Ima Hardiman
Ima Hardiman wiraswasta

perempuan biasa. penikmat perjalanan dan pencinta keindahan.

Selanjutnya

Tutup

Apa yang Terjadi di Rumah Ade Irma Suryani Nasution, Dinihari 1 Oktober 1965?

30 September 2012   18:52 Diperbarui: 24 Juni 2015   23:26 32732 3 5
Apa yang Terjadi di Rumah Ade Irma Suryani Nasution, Dinihari 1 Oktober 1965?
13490281991986022927

Hari ini, 30 September 2012 saya mengunjungi rumah Jenderal AH Nasution di Jl. Teuku Umar 40 Menteng. Rumah bergaya kolonial yang telah dialihfungsikan menjadi Museum Jendral AH Nasution, dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Desember 2008 lalu. Sepertinya tidak banyak warga Jakarta yang mengetahui keberadaan museum ini. Bahkan saya pun  baru hari ini "ngeh" melalui blog di internet. Selama 1 jam lebih menyambangi museum ini, beruntung mendapat informasi lengkap dari Pak Royen, serdadu Kopassus yang ditugaskan sebagai guide. Kisah di balik usaha penculikan Jendral AH Nasution oleh pasukan Cakrabirawa, tewasnya putri tercinta Ade Irma Suryani  dan sang ajudan Lettu Pierre Tendean pun menjadi sangat jelas dan terbuka... [caption id="attachment_215472" align="alignnone" width="530" caption="Pasukan Cakrabirawa masuk rumah, menuju kamar sang Jendral."]Jendral AH Nasution yang tidur bersama Bu Nas dan Ade Irma, di kamar tidurnya terjaga oleh suara gaduh keributan di luar. 1 Oktober 1965 sekitar pkl 03.45.

13490286381597529152
13490286381597529152
[/caption] [caption id="attachment_215475" align="alignnone" width="530" caption="Mereka menggedor pintu kamar tidur. Saat itu sang Jendral didampingi Ibu Nas telah menyelamatkan diri ke sisi rumah. Ade Irma yg terbangun diserahkan kepada adik Bu Nas yang berada di kamar sebelah. Pasukan Cakrabirawa dengan beringas menembaki pintu kamar tidur. Beberapa peluru menembus punggung si kecil Ade."]
13490282801975324144
13490282801975324144
[/caption] [caption id="attachment_215476" align="alignnone" width="398" caption="Jendral AH Nasution melompat pagar samping ke rumah sebelah yaitu Kedubes Irak. Disaksikan Bu Nas yang membopong putrinya bersimbah darah."]
1349028319743159330
1349028319743159330
[/caption] [caption id="attachment_215477" align="alignnone" width="530" caption="Bu Nas berlari menuju pesawat telepon untuk melaporkan kejadian di rumahnya ke Komandan Garnisun Mayjen Umar Wirahadikusumah. Namun sambungan telepon sudah diputus. Dengan berani Bu Nas menghadapi pasukan Cakrabirawa bersenapan, yang mendesak keberadaan sang jendral. Jawab Bu Nas,"Bapak tidak di rumah, beliau sudah 2 hari di Bandung.""]
13490283871706171346
13490283871706171346
[/caption] [caption id="attachment_215481" align="alignnone" width="398" caption="Ujar Bu Nas lagi dengan geram, "Kalian ke sini hanya untuk membunuh anak saya..!!""]
13490285361798740564
13490285361798740564
[/caption] [caption id="attachment_215478" align="alignnone" width="530" caption="Sementara di ruang paviliun, sebagian pasukan Cakrabirawa lainnya menangkap Lettu Pierre Tendean, yang mereka kira adalah Jenderal AH Nasution. Setelah diculik, Pierre tewas dibunuh di Lubang Buaya."]
13490284231602171071
13490284231602171071
[/caption] [caption id="attachment_215479" align="alignnone" width="424" caption="Pakaian dan jam tangan (sayangnya telah diganti dengan jam meja) yang dipakai Jendral AH Nasution saat kejadian. Jarum jam menunjukkan pkl. 04.15"]
13490284652050432464
13490284652050432464
[/caption] [caption id="attachment_215480" align="alignnone" width="398" caption="Barang-barang pribadi Ade Irma Suryani Nasution: Boneka, tempat minum, sepatu, tas."]
13490284994338130
13490284994338130
[/caption] [caption id="attachment_215482" align="alignnone" width="328" caption="Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Nasution, berfoto seminggu sebelum tragedi. Setelah 6 hari dirawat, Ade Irma meninggal di RS Gatot Subroto tanggal 6 Oktober 1965."]
13490285731374621545
13490285731374621545
[/caption]
1349033307197671570
1349033307197671570
Museum Jenderal AH Nasution Jl. Teuku Umar 40, Menteng, Jakarta Pusat Telp.: (021) 314 1975 Jam buka: Selasa-Minggu, Senin tutup, pukul 08.00-14.00 WIB Tiket masuk: gratis, sumbangan sukarela