Mohon tunggu...
SYAHIRUL ALEM
SYAHIRUL ALEM Mohon Tunggu... Pustakawan - Pustakawan

hobi Menulis dan Berkebun Profesi Pustakawan dan wirausaha

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Link Literasi Alam di Lingkungan Sekolah

22 Februari 2024   13:21 Diperbarui: 22 Februari 2024   15:18 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
QR Code sebagai Link Literasi Alam di Lingkungan Sekolah (Dok. pribadi)

 Pepatah mengatakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang", seringkali kita cueki lingkungan di seputar kita. Tanaman pepohonan dan berbagai benda di sekitar lingkungan hanya di pandang sebagai asesories hidup saja. Bagi para pemerhati lingkungan tanaman adalah cermin keindahan lingkungan. Bagi yang cuek terhadap keberadaan lingkungan bisa jadi melakukan tindakan pengerusakan sebagai pelampiasan kegalauan hidup. Menjadi kebiasaan rutin Pepohonan yang tumbuh bersemi di musim hujan akan terpangkas batang maupun dedaunannya sedangkan pada musim kemarau bisa juga kurang sumber air karena tiada ketekunan untuk merawatnya. Banyak orang yang tidak tahu siapa sebenarnya tanaman maupun pepohonan yang ada di seputar lingkungan kita. Hanya segelintir orang yang mengetahui jenis pepohonan tersebut itupun karena mengajar di bidangnya atau sebagai bakul tanaman yang harus akrab dengan profesi yang digelutinya.

Supaya lebih mengakrabkan warga sekolah dengan lingkungannya terutama benda-benda seperti pohon maupun tanaman maka perpustakaan Sekolah menggagas tentang pentingnya literasi alam yaitu untuk mengenalkan secara rinci apa dan siapa tanaman maupun pepohonan tersebut pada orang-orang di lingkungan sekolah. Harapannya semakin mengenal jenis pohon dan tanaman tersebut, warga sekolah juga makin tergerak hatinya untuk merawat pohon mauapun tanaman tersebut. Bagaimana proses literasinya yaitu dengan memindai QR Code  yang tertempel pada pepohonan maupun tanaman yang ada pada tanaman tersebut dengan memindai QR Code secara otomatis akan terhubung dengan link pustaka yang berisi tentang pengetahuan pohon maupun tanaman tersebut. Informasi detailnya bisa langsung koneksi dan di baca di android masing-masing.

Gagasan ini tidak langsung jadi sesuai dengan kosep awalnya karena harus melibatkan berbagai pihak yaitu guru IPA ynag diharapkan menamai pohon maupun tanaman  tersebut sesuai dengan nama latinnya. Selain itu juga tenaga kebersihan juga ikut merawat tanaman itu dengan baik. Kerja-kerja yang membutuhkan kerjasama dan ketekunan semua pihak. Pihak  pustakawan sekolah juga  harus mampu memfasilitasi link pustaka pohon-pohon tersebut. Bermula dari beberapa pohon yang ada dan telah tumbuh di sekitar sekolah nanti bisa dikembangkan berbagai tanaman terutama tanaman yang jarang ditemukan di lingkungan sekolah lainnya.

Penyediaan fasilitas link pustaka pada pohon maupun tanaman di lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari dinamika perpustakaan sekolah yang berkemajuan. Setidaknya image perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku yang ada di rak saja tapi apapun yang terdapat di lingkungan sekolah adalah bagian dari pustaka alam perpustakaan sekolah. Manfaat lainnya adalah keberadaan link pustaka alam ini makin mengenalkan manfaat perpustakaan sekolah sekaligus untuk mengakrabkan warga sekolah dengan lingkungan sekitar sekolah. Karena mengenal dan tidak mengenal itu sudah berbeda, bagi yang mengenal timbul rasa sayang terhadap pohon maupun tanaman sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT.

Literasi alam perpustakaan sekolah Kudus juga bagian dari pelestarian lingkungan. Kesan pohon maupun tanaman hanya sebagai penghias atau pelengkap yang tumbuh di halaman sekolah akan sirna karena keberadaan tanaman tersebut bagian dari gerakan hijau untuk mengurangi berbagai polusi di udara yang kian pekat saja. Literasi alam ini juga bisa dimanfaat untuk pembelajaran Mapel IPA sebagai alat untuk memahami berbagai tumbuhan yang hidup di lingkungan sekolah. Banyak manfaat yang dapat dipetik secara langsung bila lingkungan terkoneksi dengan perpustakaan karena tanaman maupun pohon tersebut juga bagian dari pengetahuan pustaka lingkungan. 

Era serba instant dan mudah membuat perpustakaan sekolah harus berbenah tidak menyalahkan zaman tapi menyelaminnya dengan mengarah secarah positif. Barangkali  muncul kebosanan berliterasi disebabkan  untuk menambah pengetahuan harus mencari literasi buku-buku. Dengan Memindai QR Code  secara otomatis pengetahuan sudah ada pada genggaman warga sekolah terutama siswa Sekolah,  Diharapkan anak-anak sekolah mempunyai nilai lebih yaitu wawasan tentang lingkungan.

Cinta Alam

Pengenalan berbagai tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan cinta lingkungan dengan berbagai tanaman yang tumbuh, sehingga dengan semakin mengenal ada semacam kecintaan untuk menjaga dan merawat tanaman tersebut. Karena tumbuh-tumbuhan yang ada juga memiliki berbagai aspek pengetahuan yang juga bisa di ambil manfaatnya untuk kepentingan bersama baik itu tanaman yang tumbuh bunganya ataupun tanaman buah.

Seringkali tanaman yang tumbuh di lingkungan sekolah diabaikan begitu saja karena tidak mengenal sama sekali oleh karena itu dengan adanya link yang ditempel pada tanaman tersebut makin membuka ruang komunikasi dalam berliterasi dengan lingkungannya. Bahan-bahan pustaka yang biasanya harus berkunjung ke perpustakaan bisa diambilkan langsung pada lingkungan sekitarnya. Bila bahan pustaka tersebut terkait dengan segala sesuatu yang ada pada lingkungan sekitar. Sehingga bila memungkinkan lingkungan sekolah dan berbagai benda yang ada juga bagian dari pustaka perpustakaan sekolah. Bisa dikatakan makin lengkap pula referensi perpustakaan sekolah karena di dukung oleh lingkungannya.

Dalam pengelolaan perpustakaan terdapat manajemen indoor maupun outdoor yang dikelola dalam satu atap pelayanan perpustakaan sekolah. Lebih tepatnya bagian dari pelayanan e-katalog referensi perpustakaan. Kenapa dikatakan referensi perpustakaan karena barang atau bukunya yang sifatnya terbatas sehingga tidak bebas dalam meminjam. Literasi alam juga serba terbatas sehingga link layanan hanya bisa digunakan manakala mendekati barang atau tanaman tersebut. Dengan demikian semakin anak perhatian terhadap literasi lingkungan setidaknya pengaruh perpustakaan sekolah akan makin dominan. Ujung-ujungnya pihak sekolah terutama guru dan peserta didik akan dimudahkan dengan pelayanan perpustakaan yang efektif. Akhirnya kecintaan pada lingkungan akan membuat seseorang itu makin besar pengetahuannya. (Syahirul Alem, Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun