PILIHAN HEADLINE

Donnarumma yang Membangkang

16 Juni 2017 18:28:13 Diperbarui: 17 Juni 2017 02:20:31 Dibaca : 526 Komentar : 4 Nilai : 7 Durasi Baca :
Donnarumma yang Membangkang
Gianluigi Donnarumma. The Sun.

Di awal kemunculannya, sosok Gianluigi Donnarumma alias Gigio (18), adalah sebuah hadiah kejutan, terutama bagi AC Milan, dan timnas Italia. Bagi AC Milan, kiper jangkung binaan akademi mereka ini, adalah solusi, atas macetnya regenerasi kiper berkualitas dalam tim, sejak beberapa tahun terakhir. Dari sosok Gigio, Milan sudah mendapatkan sosok kiper berkualitas setara kiper top berharga wah, tanpa harus menguras brankas klub.

Sedangkan, bagi timnas Italia, kemunculan Gigio terjadi pada saat yang sangat tepat. Dengan munculnya Gigio, La Nazionale  punya sosok kiper masa depan penerus jangka panjang Gianluigi "Gigi" Buffon (39), kiper legendaris Italia, yang akan pensiun sebagai pesepakbola, pada tahun 2018 mendatang. Sehingga, ketika saat itu tiba, timnas Italia tak akan kuatir lagi.

Di usianya yang masih belia, Gigio mampu menunjukkan bakat besarnya. Secara teknis, ia dibekali refleks dan jangkauan yang oke. Dari segi mental, ketenangan, dan konsistensinya, benar-benar mampu membuat orang lupa, kalau ia baru berusia 18 tahun. Kelebihan-kelebihannya ini, turut berkontribusi, mengantar AC Milan Juara Piala Super Italia 2016, dan lolos ke Liga Europa musim depan.

Tapi, seperti kata pepatah;"ada gula ada semut", performa bagus, dan bakat besar Gigio, mampu menarik minat klub-klub raksasa macam Real Madrid dan PSG, untuk menggaetnya dari AC Milan. Mengingat kontrak Gigio akan habis pada tahun 2018 mendatang, AC Milan pun segera memberikan tawaran perpanjangan kontrak, dengan gaji sebesar 4,5 juta euro per tahun. Jumlah gaji ini cukup besar untuk pemain seusianya. Di sini, AC Milan jelas ingin menjadikan Gigio sebagai bagian dari proyek jangka panjang tim.

Sayangnya, pada Kamis (15/6) lalu, melalui Mino Raiola selaku agennya, Gigio menyatakan menolak tawaran itu. Sikap ini, memaksa AC Milan untuk segera menguangkannya. Tapi, bagi Milanisti, sikap Gigio ini adalah sebuah perilaku 'mbalela' (dibaca mbalelo; membangkang/berkhianat) yang tak termaafkan. Akibatnya, Gigio berubah status, dari pemain kesayangan, menjadi musuh utama. Situasi, antara Gigio dan Milanisti ini seperti ABG yang putus cinta, akibat si pria ketahuan selingkuh.

Mengingat umur Gigio yang masih 18 tahun, dan bakat besarnya, keputusan untuk 'mbalela' ini jelas gegabah. Bagi pemain muda seusianya, memiliki menit bermain sebanyak mungkin adalah sebuah kebutuhan utama. Semakin banyak menit bermainnya, akan semakin bagus bagi perkembangan kemampuannya. Apalagi, jika ia mampu tampil secara reguler. Jika Gigio pindah, ia belum tentu akan menjadi kiper utama tim, seperti saat di Milan. Jika ia tidak menjadi kiper utama, perkembangan kemampuannya, akan seterbatas menit bermainnya.

Di sisi lain, sikap 'mbalela' Gigio ini, justru memperlihatkan seberapa buruk efek "star syndrom" bagi seorang pemain muda. Jika "star syndrom" ini sudah melanda, si pemain hanya akan bertindak semaunya. Akibatnya, hubungan si pemain, dengan klub dan suporter akan rusak.Tak jarang, "star syndrom" juga merusak karir si pemain.

Jika Gigio benar-benar pindah, ini akan menjadi catatan negatif bagi awal era baru AC Milan pimpinan Li Yonghong, yang sejauh ini sudah menggaet 4 pemain baru; Ricardo Rodriguez dan Mateo Musacchio (bek), Franck Kessie (gelandang), dan Andre Silva (penyerang), dengan total biaya 100 juta euro.

Tapi, kepergian Gigio dapat membuka jalan bagi Alessandro Plizzari (17), kiper utama tim junior AC Milan, untuk menjadi tim utama. Kebetulan, Plizzari baru saja sukses meraih medali perunggu Piala Dunia U-20 edisi 2017, bersama timnas Italia U-20. Kualitas, dan bakatnya pun tak kalah dengan Gigio.

Dengan masih panjangnya bursa transfer, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Bagaimanakah akhir lakon "Donnarumma Mbalela" ini?

Yose Revela

/yoserevela

TERVERIFIKASI

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana