Mohon tunggu...
Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Mohon Tunggu... Cuma senang menulis

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Resensi Film "Being There (1979)"

28 Januari 2019   12:48 Diperbarui: 29 Januari 2019   08:57 0 1 1 Mohon Tunggu...
Resensi Film "Being There (1979)"
(sumber: www.en.wikipedia.org)

Life is a state of mind

Chance (Peter Sellers) seorang tukang kebun telah lama bekerja mengurusi taman di sebuah rumah milik seorang jutawan. Ketika sang pemilik rumah meninggal Chance tidak merasakan pengaruh apa-apa, bahkan saat si juru masak di rumah itu, Louise (Ruth Attaway) keluar dari rumah tersebut Chance tetap mengurusi taman dengan baik sekaligus menonton televisi rutinitas yang telah lama ia lakoni.

Saat dua orang pengacara datang dan meminta Chance untuk meninggalkan properti tersebut karena tidak disebutkan punya hak untuk tinggal di rumah itu ia keluar dengan tenang dan santai, Chance yang sejak kecil tidak pernah keluar dari tempatnya bekerja melihat dunia baru yang selama ini ia hanya bisa lihat dari televisi. Pada setiap orang yang ia temui Chance selalu menanyakan apakah ada taman yang bisa ia urus hal yang cukup menganehkan bagi kebanyakan orang.

Pada sebuah insiden kecelakaan kecil Chance ditolong oleh Eve Rand (Shirley Maclaine), ia kemudian diajak oleh Eve untuk tinggal di rumahnya yang cukup besar. Eve memiliki seorang suami bernama Benjamin Rand (Melvyn Douglas) yang telah lama sakit dan bertahan hidup dengan bantuan obat-obatan serta tim dokter dan perawat yang setia menjaganya. 

Pribadi Chance yang unik ditunjang penampilannya yang selalu rapi membuatnya mampu diterima dengan baik oleh Benjamin, bahkan pola pikirnya yang sederhana dan hanya berkutat tentang taman dan tanaman mampu memberikan energi dan semangat baru pada Benjamin untuk tetap berjuang melawan sakitnya.

Benjamin memiliki reputasi sebagai sahabat dekat Presiden dan juga dikenal sebagai salah satu ahli ekonomi terkemuka, ketika Benjamin bertemu dengan Presiden ia mengajak Chance untuk ikut di pertemuan tersebut. Lagi-lagi Chance mampu membuat Presiden kagum dengan pemikirannya tentang solusi menghadapi krisis ekonomi yang sebenarnya Chance menjelaskan tentang taman dan perubahan musim namun diartikan oleh Benjamin dan Presiden sebagai teori baru yang rasional dalam menghadapi krisis ekonomi.

Nama Chance langsung terkenal ketika Presiden menyebutkan namanya dan memperkenalkan teorinya melalui pernyataan resmi,  Chance kemudian dimintai pendapat oleh sejumlah media tentang kondisi ekonomi saat ini namun Chanca yang hanya tahu tentang menanam tanaman hanya menjelaskan tentang hal itu. 

Presiden pun penasaran dengan profil Chance dan meminta pihak FBI dan CIA mencari latar belakang Chance, namun mereka tidak menemukan apa-apa tentang Chance. Presiden merasa terancam dengan kehadiran Chance karena banyak yang menyebut nama Chance sebagai pemimpin masa depan, sementara bagi Benjamin dan Eve adanya sosok Chance menjadi inspirasi baru bagi mereka berdua untuk melewati semua masalah. Chance sendiri tidak merasakan pengaruh apa-apa terhadap apa yang telah terjadi karena baginya selama ia masih bisa menonton TV dan mengurus tanaman ia sudah bahagia.

Peter Sellers sebagai Chance (sumber: dok.pribadi)
Peter Sellers sebagai Chance (sumber: dok.pribadi)
Film besutan Hal Ashby yang dirilis pada tahun 1979 ini memberikan banyak humor satir dalam setiap dialognya, dunia yang sedikit egois diceritakan melalui sisi seorang tukang kebun dan membuat setiap adegan memberikan pandangan yang unik. Sebenarnya cerita ini cukup kompleks namun Hal Ashby tidak terjebak untuk membuat ceritanya menjadi mendayu-dayu, yang ada ia membuat jalan cerita filmnya penuh kejenakaan dengan perspektif yang menampar pola pikir masyarakat modern yang serba ribet.

Kekuatan akting di film ini berpusat pada Peter Sellers, Melvyn Douglas, dan Shirley Maclaine. Ketiga pemeran tersebut mampu menghidupkan karakter peran mereka dengan sentuhan sederhana, mereka mampu membuat karakter yang mereka perankan meraih simpati penonton tanpa harus melalui emosi meledak-ledak, kesederhanaan akting mereka bisa dibilang mampu menguatkan jalan cerita yang memang sederhana sama seperti pola pikir Chance si tukang kebun yang begitu sederhana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x