"KPSI, Untuk Apa dan Untuk Siapa?"

17 April 2012 17:01:45 Dibaca :
"KPSI, Untuk Apa dan Untuk Siapa?"

sumber foto google

.

Ditengah maraknya pemberitaan yang gencar, gegap gempita didunia media, seperti seia sekata, seluruhnya mendendangkan lagu sama, lagu minir tentang PSSI dan Ketuanya, yang dinyatakan telah berjalan seenaknya sendiri dan lebih berpihak kepada pihak asing dan menghancurkan bangsa sendiri. membahayakan Indonesia di kancah International.

Diawali dengan isue tentang penundaan keputusan FIFA tentang penghukuman kepada PSSI, dan yang kemudian diikuti dengan terbentuknya Satgas FIFA yang di susun oleh AFC, dengan anggota yang sudah di tetapkan, dengan tugas membantu PSSI menyelesaikan masalah Dualisme di Indonesia.

Terbersit terlintas terbuka secercah harapan disana, Mumpung ada waktu dan Satgas AFC/FIFA akan mendatangi Indonesia, melakukan investigasi dan pengumpulan data sebagai bahan untuk keputusan FIFA nanti. Sejak saat itulah dimulainya pemberitaan yang gencar,  gegap gempita berita2 tentang ketak mampuan PSSI mengendalikan Organisasinya. Yang seringkali di gambarkan 2/3 dari seluruh anggota PSSI sudah tak percaya dengan pengurus PSSI dibawah DA.

Bahwa disaat sekarang ini PSSI sudah tidak legitimate lagi, karena sudah diluar kepentingan 2/3 anggotanya. Kemanapun pergi data2 tentang delegitimasi itu selalu dibawa kemana mana, seolah memberitahukan kepada semua pihak tentang tidak syahnya PSSI karena sudah tidak legitimate.

Maka semua daya upaya di kerahkan untuk menggambarkan kebenaran isue,  Bahwa Isue itu bukan hanya sekedar klaim tetapi merupakan kenyataan yang dengan jelas, bahwa pemegang mandat dari 2/3 anggota PSSI itu dipegang oleh KPSI. Itulah kenapa dalam waktu singkat mendadak banyak sekali program yang dikerjakan, dengan dibumbui dengan marak dan gencarnya media mengekspose dan memberitakan kepada khalayak masyarakat, baik luar Negeri dan dalam Negeri, termasuk kembalinya Riedl ke Indonesia, Pembangkangan Club, Supporter yang gegap gempita di setiap pertandingan liga sepakbola ISL , dan lain sebagainya.

Seolah seperti sinetron kejar tayang, mengejar penyebaran pemahaman untuk sebanyak sebisanya mempengaruhi audiens atau masyarakat, supaya beralih pandangan dari PSSI DA ke pandangan ke arah PSSI La Nyala M.

Semua itu syah syah saja, semua orang boleh berusaha dengan sekecil kesempatan apapun di gunakan untuk bisa mengembalikan Opportunity yang sementara ini hilang, gara gara PSSI DA sudah tak mampu di kendalikannya. Banyak yang menengarai, bermilyar2 rupiah sudah mereka gunakan dan menelan dana yang sangat besar. Siapa tahu dengan cara yang terakhir dan pamungkas ini bisa berhasil. Sehingga semua opportunity yang di proyeksikannya kembali. dan bisa mengembalikan semua termasuk dana yang sudah terlanjur dikeluarkan.

Cuma dalam menggambarkannya, semua mereka lakukan dengan menggunakan strategy Pencitraan yang di sebarkan melalui media media mainstream.

Ironis, sebenarnya Pencitraan hanya berlaku bagi penikmat serta peminat media. Padahal sesungguhnya diluar media pencitraan itu, semua data dan fakta yang di citrakan, sangat mudah di peroleh dan tersedia di jalur mana saja dan di tempat yang sudah ada . Kecuali kalau tujuan mereka hanya mempersembahkan Laporan Kerja mereka kepada Bos.

Ternyata bahwa pencitraan itu hanya berhasil justru untuk kalangan mereka sendiri, khususnya tertuju kepada pemberi dana dan sumber dana.

QUO VADIS ??, Lantas buat apa dan untuk siapa ?

Karena jelas FIFA/AFC tak akan melihat data dan fakta dari media dan pencitraan, karena mereka adalah organisasi yang sangat mafhum didalam bidang pencitraan ini. Mereka adalah pelaku pelaku bisnis sepakbola yang sangat berpengalaman dalam hal pencitraan dan kredibilitas media. Mungkin bisa saja manjadi bahan tambahan, tetapi yang jelas tidak akan serta merta menjadi acuan pokok, apalagi hanya menggunakan data dari satu satunya alat dari media, sebagai data utama. Dalam dunia penelitian dan survey dan pengumpulan data, media termasuk dalam kategori hanya data mentah, yang hanya sebagai referensi tambahan saja.

FIFA/AFC dan Satgasnya bergerak sendiri sesuai dan mengikuti System dan Prosedur Organisasi Manajemen yang mereka miliki, dengan bersama sama AFC, dan PSSI beserta turunannya, sebagai Organisasi dibawah kendalinya. Serta konsisten menjalankan program program Internal mereka  bersama PSSI beserta turunannya, sekaligus juga mendukung PSSI menghadapi Pemerintah Indonesia.

. Merdeka ! Merdeka ! Merdeka ! . Jakarta, 17 April 2012 . ZEN MUTTAQIN . .

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?