HIGHLIGHT

Seputar UN 2013

06 April 2013 04:12:17 Dibaca :

Usaha yang dilakukan pemerintah melalui kementrian pendidikan dalam hal menekan tingkat kecurangan dalam Ujian Nasional perlu kita berikan apresiasi. Bagaimana tidak, jumlah paket soal UN tahu lalu yang jumlahnya lima paket saja sudah membuat para kepala sekolah ketar ketir, bagaimana dengan sekarang yang jumlah paket soalnya sampai 30 paket.

Bukan hanya itu,  pada lembar jawaban UN juga tertera barcode yang mengindikasikan kode naskah soal UN. Jadi, naskah soal dan lembar jawaban UN dibuat menjadi satu kesatuan. Kalau dipisah malah petaka, karna jawaban anak bisa jadi tidak sesuai antara soal dan lembar jawaban UN. Semakin ketar ketir lah kepala sekolah.

saya pribadi setuju dengan  kebijakan ini, karena selama anak didik  sangat sepele dengan guru-guru di sekolah karena mereka beranggapan akan dibantu dan akan lulus dari sekolah. kalau sudah seperti ini kan mau tidak mau anak didik harus belajar serius sebelum ujian UN. Tidak ada yang  membantu mereka kecuali diri mereka sendiri.

Nah kalau cara ini nantinya sukses, dengan kata lain tidak ada kita dengar berita bocornya soal UN baru saya setuju nilai UN dijadikan sebagai salah satu syarat masuk PTN. Tapi, kalau menurut saya jangan hanya hasil nilai UN saja perlu juga dari pihak perguruan tinggi melakukan penyeleksian tetapi sifatnya untuk memetakan jangan itu sebagai syarat mutlak. Bagaimanapun juga soal soal yang ada pada UN itu hanya untuk mengevaluasi belajar siswa selama 3 tahun saja.  sedangkan soal soal yang ada pada seleksi PTN adalah soal yang multiobjektif.


KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?