HIGHLIGHT

Samsir Alam, Komitmen Kepada TimNas

25 Mei 2012 21:23:49 Dibaca :
Samsir Alam, Komitmen Kepada TimNas

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN

.

Syamsir Alam di Indonesia, Tapi Tak Ikut Lawan Inter Milan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemain klub CS Visse, Syamsir Alam, kini tengah berlibur di Indonesia. Kendati demikian, Syamsir Alam tidak akan ikut bergabung dengan tim Indonesia Selection, saat menghadapi Inter Milan, Sabtu (25/5/2012) besok malam.

"Saya tidak main," ujarnya saat ditemui disela-sela peluncuran Jersey Piala Eropa di Senayan, Jumat (25/5/2012).

Absennya Syamsir Alam bukanlah kehendak pribadinya, melainkan keputusan klub yang telah mengontraknya. Ia mengaku jauh-jauh telah menerima kabar di timnas.

"Waktu dapat kabar (soal timnas), saya senang bukan main. Tapi saya ingin profesional di klub. Kalau saya melanggar kontrak, saya bisa fatal," ujarnya. Karena itulah ia harus memupus untuk bergabung di timnas.

Namun demikian, ia berharap pecinta sepakbola di Indonesia tidak meragukan rasa nasionalismenya. Bagi Syamsir, Merah-Putih adalah harga mati. "Kalau ngomong nasionalis, kalau saya pakai Garuda tidak ada cerita apapun, saya kasih buat Indonesia. Saya janji, kapanpun saya siap bela timnas, saya pasti datang," pungkasnya.

http://www.tribunnews.com/2012/05/25/syamsir-alam-di-indonesia-tapi-tak-ikut-lawan-inter-milan

=========================================

.

Sejak lahirpun manusia sudah membawa janji dan mengandung komitmen kepada sang pencipta. Untuk selalu taat dan memegang amanah yang telah di gariskan. Komitmen merupakan kepihakan manusia kepada sesuatu yang sudah tersumpahkan yang berupa tekad untuk menjalaninya secara konsisten.

Manusia di bekali oleh komitmen untuk selalu menjalani kehidupan dan hidup ini dengan baik dan benar. Menjaga Bumi dan seisinya sebagai khalifah di muka bumi. Setiap diri manusia di bekali dengan komitmen untuk senantiasa ada dalam kebenaran hidup dan keinginan untuk menjalani hidup dengan baik dan sempurna.

Oleh karena itu, nilai dan harga diri manusia terletak kepada seberapa besar dirinya bisa konsisten dengan komitmen dan janjinya sekaligus menjaganya kepada orang lain. Konsisten dan konsekwen terhadap komitmennya adalah ukuran tingginya derajat manusia dari ,manusia yang lainnya.

Komitmen kepada yang melahirkan dan membesarkan kita, adalah komitmen dasar, yang merupakan nilai tertinggi ditempat tertinggi dari kehormatan kita. Maka mencintai tanah air mencintai Keluarga kerabat, masyarakat dan bangsanya, yang telah memberi kehidupan kepadanya adalah komitmen utama, setelah komitmen kita kepada sang Pencipta.

Oleh karena itu, mustahil, hubungan dengan siapapun kita tak bisa menempatkan komitmen kita setiap saat setiap waktu, agar selalu terjaga harga diri dan kehormatan kita, dan sudah pasti, bahwa komitmen akan membawa kita kepada pilihan.  Dan setiap pilihan akan menggambarkan diri kita ada ditempat kehormatan yang mana.

Degradasi kepercayaan dan kecintaan masyarakat kepada kita sudah barang tentu semua karena kita sendiri yang meletakkan diri kita dan kehormatannya.

Maka setiap pilihan mengandung konsekwensi yang harus di terima, ndak usah gundah dan sedih, itu hal wajar yang pasti akan menilai dimana kehormatan itu ada.

Oleh karena itu, berkata, berjanji dan konsisten kepada komitmen, selalu menjadi batasan dan ketentuan yang membatasi diri kita untuk senantiasa bergerak berada dalam koridor komitmen kita sendiri, ketidak konsistenan menjalankan komitmennya merupakan awal dari kehancurannya terhadap penilaian manusia lain kepada dirinya.

Sekelumit berita di atas merupakan gambaran seorang Samsir Alam, yang dengan tegas memberikan janji dan komitmen atas keterlibatannya dalam TimNas. Apakah mudah untuk berkomitmen, tentu tidak mudah, karena merupakan janji yang harus di tepati dan merupakan batasan yang mengikat dirinya untuk senantiasa berjalan dalam koridor yang telah di katakannya sebagai komitmen dirinya.

Setiap janji dan komitmen yang tak terlaksana merupakan kesalahan dalam menepati janjinya, dan mendegradasi nilai dan kehormatannya di hadapan manusia yang lainnya. Tentu menjalankan komitmen tidaklah mudah dan pasti mengalami gangguan dan hambatan untuk memenuhinya, karena memang manusia selalu ada dalam kehidupan yang multi dimensi. banyak sekali kendala dan halangan yang membatasi dirinya melakukan apa saja yang diinginkan, untuk itulah kita harus selalu ingat akan komitmen kita sendiri.

Menepati janji dan menjalankan apa yang sudah kita katakan, merupakan kewajiban yang harus di dahulukan, karena disana ada amanah adalah komitmen yang harus di laksanakan, betapapun beratnya halangan yang menghadangnya. Menepati dan manjalankan komitmen secara konsisten bukan untuk siapapun dan sesuatu apapun, karena komitmen adalah janji kepada diri sendiri dan kepada kehidupan.

Memenuhi komitmen adalah kewajiban dirinya untuk menuntaskan janjinya kepada diri sendiri, itu merupakan wujud dari dedikasi dan loyalitas manusia kepada dirinya sendiri beserta janjinya, untuk menjaga dirinya tetap eksis dan bangga atas diriya sendiri, percaya diri dan mempu menghadapi dan menatap kehidupan dengan Bahagia.

Komitmen adalah nilai kehormatan dan harga diri manusia terhadap manusia lainnya atau masyarakatnya didalam seluruh kehidupannya.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

Jakarta, 26 Mei 2012

Zen Muttaqin

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?