HIGHLIGHT

5 Cara Memotivasi Diri Ketika Gagal

22 September 2012 06:16:20 Dibaca :

Pada waktu seseorang mengalami kegagalan dalam proses hidupnya, biasanya motivasi dirinya menjadi menurun. Bahkan ada yang kehilangan motivasi sama sekali. Tentu sikap semacam ini kurang bijak. Karena sebenarnya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Pertanyaan yang penting untuk diajukan ialah bagaiman cara memotivasi diri ketika mengalami kegagalan? Berikut 5 cara memotivasi diri ketika gagal:

1. Perhatikan harapan-harapan Anda
Biasanya ketika gagal, harapan-harapan menjadi sirna seiring dengan kegagalan yang dialami. Oleh sebab itu, untuk memantik kembali motivasi Anda, perhatikan harapan-harapan Anda. Pada saat Anda kembali melihat harapan-harapan Anda yang tertunda, maka hal itu merupakan sumber energi untuk membangkitkan lagi motivasi Anda guna meraihnya.

2. Coba sesuatu yang berbeda
Kegagalan pada prinsipnya selalu ada di jalan hidup kita. Waktu Anda mengalami kegagalan dalam sesuatu yang dikerjakan, cobalah mengerjakannya dengan cara yang berbeda. Cara yang berbeda ini dibutuhkan untuk menggantikan cara kerja yang lama. Lanhkah pertama gagal, tetapi coba lagi langkah kedua, kalau gagal lagi, coba lagi langkah ketiga dan seterusnya sampai langkah ke sepuluh di mana Anda bisa berhasil.

Mencoba dengan cara yang berbeda, menandakan bahwa Anda sedang memotivasi dirimu untuk bangkit dari kegagalan. Dengan sikap semacam itu, niscaya Anda akan menuai buah yang manis dengan cara tersebut.

3. Gunakan kekuatan Anda
Ketika seseorang mengalami kegagalan dan menemui jalan buntu, tenaganya juga ikut tersedot. Akibatnya orang tersebut menjadi lemah, loyo, letih, lesu dan kehilangan motivasi.

Oleh sebab itu, manfaatkan skill yang Anda punya. Gunakan kekuatan terbaik Anda. Lalu belajarlah mengatasi kelemahan dan kekurangan Anda. Motivasilah diri Anda bahwa Anda pasti bisa bangkit lagi.

4. Belajarlah untuk bangun kembali
Tidak peduli berapa kali Anda gagal dan jatuh. Bangun kembali motivasi Anda dan mulailah melakukan lagi apa yang tertunda oleh kegagalan.

Paul Meyer berkata, "Sembilan puluh persen dari semua orang yang gagal sebenarnya belum kalah. Mereka hanya menyerah". Gagal bukan berarti kita sudah kalah. Tetapi sering kita menyerah sebelum kita kalah. Kita tidak mau bangun kembali inilah yang menjadi persoalannya.

J. I. Packer berkata: "Satu detik kemenangan yang disadari membuat seseorang merasa bahwa setelah ini tidak ada hal yang sungguh berarti; sementara satu detik bencana yang disadari membuat seseorang merasa bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Namun, tidak satu pun dari peristiwa tersebut realistis sebab tidak satu pun dari peristiwa itu yang benar-benar sama seperti yang dirasakan atasnya".

5. Pandanglah kepada TUHAN Allah
Ketika gagal, tidak berarti bahwa TUHAN Allah telah meninggalkan Anda. Dia adalah TUHAN Allah yang peduli dengan And. Bagaimana pun keadaan Anda, TUHAN Allah selalu siap untuk membantu Anda.

Ketika kita angkat tangan, TUHAN Allah turun tangan untuk membantu dan menolong kita. Dia akan memberikan kekuatan bagi kita untuk bangkit kembali.
Dengan memandang kepada TUHAN Allah, kita sedang membangkitkan motivasi rohani untuk meminta dukungan TUHAN Allah agar kita bisa bangkit lagi.

Yohanes Ratu Eda

/yestosa

Saat ini saya bekerja sebagai seorang rohaniawan, hobi saya ialah membaca, menulis dan rekreasi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?