TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI profesional

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan highlight

Gunakan Terus atau Kita Akan Kehilangan

21 April 2017   19:40 Diperbarui: 22 April 2017   15:10 283 8 6
Gunakan Terus atau Kita Akan Kehilangan
shutterstock

Bila kita terus menerus menggunakan uang kita untuk membeli ini dan itu,maka berapapun banyaknya jumlah uang kita,suatu waktu akan habis. Begitu juga persediaan beras dirumah,yang setiap hari dipakai,maka suatu waktu akan habis. Atau hari ini beli pulsa 200 ribu rupiah dan setiap hari digunakan secara intensif, maka dalam waktu seminggu atau dua minggu,ketika suatu saat kita menelpon,akan mendengarkan suara komputer,yang mengingatkan :"Maaf,pulsa anda ,tidak cukup untuk melakukan panggilan"

Satu satunya yang justru bertolak belakang adalah otak kita,yang semakin banyak digunakan,akan semakin meningkatkan kinerja otak. Sebaliknya, orang yang terlalu banyak bersantai dan jarang jarang menggunakan otaknya untuk mempelajari sesuatu,maka suatu saat akan kehilangan kemampuan berpikirnya,karena memasukki tahap kepikunan.

Ada begitu banyak contoh contoh hidup di sekeliling kita,dimana dengan menyaksikan dan memperhatikan proses ,bagaimana orang yang sewaktu mudanya sangat cerdas ,diusia tua,untuk dapat berkomunikasi saja sudah tidak lagi menyambung.

Penyebabnya

Ada beragam gangguan kesehatan,yang berpotensi ,menyadi penyebab orang mengalami kepikunan,walaupun usianya masih relatif muda. Misalnya karena faktor genetik atau faktor keturunan,maupun karena gangguan kesehatan.Akan tetapi sebagian besar adalah karena hidup yang terlalu santai

  • merasa diri sudah tua
  • ada anak cucu yang mengurus keperluannya
  • duduk santai di kursi goyang
  • makan tidur dan berleha leha
  • tidak termotivasi untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat
  • perlahan ,tapi pasti,kemampuan berpikir akan tergerus
  • dan suatu ketika,sudah tidak  mampu lagi berkomunikasi dengan baik

Langkah  Langkah Pencegahan

  • cari kesibukan yang positif
  • kendati tidak menghasilkan uang
  • misalnya membaca /menulis
  • mengisi teka teki silang
  • menekuni hobbi yang bermanfaat
  • jauhkan diri ,dari hidup di kursi goyang
  • susun jadwal kegiatan setiap hari
  • biasakan bangun pagi dan olah raga
  • ikut berbagai kegiatan sosial
  • bergabung dengan berbagai komunitas

Dengan berinteraksi dalam keragaman masyarakat,maka otak kita senantiasa mendapatkan ransangan yang positif, Belajar tentang budaya  yang berbeda,dialeg yang berbeda,maupun saling berbagi kisah kisah hidup,akan menjadikan pikiran kita selalu segar bugar dan tidak termakan oleh perjalanan waktu. 

Usia boleh bertambah,namun otak kita dapat terus dijaga, agar tidak termakan usia, Karena satu satunya organ tubuh manusia,yang semakin digunakan  akan semakn cerdas adalah otak kita,Sebaliknya orang yang  jarang menggunakannya, suatu waktu akan kehilangan kemampuan untuk berpikir

Pikun itu Mengerikan

Sudah pernah berkomunikasi dengan orang pikun? Kalau sudah,pasti dapat merasakan,bahwa pikun itu adalah penyakit yang mengerikan. Bayangkan sehabis ngobrol dua tiga menit,terus nanya lagi :" Maaf,anda siapa ya?" Atau :" Maaf,saya ada dimana nih?"

istri teman saya,masih relatif muda,belum 60 tahun,tapi ketika berbicara,pandangan matanya kosong melompong,Tak ada ekspresi diwajahnya. Walaupun berusaha untuk tersenyum dan ketawa,tapi kita yang menengok justru merasa bergidik,karena senyumnya tidak bernyawa.Seakan kita berhadapan dengan pemain pantomin.

Menurut suaminya, pemicunya adalah ketika ibunda tercintanya meninggal dunia.Sejak saat itu,istrinya merasa sangat terpukul dan dalam waktu kurang dari enam bulan,sudah tidak lagi dapat diajak berdiskusi. Walaupun mereka tinggal sekamar dan tidur di satu tempat tidur,tapi ia merasa tidur dengan wanita ,yang sama sekali tidak dikenalnya. 

Karena perubahan tabiat istrinya yang sangat drastis. Ia tidak menceritakan,apakah ada penyebab lainnya dan saya juga tidak tega menanyakannya.Segala upaya sudah dilakukan,namun hingga kini ,teman saya sudah kehilangan istrinya,walaupun secara phisik,istrinya masih tidur disampingnya.

Karena itu,sebelum segala sesuatu menjadi terlambat,maka sejak saat itu, kami berdua,semakin memaksa dan memacu diri ,untuk terus belajar membaca dan menulis ,serta tidak pernah duduk berleha leha dirumah.

Don't wait,till to-morrow,what you can do to-day,because to-morrow maybe too late!

Wollongong,21 April,2017

Tjiptadinata Effendi