Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film

Resensi Film Gladiator (2000)

10 Juli 2018   18:17 Diperbarui: 10 Juli 2018   18:20 104 1 0
Resensi Film Gladiator (2000)
(sumber: www.imdb.com)

My name is Gladiator

Di masa pemerintahan Kaisar Marcus Aurellius (Richard Harris) ketika Kekaisaran Romawi masih meneruskan warisan Kaisar-Kaisar sebelumnya untuk memperluas wilayah kekuasaannya, muncullah Jenderal Maximus (Russel Crowe) yang dengan gagahnya memimpin ribuan pasukan untuk menalukkan berbagai daerah, termasuk daerah Germania. Kelihaian Maximus dalam mengatur strategi pertempuran serta keberaniannya di medan tempur mampu menghasilkan sejumlah kemenangan besar bagi Kekaisaran Romawi.

Hal tersebut semakin menumbuhkan rasa kagum serta kepercayaan penuh dari Kaisar Marcus Aurellius yang sudah tua dan merasa tidak sanggup lagi menjadi Kaisar. Marcus Aurellius sendiri mempunyai seorang puteri bernama Lucille (Connie Nielsen) yang pernah ada hubungan spesial dengan Maximus, serta seorang putera bernama Commodus (Joaquin Phoenix) yang labil, pengecut, namun berambisi besar untuk menjadi Kaisar selanjutnya.

Setelah melihat potensi kepemimpinan pada sosok Jenderal Maximus, Kaisar Marcus Aurellius lalu menawari Maximus untuk menjadi Kaisar penggantinya setidaknya sampai senat bisa mematangkan program untuk menjadikan Romawi menjadi Republik. 

Tawaran ini ditolak oleh Maximus, dia malah meminta izin bahwa setelah tugasnya memimpin pasukan perang Romawi selesai ia akan pulang kampung dan berkumpul kembali dengan istri dan puteranya. Namun karena melihat kekerasan hati dan ketulusan dari niat Kaisar Marcus Aurellius, Maximus pun meminta waktu untuk berpikir.

Commodus yang merasa sudah waktunya untuk menjadi Kaisar menemui ayahnya untuk meminta tahta tersebut, namun Marcus Aurellius menolak permintaan Commodus dan mengatakan bahwa Commodus tidak pantas menjadi Kaisar selanjutnya. Hal ini membuat Commodus marah dan membunuh ayahnya. Ketika Maximus diberi tahu tentang kematian Marcus Aurellius secara tiba-tiba, dia merasa ada yang mencurigakan dan meyakini Commodus ada dibalik kematian Marcus Aurellius.

Commodus lalu memerintahkan untuk menangkap Maximus yang dianggap sebagai musuh utamanya untuk memuluskan langkahnya sebagai Kaisar, bahkan menjatuhkan hukuman mati. Tidak hanya itu Commodus juga mengirimkan sejumlah pasukan untuk menghancurkan rumah Maximus serta membunuh keluarganya.

Maximus berhasil lolos dan membunuh sejumlah prajurit yang akan menghukum mati dirinya, meskipun dia harus terluka. Dalam keadaan terluka Maximus berusaha segera menuju ke kampungnya untuk menyelamatkan keluarganya, sayangnya dia harus menemukan rumahnya habis dibakar dan keluarganya dibunuh. 

Saat Maximus pingsan tubuhnya ditemukan oleh penjual budak, Maximus beserta sejumlah budak lalu dijual ke Proximo (Oliver Reed) yang sedang menyiapkan sejumlah petarung (gladiator) untuk bertanding di sejumlah arena. Maximus kemudian akrab dengan Djibu (Djimon Hounsou) seorang budak yang terpaksa menjadi petarung untuk bertahan hidup.

Maximus dan Djibu berhasil memenangkan sejumlah pertarungan, bahkan Maximus yang diberi gelar Spaniard (orang Spanyol) bisa memukau penonton karena ketangguhan dan kecerdikannya dalam bertarung. 

Proximo kemudian mendapatkan undangan untuk tampil di Colosseum bahkan lebih spesial lagi karena pertarungan itu akan disaksikan langsung oleh Commodus yang telah menjadi Kaisar baru, mendengar hal tersebut Maximus semakin bersemangat untuk bertarung bahkan minta dilatih khusus oleh Proximo yang ternyata bekas gladiator yang mendapat hadiah kebebasan dari Kaisar Marcus Aurellius.

Joaquin Phoenix dan Russel Crowe (sumber: www.theforekatz.blogspot.com)
Joaquin Phoenix dan Russel Crowe (sumber: www.theforekatz.blogspot.com)
Maximus dan kawan-kawan berhasil memukau penonton pada pertarungan melawan gladiator andalan Romawi, hal ini membuat Commodus penasaran terhadap sosok Spaniard. Commodus terkejut saat melihat kembali sosok Maximus yang telah ia jatuhi hukuman mati, bagi Maximus pertemuan ini semakin menguatkan tekadnya untuk menuntut balas terhadap Commodus atas kematian orang-orang yang dicintainya.

Film arahan Ridley Scott ini berhasil mendapatkan sejumlah atensi positif dari kritikus film. Ridley Scott sendiri semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu sutradara spesialis film action-kolosal terbaik di Hollywood dengan keberhasilan film ini.

Dengan raihan 5 piala Oscar dari 12 nominasi kategori pada ajang Academy Awards 2001 semakin menguatkan kualitas film ini, durasi film yang hampir tiga setengah jam tidak membuat bosan saat menonton film fiksi-sejarah ini