HIGHLIGHT

Sepakbola Slovakia Bisa Menginspirasi PSSI

27 April 2012 15:32:32 Dibaca :

Salam Sepakbola Bangkit!!!

Siapa di antara Kompasioner yang mengenal federasi sepak bola Slovakia?  Ane yakin jumlahnya paling cuman puluhan orang.  Tapi, tahukah Anda bagaimana kisah perjuangan Sepakbola Slovakia sampai akhirnya bisa diperhitungkan di kancah dunia?.

Slovakia pernah menjadi negara sendiri di tahun 1939, namun setelah pecahnya Perang Dunia II, Slovakia kemudian bergabung dengan Rep. Ceko dengan nama Cekoslovakia.  Sepakbola Cekoslovakia pernah mendunia dengan menjadi juara Piala Eropa tahun 1976, menjadi runner up Piala Eropa 1996, juara 3 dan semifinalis Piala Eropa 1960, 1980 dan 2004.  Mereka juga pernah 2x mencicipi menjadi runner up Piala Dunia tahun 1934 dan 1962.

Federasi Sepakbola Slovakia kembali harus menjalani hari-hari baru pasca pecahnya negara Cekoslovakia pada tahun 1992.  Tahun-tahun awal menjadi sangat berat bagi Slovakia, di mana mereka pernah mencicipi peringkat 150 FIFA dan mengalami kekalahan terbesar sepanjang sejarah persepakbolaan mereka 0-6 dari Argentina.  10 tahun pertama mereka menjadi bulan-bulanan di ajang kualifikasi Piala Eropa maupun Piala Dunia, dengan selalu menjadi tim pesakitan dan lumbung gol seperti Bosnia, Moldova, Luxemburg, Azerbaijan, Liechtenstein, dsb.   Kemenangan menjadi barang yang sangat mahal untuk Timnas mereka saat itu.

Kebangkitan itu dimulai pada kualifikasi Piala Dunia 2002 zona Eropa, saat mereka hampir lolos ke babak play off.  Sayang mereka gagal membendung keperkasaan Turki dan Swedia yang saat itu memang sedang dalam top perform.  Turki menjadi juara 3 Piala Dunia 2002 dan Swedia lolos ke perdelapan final setelah menjadi juara grup mengalahkan Inggris.  Sayang langkah Swedia dihentikan kejutan besar Senegal.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2006, Slovakia selangkah lebih maju dengan nyaris lolos ke putaran final Piala Dunia.  Sayang langkah mereka dihentikan oleh Spanyol di babak Play off.

Sepakbola Slovakia berpesta kala berhasil maju ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya di Afsel 2010.  Tidak sekedar menjadi tim penghibur, langkah mereka di penampilan perdana cukup spektakuler dengan maju ke babak perdelapan final setelah mengkandaskan Juara Bertahan Italia di penyisihan grup.  Langkah spektakuler mereka dihentikan oleh sang runner up Piala Dunia 2010, Belanda dengan skor 1-2.

Namun, sedikit kontradiktif sebab sampai saat ini Slovakia justru belum pernah mencicipi putaran final Piala Eropa sama sekali.  Tapi, apapun itu Sepakbola Slovakia telah membuka mata dunia.

Seperti Kompasioner ketahui perpecahan juga sedang melanda persepakbolaan tanah air kita saat ini.  Akibat perpecahan ini kita merasakan pahitnya kekalahan terbesar di tahun pertama PSSI atas Bahrain beberapa bulan lalu.  Langkah rekonsiliasi juga seperti masih jauh panggang dari api, di mana kubu sebelah mengatakan mereka tidak butuh pengakuan dari siapapun dan mereka akan terus maju dengan langkah mereka.  Perhatikan baik kalimat yang tertulis dengan huruf tebal.

Seandainya, memang rekonsiliasi tidak terjadi dan akhirnya PSSI harus berjalan dengan kekuatan yang ada saat ini, PSSI tidak perlu patah arang.  Mari kita jadikan Sepakbola Slovakia sebagai inspirasi.  Memulai dari nol memang berat, banyaknya hinaan yang melabeli diri sebagai kritikan adalah tantangan yang begitu sulit.  Tapi kekalahan tidak selalu buruk kalau kita mau terus berusaha untuk maju.  Sekarang boleh kalah, tapi dengan berjalannya waktu dan pembinaan, suatu saat kita akan menuai hasilnya.  Sepakbola Slovakia butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa bangkit dan menjadi salah satu kekuatan dunia, sepakbola Spanyol butuh waktu lebih dari 16 tahun untuk bisa menggenggam trophy Piala Dunia, kita juga butuh waktu untuk kembali menjadi kekuatan ASEAN, Asia dan mungkin Dunia.  Keyakinan adalah salah satu bagian dari doa....

Tetap dukung Timnas, apapun hasilnya!!!

Salam Sepakbola Bangkit!!!

Vladimir Preximovic

/vladimirpreximovic

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Asli Semarang tapi jarang ada di Semarang. Melanglangbuana menjelajah ke seluruh pelosok nusantara demi mengusahakan rezeki yang halal untuk anak-istri dan keluarga....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?