Wahyu Sapta
Wahyu Sapta karyawan swasta

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup highlight

Dengan Mitsubishi Colt T-120ss Duduk Berdesakan Menjadi Memori Indah

24 Juli 2017   21:47 Diperbarui: 25 Juli 2017   09:32 515 5 4
Dengan Mitsubishi Colt T-120ss Duduk Berdesakan Menjadi Memori Indah
Mitsubishi Colt T-120ss menjadi bagian keluarga. (dokpri)

Mitsubishi Colt T-120ss, adalah mobil pertama milik kami, sudah menemani selama sebelas tahun. Tentu saja, banyak cerita yang mengikuti. Banyak jasa yang diberikan oleh mobil pertama kami, yang tentunya tak kami lupakan. 

Tahun 2006, suami dan saya memulai usaha baru, dalam bidang desain taman dan pengerjaannya. Awalnya memang suami tidak berdiri sendiri dalam bidang desain taman, tetapi ikut orang atau ngawula. Setelah lama dan memiliki jam terbang tinggi, suami berkeinginan untuk mandiri. Bukan apa-apa, karena dengan pikiran panjang, jika ikut orang lain terus, suatu saat, ketika sudah bertambah umur, maka perusahaan akan berpikir panjang untuk memakai jasanya. 

Dengan tekat yang agak dipaksakan, maka suami memberanikan diri untuk mandiri. Alhamdulillah, dengan modal tabungan yang ada, kami berdua sepakat memulai usaha tersebut. Tentu awalnya tidak mudah. Harus mengencangkan ikat pinggang, karena untuk memulai usaha baru, tentu saja sesuatunya dari nol. Dari mengenalkan diri ke pelanggan, hingga modal pendukungnya.

Colt T-120ss termasuk modal awal kami untuk memulai usaha. Kami membutuhkan angkutan untuk membawa material pengisi taman. Seperti membawa tanah, bebatuan, gentong dan banyak tanaman sebagai elemen pengisi taman. Karena jika kami menyewa mobil, harganya jatuh lebih mahal. Daripada uang untuk menyewa mobil jasa angkutan, maka lebih baik kami membeli sendiri dan baru. Meski harus melalui leasing

Di hari kerja, mobil untuk bekerja. Maka jika hari libur, mobil akan kami pakai untuk jalan-jalan, ke tempat wisata atau mengunjungi orang tua karena orang tua tinggal di kota lain. Serunya adalah, kami semobil berempat. Suami, saya dan anak-anak. Pada saat itu, anak-anak masih kecil, jadi cukup untuk kami berempat, meski harus berdesakan. Hehehe...

Dapat dibayangkan betapa serunya. Mobil angkutan barang, menjadi mobil pribadi. Tidak ber-AC lagi. Pada saat panas, kepanasan. Berdebu, karena jendela mobil tidak bisa ditutup rapat karena tak ber-AC. Pada saat hujan deras, akan terkena air hujan, karena jika mobil tertutup rapat akan berembun. Terpaksa deh dibuka sedikit, dengan resiko kemasukan air hujan. Sambil melindungi anak-anak dari sentuhan air hujan. Sesekali ada guntur menggelar, menambah seru suasana di dalam mobil. Aneh kan, bermobil tapi masih kehujanan. Hehehe... Tapi itulah asyiknya. 

Setelah beberapa tahun berjalan, mobil semakin terasa sesak. Karena anak-anak semakin bertumbuh besar. Tentu saja, semakin tidak muat semobil berempat. Panas, sesak, padahal kami menyukai jalan-jalan. Nggak asyik jika tak berempat. Berasa ada yang kurang. Kami tak lagi memakainya untuk keperluan jalan-jalan. Kami memiliki mobil pengganti. Meski mobil sederhana, tetapi cukup menampung kami berempat. Akhirnya, semobil berempat di Colt T-120ss menjadi memori indah.

Nah, sekarang, mobil Colt T-120ss tetap menemani kami, meski hanya untuk bekerja. Sesekali kami memakainya pada saat menggantikan pegawai yang tidak masuk kerja, sekaligus bernostalgia. Tidak berempat, hanya berdua. Saya dan suami. Banyak cerita di jalan dengan menggunakan mobil Colt T-120ss ini, selain untuk keperluan usaha. Dari kebocoran ban dan harus mengganti ban dengan ban serep. Menampung orang yang ingin numpang di bak belakang. Menolong orang kecelakaan. Dan masih banyak lagi.

Oh, ya. Jangan dikira saya bisa nyetir mobil ya, meskipun memiliki mobil. Baru megang untuk latihan saja sudah gemetaran. Tapi saya adalah kenek yang baik, yang tak pernah ketiduran saat mendampingi sopir loh. Hehehe...

Jadi, mobil pertama kami ini, banyak sekali membantu keluarga. Ikut mencari nafkah untuk keluarga. Juga memiliki banyak memori, baik yang suka maupun duka. Mobil ini berasa seperti bagian dari keluarga hingga sekarang. 


Semarang, 24 Juli 2017.