Jansori Andesta
www.kompasiana.com/www.jansmiauw.com

aku anak ketiga dari pasangan hazairin dan sawati. dari tahun 2005 aku mulai menyukai puisi (baca n tulis puisi). dan saat ini menulis adalah pilihanku.
Kompasianer sejak:
17 October 2011
Tulisan : 738 artikel
Komentar : 3411 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Engkau Teman Engkau Saudara

buat Yayag Yp serumpun dalam kata kita seikat pucuk ranting bahasa mengukir syair ungkapan rasa makna rahsia yang serupa bulir menetas benih beragam jua entah atas tebing tengadah entah di lembah membuah fikir serian jiwa ...

FIKSI | 19 jam lalu

6   2   dibaca 3

Puisi

Senyummu Tertinggal di Daun Pintu

sumber gambar: auliya-isthy.blogspot.com - Kulihat senyummu tertinggal di daun pintu lengkung melambai terpaan angin mengendap dari ranting-ranting randu Enggan beranjak jauh pun detak berganti pijakan waktu tak hendak diam tinggalkan masa-masa yang mungkin kan rapuh Masih ...

FIKSI | 7 October 2014 18:06

28   6   dibaca 4

Puisi

Haruskah Kusetubuhi

haruskah kusetubuhi mimpimimpi yang bermunculan berganti di malam hari di gelap hening berhuni hadirkan kembali mimpimimpi penuh berarti hingga ke tepi hingga penghujung waktu beralih mengekor malam berganti pagi haruskah kusetubuhi satu per satu pasti sepenuh berahi sepenuh hasrat ...

FIKSI | 13 September 2014 12:25

27   1   dibaca 1

Puisi

Pengakuan di Lentik Lidah

Tuhan telah beri kita merdeka Tuhan telah bebaskan kita dari penjajah sebab Tuhan benar sayang kita dan Tuhan tahu itu adalah hak kita tapi aku, ah… aku ini memang payah apa ...

FIKSI | 18 August 2014 07:02

16   0   dibaca 1

Puisi

Hari Ini (Di Hari Kemerdekaan)

hari ini kembali disuara lantangkan baris-baris kalimat pengakuan “KEMERDEKAAN” yang pernah menggema dan mendunia berpuluh tahun silam hari ini kembali dilantunkan lagu-lagu perjuangan bernada semangat dan kesyukuran seperti tahun-tahun kenangan yang terus dan terus ...

FIKSI | 18 August 2014 01:31

8   0   dibaca 0

Puisi

Jalan Hidup

sumber gambar: mubarakfadhel.wordpress.com - ada sebentang jalan singkat habis sekejap dilangkahi tiada terukur tapi berjeda pejaman gelapnya hari tak akan terganti tak akan berulang kembali sekali ke depan menatap penghujung pasti jalani, jalani lakon ditentu jangan pungkiri tetapan ...

FIKSI | 16 August 2014 19:04

19   8   dibaca 2

Puisi

Payah Berupuak Ati

nido keruan agi endak kemano pegi litak badan midang di aghi nuntut gindu di ati jemo diribang dino tegaghi la abis petang bekeleman kini segolah berupuak nyimpugh sendighi ngapo nyadi luak ini tuapo ...

FIKSI | 30 April 2014 19:56

10   2   dibaca 4

Puisi

Inilah Hamba Tiada Ubah

jauh kata menitah rapuh jasad tegak terbatas hayat serupa ada sebongkah tanah berjalan menuju arah berakhir ujung kembali ke tanah tak layak bangga jumawa hati menatap pantang pada saudara sama berpijak berjalan, berlari dan lelah tertunduk hina bercermin ...

FIKSI | 20 April 2014 00:11

21   1   dibaca 1

Puisi

Kutemukan Tulus Hatimu (Pujangga Hatiku)

ya, kutemukan tulus hatimu memberi kasih tanpa meragu hingga tiada terbantah kala mengeja kata menyusun bait selalu terlafal fasih nama indahmu pujangga hatiku aku kan setia menanti kasih bersama ...

FIKSI | 14 April 2014 21:28

102   6   dibaca 5

Puisi

Aku Bertanya, Haruskah?

warna warni berkibar di mana-mana wajah-wajah dan nama-nama bermunculan dan entah siapa nama dengan sederet gelar tertera ya, saat itu akan segera tiba saat orang-orang bersama-sama masuk dan keluar dari bilik-bilik suara berderet tertata begitu ...

FIKSI | 6 April 2014 22:52

25   3   dibaca 1
1 2 3 ... 74 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: