Salah Kaprahnya Mereka yang Mengatakan Agama Tidak Perlu Dibela

02 Desember 2016 17:01:09 Diperbarui: 02 Desember 2016 17:31:36 Dibaca : Komentar : Nilai :

Saya suka merasa geli kalua ada orang yang mengatakan Tuhan itu tak perlu dibela. Agama itu tak perlu dibela, Kitab Suci tak perlu dibela. Saya yakin orang itu mungkin tidak pernah belajar sejarah. Mungkin tidak pernah sekolah dan mempelajari Ilmu Pengetahuan Umum.

Kalau ada yang mengatakan Agama memang membuat umat manusia terkotak-kotak, tentu saya setuju. Memang demikian adanya sejak zaman nabi Ibrahim.

Makanya kita semua harus bangga dengan Indonesia yang punya banyak agama dan selama ini terjaga toleransinya.

Tidak ada orang yang boleh melecehkan agama orang lain. Itu syarat utamanya kebinekaan kita.

Lalu ketika ada orang yang tiba-tiba melecehkan agama orang lain tetapi ternyata dibela mati-matian oleh kaumnya, ini berarti sedang memancing permusuhan.

Seharusnya bila ada seseorang dari kaum kita yang menghina agama lain, seharusnya kita sendiri yang menghukumnya. Tetapi yang terjadi saat ini malah yang bersalah dibela mati-matian. Ini kan sama saja memancing perang.

Dimana-mana tawuran masyarakat terjadi karena sebuah kampung melindungi warganya yang bersalah. Kampung lain tidak terima makanya mereka menyerang kampung itu.

Jadi kalau ada orang yang melindungi kaumnya yang melakukan sebuah kesalahan maka orang itu sudah pasti kampungan.

Kembali ke frasa Agama tidak perlu dibela. Ini hanya orang-orang yang tidak mengenal sejarah saja yang bias mengatakan hal itu. Dia tidak tahu yang namanya Perang Salib, Perang Badar dan perang-perang besar lainnya dalam sejarah peradaban manusia. Dia tidak kenal dengan Kerajaan-kerajaan Islam, Kerajaan Hindu, Kerajaan Kristen yang pernah ada.

Perang Agama sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Lah itu belain apa sih kalau bukan belain Agamanya?

Jadi kalau ada komunitas masyarakat yang ingin membela Agamanya agar Agamanya tidak dilecehkan salahnya dimana?

Hal yang serupa, bila ada suatu wilayah atau daerah yang ingin mempertahankan kelestarian budayanya yang mungkin dianggap masyarakat dunia sebagai budaya kurang baik, apakah itu hal yang salah?

Agama , Budaya dan Keluarga itu melekat pada diri setiap orang. Jangan pernah sekali-sekali melecehkan salah satu dari 3 hal tersebut. Jangan pernah melecehkan Agama seseorang karena dia akan membela Keyakinannya mati-matian.

Jangan pernah melecehkan budaya suatu suku/bangsa karena itu sama saja mengajak mereka berperang. Dan jangan pernah melecehkan keluarga orang lain karena itu membuat mereka akan menghabisimu juga.

Tuhan memang tidak membutuhkan pembelaan dari manusia atas semua perintahnya, tetapi manusia harus menjaga agamanya. Manusia harus menjaga aturan-aturan agamanya, menjaga kehormatan ajaran agamanya, menjaga keaslian ajaran agamanya agar anak-cucunya nanti sama seperti mereka yang menempatkan Agama sebagai tulang punggung kehidupannya.

Disisi lain untuk beberapa Agama memang mengenal Kekuatan Iblis dan Setan yang ingin merusak Kaum Beriman. Makanya ada satu-dua kalangan dari umat Islam percaya bahwa kalau ada yang menghina agama mereka bisa jadi itu Iblis yang menjelma menjadi manusia dan harus dihancurkan. Jadi jangan heran kalau ada FPI dan lainnya. Mungkin saja bagi FPI semua yang ingin merusak ajaran agama Islam itu dianggap sebagai Kekuatan Setan dan kekuatan itu harus dihancurkan. Makanya mereka menamakan diri Front Pembela Islam.

Sekali lagi jangan salah kaprah menilai mereka yang membela agamanya. Mereka bukan membela judul dari agamanya tetapi membela ajaran-ajaran kebaikan yang ada pada agamanya. Mereka membela kitab agamanya dan mensucikannya. Makanya mereka marah kalau ada yang menganggap remeh kepada kitab suci mereka.

Apakah itu salah? Apakah salah orang membela ajaran agamanya? Apakah salah orang menghormati kesucian kitabnya dan marah kalau ada yang melecehkannya?

Jadi kesimpulannya hanya sederhan. Siapa saja yang melecehkan agama orang lain sungguh patut menerima hukumannya. Sederhana saja. Tidak perlu orang pintar untuk memahami hukum yang sangat sederhana ini.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL agama
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article