mengintip:ke"galau"-an Metro TV soal Teroris,sekarang siapa yang teroris?

15 September 2012 04:39:39 Dibaca :
mengintip:ke"galau"-an Metro TV soal Teroris,sekarang siapa yang teroris?
Dokumen Penulis

Menurut Black’s Law Dictionary, Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana (Amerika atau negara bagian Amerika), yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan . Entah ada angin apa yang terjadi begitu menyaksikan pernyataan Metro TV (gue brani bilang merek karena Matro pun berani bilang Merek Agama Gue!) membuat hati gue sedikit meriang mendengar pernyataan stasiun televisi berita yang satu ini sebagai manusia yang diakui kebebasan pendapatnya memang sah sah saja bila jurnalis berhak mengeluarkan statment  resminya,akan tetapi sangat disayangkan bila pernyataan sensitif ini dikaitkan mentah mentah ke suatu komunitas keyakinan tertentu semata! Perspektif Logis Kita tidak bisa menafikan beberapa Aksi yang terjadi di negara Indonesia yang sebagian besar kalangan mengklaim golongan ini disebut sebaga teoris karena melengkapi semua unsur dari definisi teroris jadi mungkin Metro TV harus cerdas mengemas bahasa.karena beberapa fakta lapangan ,mereka yang dipersalahkan mungkin benar beasal dari kalangan tertentu.Akan tetapi Hello,!metro tv harus cermat lagi dalam melihat konteks permasalhannya,jangan serta merta membuat statment yang menggunakan simbol agama tertentu.Efek kedepan tentu lebih berbahaya karena isu keagamaan adalah isu sensitif lainnya. Secara logis dapat terlihat cara pandang Kru metro TV yang secara sempit mengambil sampel dari mereka yang dibilang Metro TV sebagai (teroris) yang berasal dari Agama tertentu.tapi benarkah Masjid ,pesantren dan sebagainya sebagai sarang teroris? Aku pikir Metro TV lebay dan sangat Galau sekali EFEK Efek yang ditimbulkan media massa satu ini bukan berlebihan pasti sangat besar,mengingat statment tersebut mengeluarkan jastifikasi sepihak terhadap Agama islam,sebagai Agama Mayoritas! Seharusnya Metro TV boleh mengeluarkan statement yang lebih umum dari peristiwa yang terjadi secara keumuman tanpa melakukan justifikasi untuk kelompok tertentu.Karena perlu diingat SATU KATA itu BERARTI EFEKnya Who is the Real Terrorist? Sengaja aku cantumkan defenisi terorist itu diawal tulisan ini ,agar semua kembali berbenah diri agar tidak terjerumus dala provokasi media massa Indonesia yang bergerak sedemikian bebasnya  (akibat pemerintah LEMAH KONTROL terhadap media tertentu. Coba kita perhatikan efek dari Statement Metro TV ini yang bisa kita sebut bahwa Metro TV sesungguhnya sebagian dari THE REAL TERRORIST! a. mengintimidasi penduduk sipil Pernyataan Metro TV ini jelas mengintimidasi perasaan penduduk Sipil Indonesia yang sebagian besar menganut Agama Islam.mengapa? karena menggunakan secara sembarangan identitas simbol Agama tertentu b. memengaruhi kebijakan pemerintah. Dengan statment dari Metro TV ini,tentunya menyebabkan pemerintah yang entah hingga sapai kapan gaLAUnya semakin terpengaruh oleh isu sensitif akibat efek gelombang protes sana dan sini yang mungkin terjadi. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan . Disadari atau tidak gelombang protes tersebut tentunya akan mengganggu stabiitas penyelenggaraan negara yang ini diserang oleh berbagai Aspek. Memang bear secara fisik Metro TV tidak melakukan penculikan pembunuhan.tapi penculikan dan pmebunuhan Karakter tentu saja telah nyata dilakukan oleh Media Massa berita yang satu ini kedepan ,sudah sepantasnya pemerintah berikan reaksi kepada media massa yang mengeluarkan statment Multitafsir namun efek serius ini. Kedepan kita harus menyadari pula,betapa pentingnya untuk meningkatkan kepedulian kita untuk selalu berikan penceraha.karena Media Massa sekarang maaf kata tidak ubah nya telah dijadikan ladang bisnis dan dicekoki kepentingan.Hingga maaf saja kalau bisa disamakan dengan WTS  pun sudah susah membedakannya. Selain itu,kebebasan berpendapat memang telah diatur oleh HAM.Akan tetapi kita perlu menyadari,bahwa jangan sampai kebebasan pendapat itu juga menggangu kebebasan yang dimiliki oleh orang lain Dan perlu saya tekankan ,Saya adalah orang Islam.Dan Saya juga Tidak menyukai Kebencian.Setidaknya bila memang kebebasan berpendapat itu diakui .Seharusnya kebebasan untuk melindungi Pendapat manusia lainnya harus pula diakui.Jika memang kebebasan bersuara itu diakui.Sudah mestinya,kebebasan untuk melindungi Perasaan manusia lainnya juga diakui.Tapi "kebenaran relatif yang disampaikan Metro TV sungguh disayangkan" “Ikutilah jejak sang nabi, bukan  menentangnya dengan berbuat sesuatu yang belum tentu nabi sendiri menyetujuinya”

Wiriyanto Aswir

/wiriyantoaswir

aku ingin menulis,itu saja ,tak kurang,tak lebih
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?