Memasak Bakmi Jowo

08 Agustus 2012 09:10:32 Dibaca :

Iseng-iseng, berdasarkan petunjuk dari guru saya, saya mencoba memasak makanan yang berbahan dasar Mie yang dinamakan Bakmi Djowo. Setelah dicoba dan dicoba lagi dan lagi lagi dicoba lalu kemudian saya coba lagi, eeehh..ternyata rasanya maknyusssss juga loch. Serius gan.

Dan pada kesempatan yang sangat berbahagia ini saya menyatakan dengan sungguh sungguh ingin membagikan pengalaman saya kepada hadirin sekalian. Semoga artikel saya bermanfaat untuk hadirin sekalian. Amin.

Tanpa panjang lebar apalagi diameter, volume, luas, keliling ataupun jari-jari (matematika kale..) bekirut, eh berikut saya paparkan segamblang-gamblangnya dan sejelas mungkin menurut penjelasan saya dan semoga tidak menyesatkan. Hehe...

Oke, bagaimana kalau kita mulai saja? Oke..

Memasak, sebenarnya tidak perlu bakat khusus dan special plus telor. Karena seperti hal-hal yang lain bahwa keberhasilan dari segala sesuatu itu adalah 90% usaha, 9% bakat dan 1% takdir. Maka bagi anda yang belum begitu paham tentang ilmu dan rumus-rumus memasak seperti saya, janganlah berkecil hati. Tetaplah semangat pada kemauan anda. Karena dimana ada kemauan dan usaha maka di situ ada jalan. When there's a will, there's a way. Ya nggak...

Oke, ayo kita segera saja memulai...hehe..

Let's check it out..

Sebelum kita memasak..(ini kapan masaknya? dari tadi banyak mulut mulu...) ada baiknya apabila kita bersama sama berdoa sesuai keyakinan masing-masing memohon petunjuk dan keberhasilan untuk acara yang sangat mendebarkan pada kesempatan kali ini.

Berdoa, mulai..

(..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................)

Berdoa selesai.

Oke. Mari sekarang kita benar benar harus memulai. Karena tidak ada sesuatu hal tanpa dimulai. Tidak ada yang tanpa permulaan. Maka jika kita ingin melakukan sesuatu yang kita ingin lakukan, mulailah sekarang juga. Kita tidak bias menunggu waktu yang tepat atau sempurna. Karena sesungguhnya waktu yang sempurna itu ya saat ini juga.

Oke!!!

Pertama-tama yang harus kita persiapkan adalah.....?

Teng..teng...teng...Trataaaaaaaa.... Wajan penggorengan sodara-sodara dan tentu saja dengan kekasih sejatinya yaitu sendok penggorenganya.

Lalu tentu saja kompor gas. Dan harap diingat dan camkan dengan baik-baik karena ini sangat penting. Sebelum kita mulai memasak, periksalah dahulu tabung gas anda!!!

Cek dahulu apakah ada isinya atau tidak, kalau kosong alias sudah habis silahkan segera membelinya lagi di toko toko terdekat anda.

Setelah itu, marilah kita mulai mempersiapkan segala bahan dan keperluan kita.

Bahan utama :

- Bakmi telor secukupnya

- Daging ayam cincang secukupnya

- Bakso secukupnya

- Udang secukupnya

- Sawi hijau secukupnya

- Kul secukupnya

- Telur

Bumbu dan bumbu :

- Bawang putih secukupnya lagi

- Tomat diiris iris lagi lagi secukupnya

- Potongan daun seledri dan lagi lagi secukupnya juga

- Garam

- Gula pasir

- Merica bubuk

- Kecap manis

- Kaldu ayam

Langkah pertama adalah goreng telor kocok lalu di orak arik. Lalu masukkan bawang, irisan tomat dan potongan dan seledri tadi. Tunggu hingga berbau harum, (jika anda tidak sabar menunggu jangan coba coba menyemprotkan parfum atau pengharum ruangan ke wajan, karena bukan harum seperti itu yang saya maksudkan..oke!!!)

Setelah itu masukkan daging ayam, bakso yang udah kita potong potong dan udang.

Anda bisa saja memasukkan bahan lain sesuai selera anda. Misalkan jika anda suka dengan sandal jepit, maka bisa juga dimasukkan. Tetapi ini sangat tidak saya anjurkan. Percayalah.

Oke, sampai mana kita tadi?

Setelah itu kita siramkan kaldu ayam secukupnya. Lemparkan garam secukupnya. Vetsin. Lalu bubuhkan merica dengan perasaan dan penuh cinta. Kemudian akhirnya kecap manis yang sudah sedari tadi menunggu di bench kita masukkan.

Kita aduk-aduk sambil kita icip.

Slruuupp...hmmm...aih kurang asin.

Baik, kita tambahkan garam lagi.

Slrruuup....hmmm...haahh.sedikit keasinan..

Mari kita lihat di bench siapa yang belum kita mainkan.

Aha, gula pasir!!! Kita hampir saja melupakannya!

"AKHIRNYA SETELAH SEDARI TADI HANYA MENJADI PENGHANGAT DI BANGKU CADANGAN, SANG PELATIH MEMASUKKAN GULA PASIR YANG BERNOMOR PUNGGUNG 14. KITA TUNGGU HASILNYA SODARA SODARA APAKAH DENGAN DIMASUKKANNYA GULA PASIR AKAN MEMBUAT PERUBAHAN POSITIF?!"

Diotak atik diaduk aduk dan.....slrruppp...hmmm..sedaaapp...maknyuss..

Oke, selanjutnya kita masukkna sayurannya..plung..plung...

Kita aduk aduk dan biarkan mendidih sebentar.

Dan akhirnya!!!!!

Kita tiba pada menit menit akhir alias injury time.

Masukkan bakmi telor ke dalam dan..brughh..brugh...srrtt..serrtt...

Nah, lagi lagi kita aduk aduk bentar, dan setelah bakmi matang kita segera tuangkan ke mangkuk atau piring.

Dannnn...trataaaaa.....eng..ing..eeeng....

Aroma wangi menyeruak menyesakki udara. Begtu menggoda menggetarkan jiwa. Aih..bakmi djowo kita sudah matang dan siap untuk disantap sodara-sodara!!

Oh ya, bagi anda yang suka pedas pedas silahken masukkan saja potongan cabe rawit.

Bagaimana pemirsa, gampang kan?

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, saatnya kita harus mengakhiri pertemuan kita kali ini. Semoga bermanfaat.

Dan saya sadari bahwa tulisan saya masih jauh dari sempurna. Maka dari itu saya sangat mengharapkan masukan dan kritik yang membangun dari pembaca sekalian. (kayak skripsi aja...)

Demikian, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di lain kesempatan. Tetap semangat!! Dan salam olahraga.

Uzee D Portgas

/uzeedportgas

TERVERIFIKASI (HIJAU)

asal : Wonosobo, Jateng Pekerjaan : Graphic Designer kecil2an..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?