PILIHAN HEADLINE

Sebab Bastian adalah Kita!

17 Juni 2017 02:25:45 Diperbarui: 17 Juni 2017 15:07:07 Dibaca : 2400 Komentar : 24 Nilai : 40 Durasi Baca :
Sebab Bastian adalah Kita!
Chelsea Islan | Foto: jadiberita.com

Jelas belum kering benar luka kecewa yang berpuncak #HariPatahHatiNasional Mei kemarin, jagad galau tak berujung social media kini diberdarahkan lagi oleh desas-desus keputusan asmara Chelsea Islan. Konon Chelsea telah memilih seorang Bastian, anak kemarin sore yang jauh dari kategori yang pantas bersanding.

Sebab bila melihat riwayat korban pesonanya, berjejer nama-nama yang matang fisik lagi lagi matang karir, semisal Chicco Jericho, Reza Rahardian dan Deva Mahenra. Ada Hamish Daud juga sih, tapi sudahlah, jangan mengusik lagi Raisa. Tapi hanya seorang Bastian kemarin sore itu yang bisa bilang, Fly me to the Star teruntuk perempuan blasteran kelahiran Washington DC, 2 Juni 1995 ini ma meeeen.   

Fans berat Chelsea bahkan sampai harus mengatakan, "Kalo sampe beneran @chelseaislan sama ini bocah, gue fans Chelsea pertama yang bakalan mundur jadi fans Chelsea kok jadi gak berkelas gini ya ." Belum cukup sedemikian remuk, masih ada rombongan kecewa senada yang mengungkapan, "Semacam tidak rela,,,sayang sama Chelsea-nya ," komentar akun @nila_amalia kecewa. "Ya Allah beneran sama Chelsea kah ini," tanya akun @rantiamartya penasaran. "Sungguh mengecewakan," sambung akun @eriqcitryan. 

Tak cukup nada-nada kecewa yang tampaknya datang dari kaum Hawa, yang kalau diajak kencan Bastian bakal mikir seribu tahun sekadar mo bilang "Lu gueeh end!", yang jenis Adam-nya tak mau ketinggalan melampiaskan kekecewaan. 

Akun semvak_klub (patut dicurigai keras jika dikelola Kong Arke) sampai menulis,  @chelseaislan #aksibelaislan Jangan sampe hari patah hati terlulang lagiKemarin Raisa, sekarang mba Chelsea , jangan sampe Pev Pearce dan Isyana hilang lagi

Kecemasan berbasis Chelsea bahkan sampai menyalahkan negara. Akun @herdekaj dengan tegas mengatakan, Jatuhnya Chelsea Islan ke tangan Bastian ini bukti konkret Indonesia tida bs menjaga aset negara dgn baik. #AksiBelaIslan#PutuskanBastian

Oh tidaaak, Republik sedang hamil tua. Repolusiiiii, Repolusiiiiii, bela Chelsea sampai matiiiii!!

Bila begini duduk urusannya, lantas siapakah yang membela Bastian di tengah galau massa yang sedang bersedia memakan apa saja termasuk kapal selam demi #PutuskanBastian? Wahai jomblo virtual, bersikap tahu dirilah sejak dalam pikiran.

Terimalah bila Bastian adalah kemungkinan yang tak terduga dari segala yang tidak bisa sepenuhnya dikategorisasi. Bastian adalah representasi ruang relatif dari segala kehendak yang menginginkan serba pasti sejak dalam asumsi. Bastian adalah sesuatu yang selalu retak ketika seluruh dunia menginginkan ihwal fana sebagai abadi. 

Bastian adalah pesan dari, bila kau menginginkan kebahagiaan, patuhilah. Bila menghendaki kebenaran, maka carilah!  

Maka kepada jomblo dan semesta kegalauan virtual yang dihidupi oleh kesepian kongkrit dan salah harap berkali-kali, mengapa kau terus saja tampil tidak percaya diri? Bila di matamu yang keseringan tertangkap hampa itu masih saja tak jelas pada siapa harus mengadu nasib dirimu, gara-gara cinta hidup menderita, mengapa tidak menjadikan Bastian sebagai optimisme baru?

Optimisme baru bahwa segala kegalauanmu bukanlah takdir buruk sejak dalam buaian. Selalu ada kemungkinan untuk mengubahnya, selalu ada relativitas padanya, selalu tersedia yang retak pada kutukannya. Gusti Allah ora sare, pleaseeee.

Lagian, coba elu perhatikan baik-baik wajah imut Chelsea itu. Kehadirannya bukanlah peristiwa baru, pesonanya bukanlah satu-satunya dalam sejarah idola produksi tontonan. Telah ada wajah serupa yang lebih dulu menggali lubang hampa. Percayalah, sejarah selalu menulis alur berulang, termasuk rasa sakit.

Wajah serupa yang lebih dulu ada itu milik Vonny Cornellya. 

Vonny Cornellya | Widih Entertainment
Vonny Cornellya | Widih Entertainment

Vonny adalah wajah yang dihadirkan oleh industri tontonan untuk menemani hari-hari yang membosankan. Politik yang mendangkalkan. Kongspirasi multipartai yang menjengkelkan. Hari-hari sesudah Soeharto jatuh. 

Hari-hari ketika negara keteteran oleh gelombang pasang perubahan dan ketakpastian sedang media massa belajar hidup lepas dari kontrol negara dan masuk ke kontrol oligarki. Hari-hari transisi yang melelahkan disertai ketegangan mencemaskan.

So, apakah yang baru di bawah jamban? Semua pada akhirnya akan berkumpul di samudra.

Walau begitu, Anda tak perlu mengalami pesimisme bukan? Perubahan selalu menawarkan ketidakmenentuan tetapi perjuangan jomblo virtual tidak boleh tenggelam padanya. Belajarlah pada Bastian, ketika Anda semua berpikir seharusnya si anu, semestinya si una, Bastian hadir untuk menertawakan. 

Lagian, Anda itu siapa, Mblooo?

***

   

S Aji

/tuturaji

TERVERIFIKASI

Hidup Berpindah, Suka Konyol, Udik | Sebagai Alibi terhadap kata-kata | Twitter @s_4dji99
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana