Saya Benci Ucapan "Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur"

28 Februari 2011 19:49:49 Dibaca :

Mengapa saya membencinya?

Menurut saya itu adalah doa yang kurang tepat (semoga panjang umur). Karena tugas pokok umat manusia bukanlah hidup melainkan mempertanggungjawabkan hidup. Maksudnya apa sih? Bertele-tele amat. Let's cekidot.

Setiap manusia tentu sangat ingin berumur panjang dengan berbagai alasan. Namun apakah hanya dengan umur panjang kita bisa menjadi manusia bernilai? Di lingkungan saya ada nenek-nenek yang sudah sangaaaaat tua namun cerewet minta ampun, rewelnya udah kayak bayi. Karena ke-cerewet-an dan ke-rewel-annya itu, sang nenek sering disumpahi cepat mati.

Tentu saja hal ini membuktikan umur panjang bukan berarti hidup bernilai. Buat apa umur panjang namun orang sekitar merasa dirugikan, buat apa umur panjang hanya untuk menumpuk dosa. Orang macam ini, jika suatu hari nanti mati, maka tidak akan ada air mata. Yang ada hanya senyum yang ditahan. xixixix.

Yah, masih mending umur panjang sehat wal afiat, nah kalau sakit-sakitan? Ah, lagi-lagi kita merepotkan orang. Kalau orang yang merawat ikhlas, kalau tidak ikhlas? Tentu kita dihantui rasa tidak enak. Masih mending juga kalau umur panjang rajin ibadah. Kalau kita tak berdaya? Hadoh, Umur panjang ternyata sangat berisiko menumpuk dosa. Oleh sebab-sebab di atas saya selalu protes jika seseorang mengucapkan "Selamat ulang tahun, semoga panjang umur" karena saya tidak mau mati dalam keadaan tak berguna.

Sebuah kata-kata bijak dari Rasulullah; "Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi manusia lainnya" bang Einsteinpun berkumandang; " Jangan ingin menjadi manusia yang sukses tapi jadilah manusia yang berguna". Chairil Anwar berteriak; "sekali berarti sudah itu mati"

Jika memang kekeh pengen panjang umur, maka jadilah manusia berguna sekaligus!

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
TAG #muda

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?