HIGHLIGHT

"Boaz, di Timur Bercahaya "

13 April 2012 19:14:07 Dibaca :
"Boaz, di Timur Bercahaya "

.

Saudara saudaraku sebangsa dan setanah air, ketahuilah, bahwa disini pulau jawa disini pulau sumatra , betapa indahnya kota kota, gemerlapan lampu lampu, jalan lebar dan mulus, gedung2 tinggi tegar bediri, pabrik pabrik sibuk berproduksi, mesin mesin menderu tak pernah henti memberi kenikmatan dan kesejahteraan , tersebar menebar di seluruh Indonesia.

Sekolahan sekolahan berdiri dengan Guru keren dan Murid murid yang gembira menuntut ilmu, demi membangun bangsanya yang tersebar menebar di seluruh Nusantara.

Semua ada dan serba ada, semua berkumpul mengais kerja dan kesempatan meraih mimpi dan harapan, disini di pulau Jawa dan pulau Sumatra, telah ludes lahan , hampir sudah tak ada lagi ruang buat pohon2 dan tanaman terpepet tertahan tumbuh oleh gedung2 dan geliat kegiatan manusia. Seluruh warga yang berasal dari seluruh Nusantara berbondong bondong menuju Jawa dan Sumatra.

Ketahuilah saudara saudaraku, telah habis masa dan tempat, telah habis cadangan yang tersisa. sudah tak tercecer sedikitpun ruang untuk mencari hidup dan kehidupan yang layak. Disini di Pulau Jawa di Pulau Sumatra, adalah habitat masa lalu

Kini hanya sisa dan yang tersisa dari kehidupan yang dahulu. hanya tinggal remah remah yang tercecer tertinggal hanyalah sepah yang telah terhisap sari madu dan sir surganya. Disini kehidupan terhenti tak lagi memberi kehidupan yang layak tuk di huni tak layak menjadi habitat untuk mempertahankan manusia tetap ada dan lestari.

Sungguh sudah berakhir Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, sudah tak mampu lagi menjadi tumpuan harapan masyarakatnya, menjadi tempat yang layak bagi kehidupan dan berkembang dan berkarya.

Cobalah tebarkan mata luaskan pandangan hingga menyentuh cakrawala, di sana ditimur harapan kita, bercahaya menjanjikan kehidupan yang tenteram, menjanjikan ruang dan tempat yang layak untuk kehidupan. disana masa depan kita, membangun meraih cita cita menjadi bangsa yang berdaulat, mermartabat, sama sederajad dengan bangsa lain di bumi.

Saudaraku, ya di Irian harapan kita tertumpu, menyelamatkan keberadaan Bangsa kita tetap ada dan lestari, disana Mutiara Mutiara Hitam membutuhkan kita, bersama meraih kesejahteraan dan mewujudkan cita cita menjadi Bangsa yang terjamin ada selalu ada di sepanjang jaman.

Benar kata Bung Karno, Irian masa depan kita tertumpu, menjadi lokomotip Bangsa Indonesia untuk menjadi Bangsa Mumpuni, disegani dan dihargai oleh Bangsa lain di bumi. Disana di Irian Indonesia berjaya, menjadi sumber pangan manusia seluruh Dunia.

Boaz, andalah Pemenang sejati,

Membawa bangsa ini sadar, kebersamaan kita adalah harta yang paling berharga, adalah anugerah Tuhan yang terindah bagi kita bangsa indonesia. Tak ada yang lebih berharga selain kebersamaan kita seluruh bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Serasa dada ini meledak, ketika mendengar Lagu Indonesia Raya di perdengarkan di bawah Bendera Merah Putih yang dikibarkan, dimanapun di sini, maupun di Negara lain. Disaksikan Bangsa bangsa lain, kita adalah Bangsa yang menghargai Kebersamaan dan Persaudaraan, Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing.

Percayalah, hanya kita Bangsa Indonesia yang memiliki peradaban yang telah kita genggam yang tak pernah terlepas sejak 2000 tahun yang lalu.

Bhinneka Tunggal Ika

Merdeka !, Merdeka ! Merdeka !

==================================================

sumber foto google Aku Rajawali Terbang sendiri Tebarkan sayap menatap Cakrawala raih masa depan

Saat saaat kumerasa Betapa sepinya jalan Lengang sendiri dalam perjalanan Nun jauh disana setitik cahaya bayangan harapan

Terusik jiwa Kenapa mesti sendiri Menuju gemilangnya harapan

Kadang tersadar Tergoda tuk berhenti menera keadaan Kalau kalau ada kawan Di depan, di belakang di samping dan di kejauhan

Tak pernah ada kawan Yang sering terjadi bersama sementara Aku temukan kawan yang terlintasi Sesaat berendeng dan menghilang kembali

Kadang ragu tuk meneruskan perjalanan Tergoda ikuti lintasan jalannya kawan Siapa tahu bisa bersua kebersamaan Dalam perjalanan tuk berbagi

Sia sia Tak pernah ada Seperti gelombang Datang dan pergi bergantian

Sudah nampak Ujung harapan, yang makin terlihat adanya Sudah nampak dan jelas untuk di bayangkan Sudah nampak jelas, dapat dirasakan nuansanya Sudah nampak dan jelas kegemilangan masa depan

Sudah terlalu jauh aku berjalan Menapaki jalan menuju ujung harapan ini Hanya aku sendirian harus bergerak menjalani

Tak boleh kuhentikan Kukerjakan dengan mantab dan percaya diri Terhadap amanah dan takdir yang mesti kutekuni Yang mesti di jalani dalam kesendirian yang sendiri

Rajawali

Rajawali mesti terbang sendiri menuju matahari Rajawali mesti terbang sendiri meraih kemenangan Rajawali mesti terbang sendiri dengan tanpa keraguan Rajawali terbang sendiri dengan keyakinan terpatri di hati

Aku adalah Rajawali Tuntaskan kerja mesti terbang sendiri dan arungi Di Samudera, di dalamnya Lembah, Gunung yang tinggi Penuh percaya diri, tebar sayap menatap cakrawala

Gugah semangat membagi makanan, hidup penuh harapan Menyibak awan menyongsong pengharapan nanti Mega mega tersapu kepakan sayapnya Indah manuvernya dilihat

Terjang rintangan Hantam halangan Yang menghalangi

Aku Rajawali Yang tertitahkan mandiri sendirian

Aku Rajawali Yang teramanahkan tuk menyelesaikan

Aku Rajawali Penuh kelembutan kasih sayang tuhan

Aku Rajawali Yang kerja tanpa pamrih tuk kebaikan

Aku Rajawali Yang pergi dengan keyakinan rakhmat tuhan

Atas nama Tuhan,aku kerjakan dan selesaikan Atas perintah Tuhan kan kujalani dengan senang hati Atas rakhmat Tuhan jalan terbentang menuju harapan Atas petunjuk Tuhan selalu aku ikuti jalannya Ilahi Robbi

Salam buat kawan Rajawali Rajawali penenteram Kita bertemu di ujung pengharapan yang tenteram Kita berpadu didalam rengkuhan Tuhan yang tenteram . Semoga Alloh selalu memberi barokah dan rakhmatnya

. Amiin

. ZEN MUTTAQIN

AKU DEDIKASIKAN TULISAN INI UNTUK REKAN2 KU PEJUANG RAJAWALI RAJAWALI YANG TERBANG DI ANGKASA NUSANTARA SENDIRI, MENDIRIKAN DIRI SENDIRI DAN BANGUN PENGHARAPAN .

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?