Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Resensi Film Monster in Law (2005)

12 Juli 2018   18:19 Diperbarui: 13 Juli 2018   22:07 387 1 0
Resensi Film Monster in Law (2005)
Sumber: thedissolve.com

I thought you were dead, but evil doesn't die so easily.

Charlotte (Jennifer Lopez) atau biasa dipanggil Charlie seorang wanita dengan beragam aktifitas. Mulai dari melukis, resepsionis di klinik dokter, penjaga hewan peliharaan, hingga menjadi pelayan pesta. Sayangnya dia tidak memiliki pasangan, dia hanya ditemani sahabat prianya, Remy (Adam Scott) yang seorang gay dan sahabat wanitanya, Morgan (Annie Parisse) yang tidak jelas apakah dia lesbi atau tidak.

Charlie bertemu dengan Dr. Kevin Fields (Michael Vartan) beberapa kali secara tidak sengaja, hingga menimbulkan perasaan suka diantara keduanya. Hubungan antara Charlie dan Kevin semakin erat dan membuat perubahan didalam diri Charlie menjadi lebih bersemangat.

Kevin kemudian mengajak Charlie untuk bertemu ibunya, Viola (Jane Fonda) seorang mantan presenter televisi yang baru saja diputus kontraknya. Viola yang mendengar Kevin menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bukan dari kalangan elit, dia merasa Charlie tidak cocok berpasangan dengan Kevin. Di depan Viola malah tiba-tiba Kevin langsung melamar Charlie, hal tersebut membuat Viola terkejut dan berpikir keras bagaimana caranya agar rencana pernikahan Kevin dan Charlie gagal.

Viola yang selalu didampingi Ruby (Wanda Sykes) asistennya mulai mengatur strategi untuk membuat Kevin menjauhi Charlie. Viola meminta Ruby mencari informasi tentang data-data kehidupan Charlie, kemudian mengatur agar Kevin bisa dekat lagi  dengan Fiona (Monet Mazur) yang sudah lama mengincar Kevin, hingga mengatur skenario agar Viola bisa tinggal serumah dengan Kevin dan Charlie.

Viola terus saja mengganggu Charlie secara psikologis untuk membuat tensi emosi Charlie naik, namun Charlie yang tahu tentang rencana Viola kemudian melakukan perlawanan. Kevin yang tidak tahu pertikaian antara ibunya dan calon istrinya justru melihat keduanya cukup akur.

Film komedi hasil penyutradaraan Robert Luketic ini berusaha menggambarkan pertikaian antara calon menantu dengan calon mertua secara komedi, pada beberapa adegan memang cukup mengena komedinya namun secara umum alur komedinya masih belum kuat untuk membuat kita terpingkal-pingkal.

Jane Fonda yang kembali ke dunia akting lewat film ini setelah hampir 15 tahun vakum masih mampu tampil memukau sebagai ibu yang takut kehilangan anaknya dan tidak yakin terhadap calon menantunya, sayangnya Jennifer Lopez belum bisa mengimbangi permainan Jane Fonda sehingga aktingnya terlihat standar. Justru Wanda Sykes mampu mencuri perhatian sebagai asisten Viola yang setia, kocak, dan bijak