Mohon tunggu...
Raihan Tri Atmojo
Raihan Tri Atmojo Mohon Tunggu... Mahasiswa

Suka nulis daripada baca

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Tak Perlu Ahli dalam Segalanya, Jadilah Ahli dalam Bidang yang Kamu Yakin, Kamu Bisa!

22 Februari 2021   21:20 Diperbarui: 22 Februari 2021   21:40 76 3 0 Mohon Tunggu...

Sulaiman Ar-Rajhi, Elon Musk, Bill Gates, mereka adalah segelintir dari banyaknya miliarder di dunia. Sedangkan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Muhammad Salah, adalah segelintir dari banyaknya bintang sepak bola dunia.  Muhammad Ahsan, Hendra Setiawan, mereka berdua adalah dua dari banyaknya pebulu tangkis profesional di Indonesia. Coba kita pikir siapa-siapa saja orang-orang yang sangat melegenda dan profesional di bidangnya, pasti sangat banyak kan. Mereka mendapat gelar dan sebutan itu tentu dengan proses yang lama dan keras.

Kalo diperhatikan, mereka-mereka yang kutuliskan namanya diatas sangat intens dalam menekuni bidangnya masing-masing, bahkan setelah mendapat gelar profesional. Dari sini aku bisa menyimpulkan satu hal, bahwa untuk menjadi orang yang hebat, sukses, dan diakui orang banyak kita tidak perlu menjadi ahli dalam segala hal. Sehebat-hebatnya kita dalam suatu hal, kita pasti membutuhkan orang lain, kita membutuhkan 'ahli' yang lain. Toh, setelah kita menjadi profesional dalam suatu hal, orang pasti sudah bangga pada kita.

Memang, memiliki lebih dari satu keahlian memang baik, tapi kalau ingin menjadi ahli dalam beberapa hal, pastikan dalam diri kita bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kita ini makhluk sosial, kita adalah 'ahli' bagi orang lain, dan orang lain adalah 'ahli' bagi kita. Jangan sampai hanya karena hasrat ingin bisa melakukan semua hal, kita mengabaikan norma-norma sosial dan agama, bahkan sampai mencelakakan orang lain. Tentu kita tidak ingin jika hal seperti itu sampai terjadi kan?

Oleh karena itu, tak mengapa kita kalah dari orang lain dalam suatu hal, tapi kita juga harus punya sisi lebih yang bisa kita tonjolkan pada orang lain, sehingga kita tak sepenuhnya kalah dalam kehidupan, dan mereka tak sepenuhnya menang dalam kehidupan. Memang, begitulah seharusnya, kita saling melengkapi dalam kehidupan ini, ibarat puzzle, tidak ada satu keping puzzle yang bisa membentuk suatu pola atau gambar. Yang bisa membentuk suatu pola atau gambar adalah kumpulan kepingan puzzle.

Mungkin jika kita hanya memiliki sedikit keahlian, kita akan mendapat hinaan dari orang lain. Itu wajar, dan kalau wajar bukan berarti kita berhenti melangkah, justru jadikan hinaan itu sebagai penyemangat dalam diri untuk melangkah kearah yang lebih baik, dan suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali dengan orang yang menghina kita dengan mengatakan bahwa yang dikatakannya dahulu tidaklah benar. Jadi kita tak perlu membalas hinaannya. Marah boleh, tapi tahanlah saja dalam dirimu. Karena balas dendam yang elegan pada mereka adalah dengan mematahkan apa yang mereka ucapkan.

Jadi bagi kita yang sudah ahli dalam suatu hal, atau sedang menekuni suatu bidang, teruslah concern pada hal itu, hingga kita benar-benar bisa melakukannya. Aku yakin, keahlian kita masing-masing tidak ada yang sama persis, walaupun bidang yang kita tekuni banyak di tekuni orang lain. Karena kita adalah kita, kita beragam, dan kita hebat sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita ini, bukan hebat karena meniru orang lain.

Jika kita suka menulis, pasti tulisan kita memiliki gaya yang berbeda dengan orang lain. Jika kita mempunyai keahlian bermain bola, pasti gaya bermainnya tidak sama persis dengan pemain lainnya. Begitupun lainnya, pasti kita tidak sepenuhnya sama dengan orang lain. Karena berbeda, maka kita harus bisa memaksimalkan yang kita miliki untuk memberi manfaat pada sesama.

Artikel ini pernah tayang di www.hipwee.com dengan judul yang sama pada tanggal 18 Februari 2021

VIDEO PILIHAN