HIGHLIGHT

BMI Riyadh Potret Buruh yang Sesungguhnya

01 Mei 2013 18:42:48 Dibaca :
BMI Riyadh Potret Buruh yang Sesungguhnya
-

BMI atau TKI Informal di Riyadh ,sesungguhnya adalah buruh yang berarti kuli,yaitu mendapatkan gaji dari seorang Majikan dan bekerja hasil dari benar-benar harus keluar keringat.Sebagian besar pekerjaannya menggunakan atau hasil dari otot bukan dari otak. Jenis pekerjaan ini sering disebut TKI informal,seperti TKI PRT,TKI Sopir,Penjaga Rumah atau kebun dan penjaga Toko.Di Riyadh,sejumlah TKI Informal atau semi informal masih berkondisi 'buruh ' dalam arti kuli.Yaitu ada istilah majikan dan TKi yang seperti "budak'. Kondisi perbudakan yang sangat nampak adalah,ketakutan kepada majikan yang kadang berlebihan.Dipaksa bekerja bukan di peruntukkannya.Misalnya jam kerja yang harus siap (ready 24 jam), tanpa ada hari libur mingguan atau bulanan.Bekerja sepanjang tahun. TKI Sopir kadang harus bekerja ekstra,selain mengemudi mobil bagi keperluan majikannya,juga dipekerjakan harus membersihkan halaman,mencuci pagar atau mengurus taman tanpa dibayar tambahan sebagaimana Perjanjian Kerja bahwa bekerja sebagai Driver (Sopir) saja. Kedua,bila ada kesalahan bisa terjadi adanya ketidakadilan,karena faktor bahasa,lalu faktor teknis tidak bisa terjangkau secara cepat oleh satgas TKI,dan jika bermasalah dengan majikan pada umumnya mereka selalu berada di pihak yang salah (atau kalah). Moratorium pengiriman TKW PRT dan sekaligus TKI Informal pria saat ini,semoga menjadi jalan keluar dari segala masalah TKI Saudi. Dan pemerintah mendapat kesempatan untuk menata lagi sistem pengiriman TKI informal ke Saudi.Agar hak-hak dan kewajiban antara kedua belah pihak bisa ditata kembali dengan lebih "berperikemanusiaan dan menghormati Hak Azasi Manusia". "Memanusiakan TKI,agar tidak dianggap TKI PRT atau Sopir adalah sebagai bangsa budak " Tidak dapat dipungkiri,lowongan kerja sektor PRT dan Sopir pribadi plus Penjaga Toko dan sejenisnya di Saudi,hampir 20 tahun sudah menyumbang besar kepada devisa negara.Serta secara individual telah menjadi jalan instan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah Republik Indonesia. Dengan melihat manfaat yang langsung bisa dirasakan,sebagai lowongan kerja yang instan dan bisa segera dirasakan,dengan syarat keahlian yang tidak selalu harus berpendidikan tinggi,dan warga Saudi sudah cocok dengan TKI,maka kemungkinan dibuka kembali layak dipertimbangkan.Namun dengan catatan. Catatan yang dimaksud,pemerintah dalam hal ini Menakertrans atau BNP2TKI,jika,sekali lagi jika akan membuka lagi pengiriman TKI informal ke Saudi.Tolong buat peraturan yang bisa menghormati "harkat derajat kami kaum TKI /BMI sebagai Manusia,bukan sebagai Budak'. Jika pemerintah kedua belah pihak tidak menjamin kondisi yang demikian,Memanusiakan kami kaum buruh TKI Saudi,kami kira jangan buka pengiriman TKI Informal sampai kapanpun.Karena "perbudakan' yang sudah terjadi kepada kaum TKI Informal Saudi,diawali dari Jakarta.Berawal dari kebijakan Jakarta di waktu-waktu yang lalu. Salam selamat hari buruh buat semua teman buruh informal maupun buruh formal.Semoga ibadah bekerja kita mendapat keridlaan dari Tuhan yang Maha Esa dan rezeki yang kita dapat diberkahkan oleh-Nya.

13674076191934447040
TKI Sopir Senior di Riyadh.Putra-putri mereka ada yang sudah jadi Sarjana,hasil jadi budak di Saudi (foto dokpri;Aang & H.Misdin)
13674076911506551180
Sebagian rekan TKI PRT yang berjuang demi keluarga jadi
1367407923947847135
TKI PRT tetap paling diminati oleh Warga Saudi (foto;dok.Aang S & H.Misdin)
13674080701879123804
Beberapa Warga Saudi ada yang sangat akrab selalu bergaul di komunitas kami TKI Riyadh (foto:dokpri;AS & H.Misdin)
13674248352072916724
Saat bersama teman TKI di Toko Indonesia,sejenak terobati kerinduan ke keluarga di tanah air.(dokpri:Ang S & H.Misdin)

Aang Suherman

/wierodjampang

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Petani __Ekspresi apa adanya semoga bermanfaat.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?