Tjhen Tha
Tjhen Tha

\r\nIa coba menjelaskan bahwa kebiasaan dalam keluarga kita selalu menggunakan nick-name atau panggilan sayang, huruf (i) didepan nama Tjhentha bukanlah arti turunan produk Apple seperti iPhone, iPad atau iPod tapi itu adalah sebutan sayang untuk orang yang dicintai. jadi huruf (i) di depan nama itu bukanlah untuk maksud pembeda gender. Tjhentha itu sendiri berasal dari dua suku kata Tjhen Tha, karena dulu belum ada huruf C maka di tulis Tj dan aslinya adalah Chen Tha yang berarti Cin-Ta.\r\niCinta dalam artian makna orang yang dicintai dalam kondisi pasif (dicintai) karena ia masih dalam kandungan. Ketika ia sudah lahir, iCinta berubah menjadi Cinta yang berubah peran jadi aktif sebagai kata kerja atau kewajiban (mencinta). Kewajiban Cinta sama derajadnya seperti kewajiban sholat, haji, puasa, zakat dll. sebagaimana dituliskan dalam Qs 42:23.\r\n“Katakanlah hai Muhammad, tidak aku pinta upah atas dakwahku kepada kalian melainkan kecintaan kalian kepada keluargaku (Ahlulbait).”\r\nOrang tuaku menyampaikan pesan dan wasiatnya dalam namaku untuk membayarkan utang mereka kepada Rasulullah yang telah mengajarkan Islam kepada mereka.\r\nSemoga aku bisa membayar hutang-hutang kami kepada Rasulullah saw dengan men-Cintai Ahlulbaitnya

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Batu Cincin Dure-Najaf

13 September 2017   23:53 Diperbarui: 15 September 2017   16:31 200 0 0
Batu Cincin Dure-Najaf
img-20170913-wa0038-59bb9defa7249b4bdf3dbf22.jpg

Cincin Dure Najaf

Batu Dure Najaf berasal dari kota Najaf di Irak. Batu ini ditambang orang dari sekitar Danau Najaf atau "Najaf Sea". Danau Najaf ini terletak di daerah Wadi as Salam atau lembah Wadi.

Wadi as Salam merupakan lembah yang menjadi perkuburan tertua dan terluas di seluruh dunia. Disitulah dikubur bapak umat manusia Nabi Adam as dan beberapa Nabi suci diantaranya Nabi Nuh as, Nabi Hud as dan Nabi Shaleh as, serta Amirul Mukminin - Imam Ali kw.

Batu Dure Najaf bersifat bening seperti kaca dan tembus cahaya. Kalau di Indonesia batu jenis ini masuk kelompok batu kecubung air yang banyak terdapat di Kalimantan. Beberapa kecubung air kalimantan mempunyai keindahan karena didalam batu tersebut terdapat bulu-bulu emas, yang oleh masyarakat lokal disebut batu bulu monyet. Di dalam Kejawean batu jenis ini disebut batu pengasihan.

Memandang batu Dure Najaf seakan-akan memandang baginda Nabi Saw yang suci dan Imam Ali as.

Imam Shodiq berkata kepada  Mufadhal, "Saya menyukai apabila setiap mukmin memakai lima macam cincin ditangannya yaitu Akik , Firus, Yaqut, Hadid Shin dan Dure Najaf".

Mufdhal bertanya, "Wahai junjunganku, keutamaan dan khasiat memakai Dur Najaf itu apa?"

Imam menjawab, "Barang siapa memakai cincin Dure Najaf dan ia memandang ke cincin tersebut, maka Tuhan akan memberikan pahala satu ziarah (baik haji atau yg lainnya) yang akan ditulis dikitab amalnya yang mana pahala itu sama dengan pahala amalnya para Nabi dan Sholihin.

"Jika bukan karena rahmat dari Tuhan bagi para para pengikut kami maka setiap biji batu dur najaf itu menjadi mahal sekali sehinggah tak seorangpun dapat membelinya, akan tetapi Tuhan memudahkan bagi para pengikut kami dan memperbanyaknya sehinggah semua dapat memilikinya."

(Jami'ul akhbar hal:134, wasailul syah jild:14 hal: 403).