HIGHLIGHT

Mengasah Citizen Journalism Saat Mudik

14 Agustus 2012 15:35:34 Dibaca :
Mengasah Citizen Journalism Saat Mudik
Akun twitter @infomudikllaj

Mudik setahun lalu bagi saya terasa masih lekat di ingatan, sepertinya baru kemarin terjadi. Sebuah momen indah meski harus menempuh perjalanan Jakarta-Temanggung selama 16 jam dengan bus malam, padahal di hari normal cukup 10-12 jam saja. Banyak hal terjadi selama perjalanan, dan bagi saya yang suka mengamati kejadian-kejadian sekitar, perjalanan mudik bisa menjadi bahan menarik untuk dibagi lewat media sosial, seperti blog maupun twitter. Setahun lalu saya belum memiliki gadget canggih seperti BB atau smartphone berbasis Android yang kini lazim dimiliki. Namun, dengan keterbatasan ponsel Nokia yang harganya di bawah sejuta rupiah, nyatanya saya masih bisa ber-twitter-ria untuk ikut meramaikan informasi mudik selama perjalanan. Ponsel saya saat itu hanya mampu menangkap sinyal maksimal EDGE dan seringkali terputus sama sekali saat melewati daerah-daerah tanpa sinyal. Tetapi justru itulah seninya, saya jadi asyik menunggu sinyal dan nge-tweet keadaan lalu lintas dalam perjalanan, maka rasa kantuk dan capek pun terkadang hilang. Saya memang tidak memiliki followers banyak, sejak tahun lalu pun jumlahnya hanya di kisaran 70-an pengikut. Namun, bukan berarti tweet saya tidak ada yang peduli. Setiap kali saya menuliskan sesuatu, tidak lupa saya mention ke akun yang khusus dibuat untuk memandu pemudik. Akun-akun tersebut beragam pengelolanya, mulai dari media massa hingga kepolisian. Sebutlah akun @mudikkompas, @infomudikllaj, @mudik_rcti hingga akun ternama @TMCPoldaMetro khusus untuk arus lalu lintas di seputaran Jakarta. Lewat twitter, naluri citizen journalism bisa terasah dengan mengabarkan kondisi teraktual tentang keadaan lalu lintas yang kita lewati. Hal ini dikarenakan akun-akun khusus tersebut tidak melulu mengandalkan anggotanya di lokasi, melainkan memberi kesempatan seluasnya kepada pengguna twitter yang menuliskan laporan singkatnya secara bertanggungjawab. Inilah contoh kicauan saya, pada saat mudik maupun arus balik tahun 2011 silam : Lalulintas di alun2 sukorejo, kendal, terhambat krn ramai pasar mlm & ratusan penumpang yg menunggu bis malam @mudikkompas Ternyata tweet tersebut di-RT oleh akun @mudikkompas dan tentu saja bakal lebih banyak pengguna twitter yang membaca. Syukur-syukur bila tweet saya dirasa bermanfaat dan kemudian kembali di-RT oleh pengguna lain. Inilah salah satu sisi manfaat twitter yang dengan cepat mengabarkan suatu keadaan di daerah tertentu, supaya kejadian seperti macet dan kecelakaan bisa dikabarkan oleh pengguna jalan yang akan melewatinya sebagai antisipasi sebelumnya.

Widi Kurniawan

/widikurniawan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Aku tidak menyebut saya dengan gue"

-------------- www.cintalorenz.com

--------------Follow @maswidik

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK SERBA-SERBI MUDIK

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?