Mohon tunggu...
T.H. Salengke
T.H. Salengke Mohon Tunggu... Petani - Pecinta aksara

Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Mencermati Sistem Tutorial Online Universitas Terbuka

8 Mei 2019   12:55 Diperbarui: 9 Mei 2019   16:08 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sistem belajar jarak jauh secara online seperti yang dikelola oleh Universitas Terbuka (UT), menjadi cara paling ampuh dan berkesan dalam menyampaikan materi belajar kepada puluhan ribu mahasiswanya yang tersebar di seluruh dunia. 

Menariknya, kelas tutorial terdiri dari 50 orang mahasiswa. Mereka dicampur sehingga tidak saling kenal antara satu sama lain karena terdiri dari mahasiswa dari berbagai kelompok belajar (Pokjar) di tanah air dan luar negeri. 

Demikian juga dengan Tutor pendamping yang tersebar di dalam negeri dan juga luar negeri. Tutor tidak mengenal rekan sekerjanya dan juga mahasiswanya secara personal, namun kegiatan belajar mengajar yang disebut Tuton bisa menjalan lancar selama satu semester.

UT Indonesia telah belajar banyak dengan sistem belajar jarak jauh yang diperkenalkan oleh negara-negara maju seperti Kanada. Namun di Asia, UT Indonesia menjadi rujukan pengelolaan tutorial online dan juga sistem penyelenggaraan ujian.

Mekanisme tuton online akan berlangsung selama dua bulan. Setiap minggu, materi diskusi diberikan dalam konteks inisiasi. Setiap minggu ketiga, akan ada tugas khusus untuk dikerjakan dan dikumpulkan mahasiswa kepada Tutor masing-masing kelas.

Dalam konteks kuliah jarak jauh, mahasiswa dituntut untuk berkomitmen mengikuti tutorial dalam setiap minggu karena lewat materi diskusilah mereka bisa mendapatkan materi dan juga berdiskusi baik dengan Tutor maupun antar sesama peserta.

ut.ac.id
ut.ac.id

Adapun peserta yang aktif dan dengan teratur menjawab tugas dan tuga tiga mingguan akan diberikan nilai menurut bobot jawaban yang diberikan. Penilaian cenderung lebih objektif karena benar-benar mengacu kepada jawaban tanpa mengenal mahasiswa secara personal sebagaimana kuliah reguler yang hadir ke kampus.

***

Tutorial online cenderung lebih paktif dan juga efesiensi waktu kuliah. Biayanya juga tentu lebih murah berbanding kuliah reguler. Namun bukan berarti tidak ada masalah. Tuton UT seiring sulit diakses karena banyaknya jumlah mahasiswa yang mengakses website tutorial online, servernya kerap eror sehingga suasana diskusi online menjadi tidak menentu. Siswa kebingungan dan resah karena masa tutorial juga memiliki batas waktu yang harus dipatuhi.

Sebagai Tutor juga mengalami hal yang sama, merasa risau dengan kondisi seperti ini. Ada kekhawatiran tidak sempat merespon diskusi mahasiswa dan tidak bisa memberi nilai tugas yang dikerjakan mahasiswa.

Pengalaman mengendalikan kelas tutorial online, memang perlu konsisten dan komitmen tinggi. Bayangkan saja, semester ini saya dipercaya mengelola empat kelas. Bila satu kelas ada 50 orang, berarti ada 200 mahasiswa yamg harus saya kontrol, mulai merespon jawaban, memberi nilai diskusi, dan membaca serta menilai tugas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun