingin selalu beroposisi atau berkontradiksi atau berlawanan. Dingin adalah perampasan panas. Kekeringan adalah kekurangan kelembaban. Kekeringan memiliki lebih banyak objek material daripada lembab dan dingin, karena kekeringan itu membumi.

Menurut Aristoteles, setiap elemen penyebab itu secara alami cenderung bergerak ke tempatnya yang tepat: api cenderung bergerak ke atas, bumi cenderung bergerak ke bawah, udara dan air cenderung bergerak di tengah. Pergerakan itu terjadi secara teratur dan terus-menerus dalam jalurnya yang teratur. Tidak ada satu dari antara elemen-elemen penyebab itu berpindah ke jalur milik elemen penyebab lainnya.

Konsekuensi positif dari kekeringan menurut Aristoteles dalam bukunya De generatione et corruption ialah kekeringan memunculkan lebih banyak materi, berupa: tanah, batu, pasir, dll. Materi-materi itu adalah benda-benda berharga. Material-material berharga  adalah kekayaan potensi untuk diolah ke produk-produk jadi/siap pakai.

Kekeringan Sebagai Anugerah

Di Provinsi Nusa Tengara Timur, terdapat banyak jenis batu berharga dan tanah berbatu dan berpasir. Material-material padat mengandung potensi berwujud material kering tentu saja banyak ditemukan di daerah NTT, sebutnya saja: pasir, batu bangunan, batu mangan, batu marmer, batu-batu perhiasan berharga, dll.

Material-material  berharga di Provinsi NTT muncul karena kekeringan selama musim kemarau di Provinsi NTT. Selain materi-materi berharga, panas matahari yang cerah sepanjang hari juga merupakan potensi yang siap diolah menjadi sumber energi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan